2. Konsumsi Daya Baterai.
Ini adalah salah satu keunggulan paling signifikan AMOLED: ketika layar menampilkan area hitam, piksel-piksel tersebut benar-benar mati dan tidak mengonsumsi listrik.
Itulah mengapa tema gelap (dark mode) pada smartphone AMOLED secara nyata memperpanjang usia baterai, bisa mencapai 15–25% lebih hemat dalam skenario tertentu.
Namun ada catatan penting: saat layar AMOLED menampilkan konten cerah secara penuh (seperti halaman web berwarna putih atau wallpaper terang), konsumsinya bisa menyaingi bahkan melampaui IPS.
IPS LCD lebih konsisten, backlight-nya menyala dengan daya yang relatif tetap terlepas dari apa yang ditampilkan.
3. Keterbacaan di Bawah Sinar Matahari.
AMOLED modern dengan kecerahan puncak di atas 1000–2000 nit mampu dibaca dengan sangat baik di bawah terik matahari.
Akan tetapi, IPS LCD secara tradisional memiliki keunggulan dalam konsistensi kecerahan karena menggunakan backlight yang stabil.
Dalam penggunaan sehari-hari di Indonesia yang tropis dan cerah, keduanya kini sudah sangat mampu, terutama flagship dari kedua kubu. Perbedaannya hanya terasa pada perangkat kelas menengah ke bawah.
4. Burn-in dan Daya Tahan.
Burn-in adalah fenomena di mana elemen UI yang sering ditampilkan dalam jangka panjang (seperti status bar, tombol navigasi) meninggalkan bayangan permanen di layar.
Ini adalah kelemahan bawaan AMOLED karena material organik pada pikselnya mengalami degradasi seiring waktu.
IPS LCD tidak memiliki masalah burn-in karena piksel-nya tidak terdiri dari material organik. Panel IPS secara umum jauh lebih tahan lama untuk penggunaan intensif jangka panjang seperti digital signage, kiosk, atau perangkat yang menyala 24/7.




Lappung Media Network