Lappung – Cari penyebab Itera–ASDP kaji air menggenang di Bakauheni.
Tim dosen Institut Teknologi Sumatera (Itera) bersama PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Bakauheni merespons cepat kejadian genangan air yang terjadi di Pelabuhan Bakauheni pada Minggu, 4 Mei kemarin.
Baca juga : ASDP Bakauheni Selamatkan Mangrove Lewat Aksi Bersih Pantai
Kolaborasi ini dilakukan dengan turun langsung ke lapangan untuk mengkaji penyebab genangan dan merancang solusi pencegahan banjir jangka panjang.
Itera, melalui Fakultas Teknologi Infrastruktur dan Kewilayahan (FTIK), menugaskan tim dosen yang dipimpin Ir Arif Rohman, guna mengidentifikasi penyebab genangan air yang melanda salah satu objek vital nasional di Lampung tersebut.
Kajian ini tidak hanya berfokus pada penanganan pascakejadian, tetapi juga sebagai bagian dari upaya pencegahan banjir yang komprehensif di masa mendatang di kawasan pelabuhan.
Dekan FTIK Itera, Roy Candra Ph.D, menjelaskan bahwa Itera mengerahkan sumber daya penuh, termasuk tenaga ahli, dukungan peralatan, dan personel terlatih.
Baca juga : Kepuasan Publik 90,9 Persen, ASDP dan Mitra Sukses Bikin Mudik 2025 Nyaman
“FTIK mengerahkan drone pemetaan, GPS Geodetik, serta perangkat lunak analisis spasial untuk mengidentifikasi penyebab genangan air secara akurat.
“Kami juga mengirimkan tim mahasiswa terlatih untuk membantu pengumpulan data di lapangan,” ujar Roy Candra, dikutip pada Selasa, 6 Mei 2025.
Pengambilan data lapangan secara langsung di Kawasan Pelabuhan Bakauheni telah dilaksanakan pada Senin, 5 Mei 2025, dikoordinasi oleh dosen Prodi Geomatika, Redho Surya Perdana, dan Rizky Ahmad Yudanegara.
Data yang dikumpulkan meliputi citra udara kawasan pelabuhan untuk merekam kontur lahan, jalur air, dan kawasan hidrologi, serta data pendukung lainnya.
Data-data ini selanjutnya akan diolah dan dianalisis oleh tim dosen lintas prodi yang tergabung dalam grup Research in Flood.
Cari Penyebab Itera-ASDP Kaji Air Menggenang di Bakauheni
Tim ini melibatkan keahlian di berbagai bidang, seperti hidrologi oleh M. Gilang Indra Mardika (Teknik Sipil), analisis spasial oleh Valendya Rilansari (PWK), kajian lanskap oleh Zulvita Amanda (Arsitektur Lanskap), dan tim lain yang relevan.
Dalam proses survei tersebut, tim Itera diterima oleh General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Bakauheni, Syamsudin, yang diwakili Manajer Teknik, Hendri Irawan.
Baca juga : Stop Impor Tapioka! Samsudin Minta ASDP Kawal Pelabuhan Bakauheni
Hendri Irawan menyatakan harapannya bahwa kajian komprehensif yang dilakukan tim Itera dapat memberikan pemahaman mendalam mengenai penyebab genangan air di Pelabuhan Bakauheni.
“Hasil kajian ini sangat bermanfaat bagi pihak ASDP dalam merumuskan langkah-langkah mitigasi untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang,” ujar Hendri.
Kolaborasi antara Itera dan ASDP ini diharapkan menjadi model kerja sama berbasis riset yang berkelanjutan dan dapat diterapkan oleh berbagai pihak untuk mengatasi permasalahan lingkungan, termasuk banjir.
Ketua Tim Itera, Arif Rohman, berharap hasil kajian ini dapat memberikan masukan berharga bagi ASDP terkait berbagai faktor penyebab genangan air, seperti jalur sungai, fungsi lahan sekitar kawasan, hingga potensi debit air dari perbukitan saat curah hujan tinggi.
“Selain kajian teknis mendalam, FTIK juga siap memberikan rekomendasi jangka panjang berupa desain infrastruktur pengendali air dan sistem drainase berkelanjutan,” tambah Arif.
Hasil kajian penyebab genangan air di Pelabuhan Bakauheni tersebut nantinya akan menjadi bahan diskusi lintas pihak.
Dengan melibatkan ASDP, Pemerintah Provinsi Lampung, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, hingga Balai Besar Wilayah Sungai Mesuji Sekampung (BBWS-MS), guna merumuskan solusi terpadu.
Baca juga : Antisipasi Cuaca Ekstrem, ASDP Batasi Tiket Penumpang di Bakauheni
