Lappung – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) tancap gas mempersiapkan layanan angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026.
Guna mengurai potensi kepadatan di salah satu lintasan tersibuk Indonesia, ASDP resmi mengoperasikan layanan kapal Express melalui 2 dermaga sekaligus di lintasan Merak-Bakauheni, mulai hari ini Senin, 1 Desember 2025.
Baca juga : Liburan Hemat! Tiket Penyeberangan ASDP Diskon 19 Persen Mulai 22 Desember
Langkah strategis yang diberi nama layanan Express II ini menjadi upaya konkret perusahaan pelat merah tersebut dalam meningkatkan kapasitas dan kelancaran arus penyeberangan.
Dengan beroperasinya 2 dermaga khusus layanan kilat, masyarakat memiliki opsi jadwal yang lebih fleksibel dan waktu tunggu yang lebih singkat.
Direktur Operasional dan Transformasi ASDP, Rio Lasse, menegaskan bahwa kebijakan tersebut bukan sekadar penambahan fisik dermaga semata.
Lebih dari itu, ini adalah perbaikan sistem operasional secara menyeluruh untuk menghadapi lonjakan penumpang akhir tahun.
“Pengoperasian layanan Express melalui 2 dermaga bukan hanya penambahan fasilitas.
“Tapi penyempurnaan tata kelola operasional secara menyeluruh agar ritme perjalanan lebih stabil, cepat, dan nyaman, terutama pada periode Nataru,” jelas Rio.
Dalam pelaksanaannya, ASDP menerapkan rekayasa alur lalu lintas di area pelabuhan agar tidak terjadi kemacetan atau bottleneck.
General Manager ASDP Cabang Merak, Umar Imran, menjelaskan mekanisme teknis di lapangan.
Kendaraan yang tiba akan diarahkan menuju antrean check in, lalu petugas akan membagi arus menuju layanan Express I atau Express II sesuai tiket yang dimiliki pengguna jasa.
Baca juga : Penumpang Turun, ASDP Tetap Cetak Laba Rp298 Miliar di Semester I-2025
Hal serupa berlaku bagi penumpang pejalan kaki setelah melakukan pemindaian di vending machine.
“Pemisahan alur kami rancang sedemikian rupa guna mencegah persilangan jalur yang berpotensi menghambat arus kendaraan masuk maupun bongkar muat.
“Koordinasi Merak–Bakauheni terus kami jaga agar ritme operasional tetap selaras,” ungkap Umar.
Sebelum resmi diluncurkan (go live), ASDP telah melakukan inspeksi ketat bersama BPTD, KSOP, dan asosiasi penyeberangan (GAPASDAP) untuk memastikan aspek keselamatan dan kenyamanan terpenuhi.
Di sisi lain, Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, mewanti-wanti para calon pemudik Nataru untuk mempersiapkan perjalanan lebih awal.
Kunci kelancaran penyeberangan, menurut Windy, juga bergantung pada kedisiplinan pengguna jasa dalam membeli tiket jauh hari.
Ia menyarankan masyarakat memanfaatkan aplikasi Ferizy untuk reservasi tiket, yang sudah bisa dilakukan sejak 60 hari sebelum keberangkatan (H-60).
“Rekayasa alur, evaluasi teknis, dan penataan antrean kami lakukan secara simultan.
“Kami mengimbau masyarakat merencanakan perjalanan lebih awal agar risiko antrean di pelabuhan bisa diminimalisir,” pungkas Windy.
Baca juga : Data Manifest Tak Lengkap, ASDP Siap Putar Balik Kendaraan Sejauh 5 KM
