Lappung – Kelompok kerja Water Sanitation and Hygiene in Health Care Facilities atau Pokja WASH in HCF rumuskan rencana aksi layanan inklusif di puskesmas.
Baca Juga : Mitra Bentala Kaji Anggaran Perubahan Iklim di APBD Pesawaran
Rencana aksi dirumuskan dalam kegiatan Exchange Learning antara Pokja WASH in HCF Kota Bandar Lampung dan Kota Metro sebagai pilot project pelaksanaan program tersebut.
“Dalam prosesnya terdapat berbagai pembelajaran yang dilalui dan diperoleh oleh masing-masing pelaksana program di kedua kota. Pembelajaran yang diperoleh sangat penting dalam upaya penyempurnaan program,” kata Direktur Eksekutif Yayasan Konservasi Way Seputih (YKWS), Febrilia Ekawati, pada Rabu, 22 Juni 2022.
YKWS bersama Pemkot Bandar Lampung dan Pemkot Metro didukung SIMAVI-SNV Netherlands Development sejak bulan April 2021 telah membentuk Pokja WASH in HCF untuk melakukan audit sosial di 9 puskesmas; Bandar Lampung (5) dan Metro (4).
Tim Audit Sosial bekerja sepanjang bulan Feburari-Maret 2022. Hasil audit disampaikan kepada Dinkes Kota Bandar Lampung dan Dinkes Kota Metro pada pertengahan April 2022.
“Tujuannya meningkatkan pelayanan kesehatan di puskesmas bagi seluruh masyarakat. Termasuk kelompok rentan, antara lain perempuan, anak-anak, lansia, dan penyandang disabilitas,” ujar dia.
Febrilia menyampaikan kekhasan dari program WASH in HCF yang digagas oleh YKWS adalah meningkatkan partisipasi masyarakat dalam proses peningkatan pelayanan di fasilitas kesehatan.
Salah satu peserta Exchange Learning dari Kota Metro, Yulia, menilai selama ini fasilitas di puskesmas belum memadai bagi kelompok rentan.
“Kurang memadai untuk orang-orang cacat ataupun orang yang lebih tua. Kita mintanya sih jalan dan kamar mandi di puskesmas disesuaikan dengan kemampuan kita lah,” ujar Yulia.
Sebagai penyandang disabilitas, dirinya merasa kesulitan dengan fasilitas kesehatan yang hanya diperuntukkan bagi manusia normal pada umumnya.
“Alhamdulilah setelah ada kegiatan ini, puskesmas di Kota Metro sudah ada perubahan,” kata dia.
Baca Juga : SNV Indonesia dan NU Bandar Lampung Kolaborasi Wujudkan Sanitasi Aman
Yulia mewakili penyandang disabilitas berharap Pokja WASH in HCF tidak hanya mendorong layanan inklusif di puskesmas, tapi juga pada fasilitas umum lainnya.





Lappung Media Network