Lappung.COM – Simak artikel OpiniMahe edisi terkini, yang mengulas tentang: Sinergi Media dan Hilirisasi Produk Agro Pesawaran.
Sinergi Media dan Hilirisasi Produk Agro Pesawaran
Oleh: Mahendra Utama*
Lanjutan Kolaborasi
Pertemuan 30 Oktober 2026 pukul 21.47 WIB di Lebak Budi bukan sekadar ngopi. Pak Kandar memperkenalkan PESAKOA, Matoa, dan Kopi Liberica AKAPURA. Saya menerima amanah publikasi melalui lappung.com dan TikTok @mahendrautama12. Ini bentuk kolaborasi media dalam kerangka pentahelix: pemerintah, petani/KTH, dunia usaha, akademisi/pendamping, dan media bersinergi menguatkan hilirisasi.
Kutipan dan Arah Kebijakan
Harapan Pak Kandar sejalan dengan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal: “Bahwa Kakao asal Pesawaran harus di hilirisasi dan menciptakan kesejahteraan bagi Petani setempat.”
Kutipan ini menegaskan kebijakan tidak berhenti pada produksi, tetapi pada pengolahan, merek, kemasan, dan pasar.
Media berperan menerjemahkan kebijakan menjadi informasi publik, membangun reputasi produk, dan mendorong permintaan.
Media sebagai Jembatan Pasar
Dalam komunikasi pembangunan, media bukan hanya penyampai berita, tetapi agen literasi pasar. Publikasi coklat, matoa, dan kopi liberica dapat memperluas jejaring, meningkatkan kepercayaan konsumen, dan membuka peluang kemitraan.
Dialog “Ngopi Yuk Bang” yang berlanjut ke “Ok, 10 menit lagi otw” menunjukkan jejaring informal bisa menjadi ruang konsolidasi gagasan. Dari ruang kopi, lahir komitmen sinergi.
Pengalaman Agroindustri
Sebagai orang yang pernah berkecimpung di agroindustri Jawa Timur, saya menilai hilirisasi produk agro adalah kunci kesejahteraan.
Petani perlu posisi tawar, KTH perlu kapasitas produksi, KPH perlu pendampingan, pemerintah perlu kebijakan, dan media perlu publikasi berkelanjutan.
Jika rantai ini konsisten, Pesawaran dapat menjadi model coklat rakyat berbasis kelestarian hutan. (*)
——————————————————————
* Penulis: Mahendra Utama, Pemerhati Pembangunan.





Lappung Media Network