Dalam upaya menjaga stabilitas harga pangan di tingkat masyarakat, Bulog Lampung menggandeng berbagai pengecer.
Menurut Nurman, penyaluran beras SPHP terbesar dilakukan melalui pengecer di luar pasar, dengan kontribusi mencapai 45,54 persen dari total penyaluran.
Sementara itu, pengecer di dalam pasar menyumbang 44,60 persen, dan ritel modern serta Gerakan Pangan Murah (GPM) masing-masing berkontribusi 0,03 persen.
“Hingga saat ini, kami telah bekerja sama dengan 813 pengecer yang tersebar di seluruh Lampung. Dari jumlah tersebut, 505 pengecer berada di luar pasar dan 308 pengecer di dalam pasar,” tambahnya.
Baca juga : Harga Beras Dorong Inflasi di Provinsi Lampung
Kolaborasi antara Bulog dan pemerintah daerah juga turut membantu menyalurkan beras SPHP hingga ke pelosok desa dan kelurahan, memastikan stabilitas harga pangan tetap terjaga di tingkat lokal.
Langkah Strategis Jaga Stabilitas Harga
Penyaluran beras SPHP ini merupakan salah satu langkah strategis pemerintah dalam menjaga ketersediaan dan stabilitas harga beras di pasaran, khususnya di tengah situasi ekonomi yang fluktuatif.
Nurman menegaskan bahwa Bulog akan terus memantau kebutuhan masyarakat dan siap meningkatkan penyaluran beras SPHP jika diperlukan.
“Komitmen kami jelas, menjaga harga tetap stabil agar masyarakat dapat mengakses beras dengan harga terjangkau, terutama di wilayah-wilayah yang menjadi cakupan kami di Lampung,” ujarnya.
Dengan pencapaian ini, Bulog Lampung optimis akan terus mendukung program nasional dalam menjaga stabilitas pangan.
Sekaligus memastikan ketersediaan beras di seluruh pelosok Lampung dapat terpenuhi sesuai target.
Menghadapi Tantangan dengan Kolaborasi
Tantangan dalam distribusi beras di wilayah yang luas dan beragam seperti Lampung menjadi sebuah keniscayaan.
Namun, dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah dan kerja sama solid dengan para pengecer, Bulog berhasil melampaui target penyaluran.
“Ke depan, kami akan terus memperkuat kerja sama dengan pemerintah daerah, pengecer, serta pelaku pasar lainnya untuk memastikan stabilitas harga beras tetap terjaga.
“Penyaluran SPHP yang telah melampaui target ini merupakan bukti bahwa sinergi yang kuat antara semua pihak adalah kunci keberhasilan program ini,” tutup Nurman.
Baca juga : Inflasi Lampung Mereda, Harga Pangan Terkendali





Lappung Media Network