Sementara itu Ketua P3UW Lampung Suratman, menyatakan bahwa sebelumnya telah dilakukan pertemuan di Kantor Sekretariat Presiden.
Baca juga : Arinal Djunaidi Optimis Lampung Sentra Lobster Nasional
Pertemuan itu dengan mengundang semua pihak, sehingga semua persoalan telah terselesaikan.
“Semua sektor diundang termasuk kami. Insya Allah sudah clear, jadi lahan ini sebenarnya punya pemerintah tapi kanalnya yang membuat adalah perusahaan dalam hal ini milik CPP.
“Yakni seluas 1490 hektar dan sekarang sudah diserahkan kepada pemerintah, dan itu 0 rupiah,” ungkap Suratman.
Menurut Suratman selesainya persoalan ini juga berkat dorongan pemerintah kabupaten, dan pemerintah provinsi, sehingga masalah ini dapat selesai dengan baik
“Pak Gubernur memfasilitasi kami, termasuk persoalan status tanah ini juga berkat dorongan beliau sehingga sudah clear.
“Kami P3UW Lampung mempunyai komitmen untuk selalu bersinergi, bekerjasama dengan pemerintah pusat maupun daerah untuk membangun Dipasena,” ungkapnya.
Adapun Pj Bupati Tulang Bawang, Qudrotul Ikhwan dalam sambutannya mengucapkan terimakasih kepada anggota DPR RI Hanan A Rozak.
Tak lupa kepada Gubernur Lampung atas sumbangsih dan motivasi yang telah diberikan kepada para petani udang di Dipasena.
Qudrotul juga menerangkan bahwa saat ini Kabupaten Tulang Bawang memiliki tagline “Udang Manis”.
Hal tersebut dikarenakan Tulang Bawang memiliki potensi 14.000 hingga 16.000 hektar tambak yang menghasilkan udang dan rasanya manis.
Hamparan tambak tersebut bahkan merupakan yang terluas di Asia Tenggara, begitu juga dengan Kebun Tebu yang luasnya 2 kali lipat luas Jakarta.
“Maka kami berharap Tulang Bawang ke depan dengan potensi udangnya ini bisa semakin mengangkat kehidupan.
“Sampai kepada perekonomian dan derajat masyarakat Kabupaten Tulang Bawang,” kata Qudrotul.
Sebelum bertolak kembali ke Bandar Lampung, Gubernur Arinal juga menyempatkan diri mengunjungi SMK Negeri Rawajitu Timur.
Dimana selain memiliki jurusan multimedia, otomotif, dan akuntansi seperti SMK pada umumnya, SMK ini juga memiliki jurusan Budidaya Perikanan.
Pada kunjungan itu, Arinal diajak oleh kepala sekolah SMK Negeri Rawajitu Timur Elisa Sri Laksmi untuk melihat budidaya ikan lele melalui media kolam bioflok.
Yakni sistem budidaya ikan yang mendaur ulang limbah nutrisi menjadi makanan ikan.
Di SMK tersebut juga terdapat beberapa kolam lainnya, termasuk kolam budidaya udang.
Baca juga : Ancaman Virus Nipah di Lampung. Pengawasan Hewan Ternak Impor Diperketat





Lappung Media Network