Lappung.COM – Simak artikel OpiniMahe edisi terkini, yang berjudul: Coklat Pesawaran: Hilirisasi Kakao dan Kolaborasi Petani Hutan.
Coklat Pesawaran: Hilirisasi Kakao dan Kolaborasi Petani Hutan
Oleh: Mahendra Utama*
Kronologi Ajakan Ngopi
30 Oktober 2026 pukul 19.20 WIB, Pak Kandar mengirim WhatsApp: “Ngopi Yuk Bang.” Saya menjawab, “Udah duluan ada janji dengan Mas Edy di Tamin.” Pukul 20.30 WIB, ia memberi kode: “Kami bertiga, Bang Jack dan Mas Benny, sudah di Toko Kopi Mineral Nusantara.”
Pukul 21.24 WIB saya balas, “Ok, 10 menit lagi otw dari Tamin ke Lebak Budi.” Pukul 21.47 WIB saya tiba dan bertemu Pak Kandar, Bang Jack, Mas Benny, Mas Yopie, dan Bang Chairul.
Dari Ngopi ke Hilirisasi
Tanpa basa-basi, Pak Kandar menyerahkan dua pack coklat asal Pesawaran binaan KPH Pesawaran. Saya memahami tujuannya: sinergi mengenalkan coklat Pesawaran ke publik. Saya menerima dan berkomitmen mempublikasikan melalui lappung.com dan TikTok @mahendrautama12. Ia juga memberi Matoa asal Papua yang dibudidayakan di hutan Pesawaran serta Kopi Liberica AKAPURA hasil agroforestri binaannya.
PESAKOA dan Teori Nilai Tambah
Kemasan PESAKOA Artisan Craft Chocolate Single Origin Pesawaran Tanggang Mountain menjelaskan dua varian: Milk Chocolate dan 70% Dark Chocolate, 90 gram. Produk KTH Sido Makmur binaan KPH Pesawaran ini menyatakan: “Dari biji Kakao yang tumbuh di Perhutanan Sosial, kami mengolahnya menjadi coklat… agar setiap rasa yang dinikmati turut membawa cerita, penghidupan, dan harapan, serta kelestarian hutan.”
Dalam teori hilirisasi agroindustri, nilai tambah lahir saat bahan baku diolah, bukan dijual mentah. Perhutanan sosial menjadi basis pasokan, KTH menjadi kelembagaan petani, dan KPH mendampingi. Maka coklat ini bukan sekadar produk, melainkan rantai nilai petani-hutan-pasar.
Argumen Hilirisasi
Petani dan hilirisasi adalah kunci kesejahteraan serta peningkatan ekonomi masyarakat dan kabupaten. Kolaborasi Pak Kandar dengan pemerintah kabupaten dan media perlu diperluas agar Pesawaran tidak hanya dikenal sebagai penghasil kakao, tetapi juga pengolah coklat bernilai tambah. (*)
——————————————————————-
* Penulis: Mahendra Utama, Pemerhati Pembangunan.





Lappung Media Network