Dengan demikian, perkembangan proyek jalan Tol Cijago terus menginspirasi.
Dengan harapan bahwa sinergi antara pemerintah dan masyarakat akan terus mendorong pembangunan yang berkelanjutan dan menghasilkan manfaat nyata.
“Secara umum tidak ada lagi persoalan terkait pembebasan lahan Tol Cijago,” kata dia.
Pihaknya pun berharap, setelah dilakukan uji laik fungsi (ULF) jalan Tol Cijago sepanjang 2,19 kilometer segera bisa beroperasi.
Sebagai catatan, Jalan Tol Cijago sepanjang 14,64 kilometer terdiri dari 3 seksi berbeda.
Untuk Tol Jagorawi yang menghubungkan Raya Bogor menjadi Seksi 1 dengan panjang 3,70 kilometer.
Baca juga : Dadang Hermawan Jadi Kadiv Akuntan dan Keuangan PTPN XI
Seksi 2 menghubungkan Raya Bogor dengan Kukusan, sepanjang 5,50 kilometer, telah beroperasi sejak September 2019.
Sementara Seksi 3A menghubungkan Kukusan dengan Junction Krukut, sepanjang 3,50 kilometer, telah beroperasi sejak akhir tahun 2022.
“Kita menyadari sekali bahwa Jalan Tol Cijago akan berperan penting dalam menghubungkan beberapa ruas tol lainnya dalam jaringan JORR 2.
“Termasuk Jalan Tol Serpong-Cinere di sisi Barat,” tambah Indra Gunawan.
Jalan ini juga akan terkoneksi dengan ruas tol lainnya seperti Jalan Tol Jagorawi dan Jalan Tol Depok-Antasari termasuk jalur tol menuju arah Tangerang Selatan.
BPN Kota Depok sukses bebaskan lahan untuk pembangunan Tol Cijago
“Dengan adanya Jalan Tol Cijago, diharapkan perjalanan dari Kota Depok, Tangerang, Bogor ke Jakarta atau sebaliknya akan semakin lancar,” kata Indra.
Selain manfaat tersebut, diharapkan pula bahwa jalan tol ini akan memperkuat konektivitas antar wilayah.
Serta merangsang pertumbuhan ekonomi di kawasan Jabodetabek, sekaligus meredakan kepadatan lalu lintas di Kota Depok.
Semua pencapaian yang telah dilakukan dari pengadaan hingga pembebasan lahan tak terlepas dari peran aktif serta dukungan berharga yang diberikan oleh masyarakat.
“Sekali lagi BPN Kota Depok beri apresiasi atas dukungan publik,” tandas Indra.
Baca juga : Wayberulu dan Manfaatnya Bagi Rakyat
