Lappung.COM – Simak artikel OpiniMahe edisi terkini, yang berjudul: Sinergi Danantara-Pemprov Lampung Bangun Pabrik Pakan demi Stabilitas Harga.
Sinergi Danantara-Pemprov Lampung Bangun Pabrik Pakan demi Stabilitas Harga
Oleh: Mahendra Utama*
Perintah Presiden dan Desain Kelembagaan
Arahan Presiden Prabowo Subianto menjadi pintu masuk kebijakan ini. Menteri Pertanian sekaligus Kepala Bapanas, Amran Sulaiman, menyatakan,
“Ada tambahan instruksi dari Bapak Presiden; beliau memerintahkan agar pabrik pakan segera dibangun. Insyaallah tahun depan selesai”.
Lokasi telah ditetapkan, termasuk Lampung sebagai sentra jagung, dan Pakta Integritas telah ditandatangani.
Namun, pabrik ini bukan untuk mengambil alih peternakan rakyat; fungsinya menyuplai DOC, pakan, dan vaksin agar biaya produksi peternak kecil terkendali.
Danantara dan Pemerintah Daerah
Danantara masuk melalui PTPN I Regional 7. Program hilirisasi ayam terintegrasi di Lampung Selatan menggunakan lahan PTPN di Kebun Kedaton Trikora, dengan investasi tahap pertama sekitar Rp600 miliar untuk RPHU, cold storage, dan pabrik pakan.
Pemprov Lampung dan Pemkab Lampung Selatan memfasilitasi survei lokasi, akses lahan, dan koordinasi perizinan.
Sinergi ini bukan sekadar seremoni; ia mengubah jagung Lampung dari komoditas yang harganya kerap jatuh ke Rp3.800–4.200/kg menjadi bahan baku industri yang terserap dengan harga lebih pasti.
Mengapa Sinergi Ini Penting
Teori nilai tambah (value added theory) menegaskan bahwa hilirisasi menciptakan nilai ekonomi jauh lebih besar daripada menjual bahan mentah.
Ketika pabrik pakan berdiri dekat sumber jagung, biaya logistik turun dan petani memperoleh pembeli tetap. Inilah yang membedakan intervensi struktural dari sekadar operasi pasar.
Arahan Presiden menjadi kompas; Danantara menyediakan modal dan lahan; pemerintah daerah memastikan implementasi. Tanpa ketiganya, kebijakan pangan hanya berhenti di atas kertas. (*)
—————————————————————
* Penulis: Mahendra Utama, Pemerhati Pembangunan.





Lappung Media Network