Lappung.COM – Simak artikel OpiniMahe edisi terkini, yang berjudul: Kereta, Silaturahmi, dan Ikatan yang Tak Terputus oleh Waktu.
Kereta, Silaturahmi, dan Ikatan yang Tak Terputus oleh Waktu
Oleh: Mahendra Utama*
Mengapa Kereta, Mengapa Bukan yang Lain
Perjalanan silaturahmi dari Mulyorejo, Surabaya, ke Kaliwates, Jember, pada 2 Oktober 2026 bukan sekadar mobilitas geografis. KA Pandalungan pagi dan Blambangan Ekspres 145A sore menjadi pilihan rasional: biaya terjangkau, waktu tempuh sekitar tiga setengah jam, dan stamina tetap terjaga.
Dalam kerangka Granovetter, kekuatan ikatan ditentukan oleh waktu interaksi, intensitas emosional, keintiman, dan layanan timbal balik.
Kereta memungkinkan saya tiba dalam kondisi bugar bukan sekadar hadir secara fisik, melainkan hadir secara utuh.
Ikatan yang Dibangun di Mitratani Dua Tujuh
Silaturahmi ini berakar pada masa amanah sebagai Komisaris PT Mitratani Dua Tujuh, anak perusahaan PTPN I.
Putnam membedakan bonding social capital ikatan kuat dalam kelompok homogen yang memberi dukungan emosional langsung dari bridging social capital yang menghubungkan kelompok berbeda.
Kunjungan ke dua sahabat mantan rekan kerja adalah bonding murni: hubungan yang tak lekang oleh jabatan.
Silaturahmi selanjutnya ke Mapolres Jember menemui AKBP Alaidin yang saya kenal sejak berpangkat Inspektur Satu adalah bridging yang personal. Keduanya sama pentingnya.
Mengapa Ini Perlu Dilakukan
Silaturahmi bukan sekadar tradisi. Ia adalah investasi sosial yang menjaga jaringan kepercayaan dan resiprositas tetap hidup.
Di tengah kesibukan, menyisihkan waktu menengok putri yang studi di Universitas Airlangga dan mengunjungi kawan lama adalah tindakan yang mengembalikan manusia pada hakikatnya: makhluk sosial yang membutuhkan ikatan.
Perjalanan pulang dengan Blambangan Ekspres pukul 18:09 bukan akhir, melainkan penutup hari yang mengingatkan bahwa hubungan seperti kereta perlu dirawat agar tetap berjalan. (*)
—————————————————————-
* Penulis: Mahendra Utama, Pemerhati Pembangunan.





Lappung Media Network