Lappung.COM – Simak artikel Opini Mahe edisi terkini, yang berjudul: Superblok dan Mal Baru Pacu Ekonomi Bandar Lampung.
Superblok dan Mal Baru Pacu Ekonomi Bandar Lampung
Oleh: Mahendra Utama*
Investasi Rp2 Triliun di Way Halim
Bandar Lampung terus bertransformasi menjadi kota metropolitan. Pemerintah Kota membuka keran investasi selebar-lebarnya.
Kepala DPMPTSP Bandar Lampung, Muhtadi, mengungkapkan akan dibangun superblok di lahan 20 hektare dengan nilai investasi Rp2 triliun.
Proyek ini menyediakan apartemen, mal, sekolah, dan rumah sakit dalam satu kawasan terpadu.
Selain itu, investor lain akan membangun taman rekreasi, hotel, dan restoran di Tirtayasa dengan nilai Rp500 miliar.
Deretan Mal dan Hunian Premium
Pilihan hunian elit semakin beragam. Vila Citra, Kedamaian, Citra Garden, dan Citraland sudah lebih dulu hadir.
CitraLand dan Citra Garden menawarkan konsep green living dengan harga mulai Rp1,5 miliar hingga di atas Rp5 miliar.
Sementara Villa Citra di Way Halim dikenal sebagai kawasan elite strategis dengan harga rata-rata di atas Rp2 miliar.
Dari sisi ritel, Bandar Lampung memiliki Chandra Supermarket, Mal Bumi Kedaton, Lampung City Mall, dan Lippo Mall. Living World masih dalam tahap pembangunan.
Grand Mercure yang memiliki 36 lantai dan ketinggian lebih dari 200 meter dinobatkan sebagai gedung tertinggi di Pulau Sumatera.
Teori Kutub Pertumbuhan
Fenomena ini sejalan dengan teori growth pole dari Hirschman dan Myrdal. Teori ini meyakini bahwa pertumbuhan ekonomi yang terkonsentrasi di pusat kota akan menciptakan trickle-down effect atau efek tetesan ke bawah yang menyebar ke wilayah sekitarnya.
Investasi besar di Bandar Lampung diharapkan menjadi kutub pertumbuhan yang menyerap tenaga kerja dan meningkatkan pendapatan daerah, sebagaimana diakui Muhtadi bahwa superblok akan menyerap 3 ribu tenaga kerja dan menambah PAD dari pajak hotel dan restoran. (*)
——————————————————————-
* Penulis: Mahendra Utama, Pemerhati Pembangunan.





Lappung Media Network