Lappung – Ambisi Lampung untuk menjadi lumbung energi nasional mendapat respons positif dari kalangan investor.
Salah satu raksasa bisnis nasional, Bakrie Power, menunjukkan minat serius untuk menanamkan modalnya di sektor energi baru terbarukan (EBT) di Bumi Ruwa Jurai.
Baca juga : Gandeng Gubernur ke Tiongkok, HIPMI Lampung Kejar Investasi Asing
Keseriusan ini terungkap dalam rapat pembahasan rencana investasi yang dipimpin oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Lampung, Mulyadi Irsan.
Pihak Bakrie Power secara terbuka menyampaikan ketertarikannya untuk menjajaki pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan Pembangkit Listrik Tenaga Air (hydropower).
Langkah itu sejalan dengan visi Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, yang menargetkan Lampung tidak hanya swasembada, tetapi juga menjadi pemasok energi bersih bagi Indonesia.
Dalam pemaparannya, perwakilan Bakrie Power menilai Lampung memiliki potensi luar biasa yang belum tergarap maksimal.
Kekayaan sumber daya air yang melimpah, didukung oleh infrastruktur bendungan yang sudah ada, dianggap sebagai modal utama yang sangat menarik bagi investor.
Baca juga : Lampung Masih Bergantung APBN, IAP: Perlu Terobosan Investasi
“Mereka melihat potensi geografis Lampung yang berbukit dan memiliki banyak bendungan sangat mendukung untuk pengembangan hydropower dan PLTS,” ujar Mulyadi Irsan, dilansir pada Jumat, 29 Agustus 2025.
Tak hanya itu, Bakrie Power juga melirik potensi pengembangan ekosistem kendaraan listrik (electric vehicle/EV) berbasis baterai di Lampung, sebuah sektor yang kini menjadi primadona dalam transisi energi global.
Menanggapi minat tersebut, Mulyadi Irsan menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Lampung membuka pintu lebar bagi Bakrie Power untuk melakukan kajian teknis dan studi kelayakan yang lebih mendalam.
Ia menjamin pemerintah akan memberikan dukungan penuh sesuai kewenangan untuk memastikan iklim investasi yang kondusif.
Baca juga : Konsumsi dan Investasi Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi Lampung
“Prinsipnya, kami menyambut baik dan mempersilakan pihak investor untuk melakukan penelitian lebih lanjut.
“Ini bukan hanya soal mengurangi emisi, tetapi juga akan menjadi motor penggerak baru bagi pertumbuhan ekonomi daerah,” tegasnya.
Sebagai langkah konkret, proyek PLTS di kawasan Bendungan Way Sekampung disebut-sebut dapat menjadi model percontohan (pilot project) untuk pengembangan EBT skala besar di Lampung.
Proyek ini diharapkan menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara pemerintah dan swasta mampu mempercepat realisasi visi lumbung energi.
Dengan penjajakan serius dari Bakrie Power, harapan Lampung untuk bertransformasi menjadi pusat energi bersih nasional kini selangkah lebih dekat menuju kenyataan.
Baca juga : Gara-gara Gaji PPPK, Belanja Pegawai Pemprov Lampung Lewati Batas Aman
