Lappung – Seorang pelajar dilaporkan tenggelam di Bendungan Way Semah, Desa Sukadadi, Kecamatan Gedongtataan, Kabupaten Pesawaran pada 10 Juni 2022.
Baca Juga : Warga Asal Kedaton Bandar Lampung Ditangkap Polsek Gedongtataan
Laporan ini dimuat dalam rilis tertulis dari Polres Pesawaran yang turut melakukan evakuasi terhadap jasad seorang pelajar berusia 11 tahun tersebut.
Dalam laporan itu korban disebutkan sedang mandi bersama teman-temannya di Bendungan Way Semah sekira pukul 14.00 WIB.
Korban mulanya disebut melihat temannya yang terseret arus dan menolongnya. Namun sesaat kemudian korban justru yang terseret arus dan tenggelam.
”Melihat temannya terseret arus, korban membantu menyelamatkannya dari dalam bendungan. Namun setelah menolong temannya, korban terseret arus dan tenggelam ke dalam bendungan. Melihat korban tenggelam, kedua temannya ketakutan dan berlari ke arah rumah dan berteriak minta tolong kepada warga sekitar,” demikian ditulis dalam laporan Polres Pesawaran.
Menerima laporan tentang peristiwa ini, personel Polres Pesawaran melakukan pencarian bersama masyarakat dan pihak TNI. Korban kemudian ditemukan sudah tidak bernyawa dan dibawa ke RSUD Pesawaran. Dan saat ini korban telah berada di rumah duka, menunggu untuk dikebumikan.
Informasi yang dilaporkan Polres Pesawaran ini benar adanya. Berdasar penelusuran lewat informasi terbuka, Kepala Desa Sukadadi, Rudy Maryoto turut memberikan keterangan atas peristiwa itu dan keterangannya telah dipublikasikan.
Menurut Rudy Maryoto, korban sempat dinyatakan hilang selama kurang lebih dua jam. Untuk mencari keberadaan korban, Rudy mengatakan dilakukan penyelaman ke dalam Bendungan Way Semah.
”Setelah dilakukan pencarian dan ditemukan korban dalam keadaan meninggal dunia,” kata Rudy Maryoto.
Baca Juga : Kurir Narkoba Asal Negeri Sakti Ditangkap Polisi
Atas peristiwa ini, Rudy Maryoto mengultimatum warga sekitar untuk tidak lagi mandi di Bendungan Way Semah agar menghindari hal serupa terjadi.





Lappung Media Network