Lappung.COM – Simak artikel OpiniMahe edisi terkini, yang berjudul: Dampak Ekonomi Pabrik Pakan Lampung: Jagung Petani Hingga Protein Nasional.
Dampak Ekonomi Pabrik Pakan Lampung: Jagung Petani Hingga Protein Nasional
Oleh: Mahendra Utama*
Menstabilkan Harga di Hulu
Dampak paling langsung dirasakan petani jagung. Lampung memproduksi hampir 3 juta ton jagung per tahun dan menjadi pemasok utama bahan baku pakan.
Namun, pada 2025 harga di tingkat petani pernah jatuh ke Rp3.800–4.200/kg, jauh di bawah HPP Rp5.500/kg, karena penyerapan berhenti.
Kehadiran pabrik pakan mengubah struktur permintaan: industri menyerap jagung lokal secara kontinu, sehingga harga tidak sepenuhnya bergantung pada musim panen atau intervensi Bulog semata. Ini adalah stabilisasi berbasis pasar, bukan sekadar subsidi.
Efek Berganda di Lampung Selatan
Pabrik pakan menciptakan lapangan kerja langsung dan tidak langsung. Kajian efek berganda (multiplier effect) menunjukkan bahwa industri pakan menggerakkan petani jagung, penyedia dedak, peternak unggas, UMKM pengolahan, hingga jasa logistik.
Di Lampung Selatan, pembangunan RPHU berkapasitas 2.000 ekor per jam dan cold storage 50 ton memperkuat rantai dingin yang selama ini lemah.
Dengan produksi hingga 5.760 ton karkas per tahun, nilai tambah tidak lagi bocor ke luar daerah. Hilirisasi mengubah Lampung dari “pemasok bahan mentah” menjadi “produsen protein olahan”.
Kontribusi bagi Ketahanan Pangan Nasional
Secara nasional, pabrik pakan di Lampung memperkuat pasokan pakan dan DOC bagi peternak kecil di Sumatera dan Jabodetabek.
Ketika biaya pakan stabil, harga ayam dan telur lebih terkendali, dan inflasi pangan bergejolak dapat diredam.
Dalam kerangka value added theory, setiap tahap pengolahan menciptakan margin baru yang dapat didistribusikan kepada petani, pekerja, dan daerah.
Jika dieksekusi transparan dan akuntabel, hilirisasi pakan Lampung bukan hanya proyek investasi, melainkan fondasi bagi kedaulatan protein nasional yang berakar pada petani. (*)
—————————————————————–
* Penulis: Mahendra Utama, Pemerhati Pembangunan.





Lappung Media Network