Lappung.COM – Disperindag Provinsi Lampung inisiasi Gerakan Penetrasi Pasar serentak ke-9 di Lampung, tujuannya jaga stabilitas harga dan daya beli.
Latar Belakang Gerakan Penetrasi Pasar Serentak ke-9 di Lampung
Pemerintah Provinsi Lampung terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah melalui berbagai intervensi pasar.
Salah satu langkah strategis yang kembali digulirkan adalah Gerakan Serentak Penetrasi Pasar ke-9 yang dilaksanakan pada hari Sabtu, 20 Juni 2026.
Kegiatan ini merupakan inisiatif kolaboratif antara Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Lampung bersama dengan Dinas Perdagangan di seluruh kabupaten dan kota se-Provinsi Lampung.
Sinergi Pemerintah Pusat dan Daerah untuk Pangan Terjangkau
Gerakan ini bukan sekadar operasi pasar biasa, melainkan bagian dari program berkelanjutan untuk merespons gejolak harga kebutuhan pokok. Dengan mengusung semangat gotong royong, seluruh jajaran pemerintah daerah bergerak serentak agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat di berbagai lapisan, mulai dari perkotaan hingga wilayah pesisir.
Rincian Lokasi dan Pelaksanaan Kegiatan Penetrasi Pasar
Pelaksanaan Gerakan Penetrasi Pasar ke-9 di Provinsi Lampung dilakukan secara terpusat di dua titik utama, namun tetap terintegrasi dengan kegiatan serupa di daerah lain.
Hal ini memastikan bahwa akses masyarakat terhadap pangan murah tidak terbatas pada satu wilayah saja.
Pasar Tugu Bandar Lampung sebagai Titik Fokus
Di Kota Bandar Lampung, kegiatan utama dipusatkan di Pasar Tugu. Acara ini dibuka dan ditinjau langsung oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Lampung, M. Zimmi Skil, yang didampingi oleh Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri, Panca Hartono.
Kehadiran mereka menegaskan keseriusan pemerintah dalam memastikan operasi pasar berjalan lancar serta sesuai dengan sasaran harga yang telah ditetapkan.
Jangkauan hingga Pesisir Barat
Tak hanya di ibu kota provinsi, gerakan ini juga menjangkau wilayah selatan dengan menggelar kegiatan serupa di Pasar Tanjung Rejo, Kabupaten Pesisir Barat. Pemerataan lokasi ini menjadi bukti nyata bahwa upaya pengendalian inflasi tidak terpusat, tetapi menyentuh langsung daerah-daerah yang sering kali mengalami fluktuasi harga pasokan.
Daftar Harga Komoditas Pokok dalam Pasar Murah
Salah satu daya tarik utama dari Gerakan Penetrasi Pasar ini adalah harga komoditas yang ditawarkan jauh di bawah harga pasaran umum. Masyarakat yang berbelanja di lokasi kegiatan dapat menghemat pengeluaran rumah tangga secara signifikan.
Minyak Goreng dan Gula Putih dengan Diskon Menarik
Untuk kebutuhan pokok sehari-hari, pemerintah menyediakan:
● Minyak Goreng: dibanderol hanya Rp15.500 per liter.
● Gula Putih: dijual dengan harga Rp17.500 per kilogram.
Harga Khusus untuk Beras SPHP
Sementara itu, untuk komoditas beras, pemerintah menggelontorkan stok Beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dengan harga yang sangat bersahabat, yaitu Rp58.000 hingga Rp60.000 per kemasan 5 kilogram.
Kebijakan harga ini diharapkan mampu meringankan beban masyarakat, terutama bagi kelompok ekonomi menengah ke bawah yang sangat rentan terhadap kenaikan harga pangan.
Tujuan Strategis dan Dampak bagi Perekonomian Lampung
Gerakan Serentak Penetrasi Pasar ke-9 ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi memiliki sasaran makroekonomi yang jelas. Pemprov Lampung secara aktif menggunakan instrumen ini untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah dinamika inflasi nasional dan regional.
Pengendalian Inflasi melalui Stabilitas Pasokan
Dengan menyediakan pasokan pangan yang cukup dan terjangkau di pasar, gerakan ini secara langsung menekan lonjakan harga yang tidak wajar (spekulan).
Ketersediaan stok yang dipastikan aman juga menjadi sinyal positif bagi pedagang dan konsumen bahwa pemerintah hadir sebagai stabilisator.
Penguatan Daya Beli dan Kesejahteraan Masyarakat
Sinergi antara pemerintah provinsi, kabupaten/kota, dan pemangku kepentingan lainnya dalam kegiatan sepanjang Juni 2026 ini diharapkan dapat terus berlanjut.
Dengan biaya hidup yang lebih terkendali, masyarakat Lampung dapat mengalokasikan pendapatan mereka untuk kebutuhan produktif lainnya, sehingga secara tidak langsung turut mendorong roda perekonomian daerah agar tetap bergerak positif dan inklusif.
Kesimpulan
Gerakan Serentak Penetrasi Pasar ke-9 di Lampung merupakan wujud nyata keberpihakan pemerintah terhadap kestabilan ekonomi rakyat.
Melalui harga minyak goreng, gula, dan beras SPHP yang murah, serta cakupan lokasi yang luas, program ini menjadi benteng pertahanan terhadap inflasi.
Pemprov Lampung berharap masyarakat dapat memanfaatkan momen ini sebaik-baiknya, dan terus mendukung program serupa di masa mendatang demi terciptanya ekonomi Lampung yang tangguh dan sejahtera. (*)





Lappung Media Network