Lappung.COM – Simak artikel OpiniMahe edisi terkini, yang berjudul: Beras Premium Langka di Lampung: Respons Cepat Disperindag dan Kolaborasi Bapanas-Bulog.
Beras Premium Langka di Lampung: Respons Cepat Disperindag dan Kolaborasi Bapanas-Bulog
Oleh: Mahendra Utama*
Fenomena Kelangkaan
Stok beras premium di sejumlah ritel modern Bandar Lampung terpantau kosong hingga sebulan. Disperindag Lampung menilai ini bukan kelangkaan menyeluruh, melainkan distribusi yang belum merata.
Respons Disperindag
Kabid Perdagangan Dalam Negeri Panca Hartono menyatakan pemantauan intensif dilakukan bersama Bapanas.
“Kami dari Disperindag Lampung akan siap mendampingi Bapanas sampai hari Sabtu,” ujarnya. Ia menyebut harga pemasok sulit disesuaikan dengan HET sebagai pemicu ritel menahan stok.
Kolaborasi Bapanas dan Bulog
Bapanas memperkuat intervensi pasar melalui penyaluran beras premium dan SPHP. Pimwil Bulog Lampung Rindo Safutra memastikan stok 288.266 ton setara beras tersebar di seluruh kabupaten/kota. Bulog menyalurkan 4.000 ton SPHP per hari untuk stabilisasi harga.
Analisis Teoretis
Merujuk FAO, ketahanan pangan bertumpu pada empat pilar: ketersediaan, akses, pemanfaatan, dan stabilitas.
Amartya Sen menekankan akses sebagai dimensi krusial pangan bisa tersedia, tetapi tidak terdistribusi merata. Fenomena ini mencerminkan paradoks: Lampung lumbung beras, namun ritel modern justru kosong.
Koordinasi Disperindag, Bapanas, dan Bulog adalah langkah tepat, tetapi perlu penguatan distribusi hingga ritel terakhir agar stabilitas pangan benar-benar terwujud. (*)
—————————————————————–
* Penulis: Mahendra Utama, Pemerhati Pembangunan.




Lappung Media Network