Media Network
Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    No Result
    View All Result
    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai

    Home » Saburai » Cegah Gajah Keluar Hutan, TNWK Bangun Tanggul dan Pagar Sepanjang Puluhan Kilometer

    Cegah Gajah Keluar Hutan, TNWK Bangun Tanggul dan Pagar Sepanjang Puluhan Kilometer

    by Irjen
    19/01/2026
    in Saburai
    Cegah Gajah Keluar Hutan, TNWK Bangun Tanggul dan Pagar Sepanjang Puluhan Kilometer

    Ilustrasi: Pembangunan infrastruktur fisik berupa tanggul dan pagar pembatas di perbatasan TN Way Kambas (TNWK) sebagai strategi terpadu untuk mencegah gajah liar masuk ke pemukiman warga. Foto: Arsip Lappung/I/DBS

    Share on FacebookShare on Twitter

    Lappung – Balai Taman Nasional Way Kambas (TNWK) memperketat pengamanan batas kawasan untuk menekan konflik gajah liar dan manusia.

    Tidak sekadar patroli, strategi kini bergeser ke pembangunan infrastruktur fisik atau hard barrier di titik-titik rawan pelintasan satwa.

    Baca juga : Way Kambas Tutup! Dampak Konflik Gajah vs Manusia Kian Runcing

    Kepala Balai TNWK, MHD Zaidi, menyatakan pendekatan parsial sudah tidak efektif.

    Diperlukan pembatas permanen agar kawanan gajah tetap berada di koridor konservasi dan tidak menerobos lahan warga.

    “Kita butuh strategi terpadu. Infrastruktur ini berfungsi vital sebagai barrier alami maupun buatan untuk meminimalisir interaksi negatif di wilayah penyangga,” tegas Zaidi, Senin, 19 Januari 2026.

    Proyek Fisik TNWK

    Berdasarkan pemetaan lapangan, sejumlah infrastruktur pengaman akan dibangun di lokasi zona merah konflik. Berikut rinciannya:

    • Sektor Way Jepara: Pembangunan tanggul dan kanal sepanjang 11 kilometer di perbatasan kecamatan.
    • Muara Jaya – Margahayu: Konstruksi pagar pengaman (fencing) membentang sejauh 18 kilometer.
    • Lintasan Rawan: Pembuatan Tembok Penahan Tanah (TPT) sepanjang 21 kilometer di jalur gajah wilayah Utara hingga Selatan.
    • Batas Sungai: Penguatan pembatas permanen di alur sungai (Way Pegadungan, Way Seputih, Kuala Penet) dengan total panjang 60 kilometer.

    Zaidi mencontohkan efektivitas tanggul sepanjang 12 kilometer di sisi Utara yang dibangun Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).

    Baca juga : Cegah Korban Baru, Ini 3 Solusi Mendesak Muhammadiyah Lamtim Atasi Konflik Gajah TNWK

    Konstruksi tersebut terbukti kokoh menghalau gajah, sehingga model serupa perlu direplikasi secara masif.

    Selain memperkuat benteng fisik, TNWK memastikan ketersediaan pakan di dalam hutan.

    Jika pakan melimpah, motif gajah keluar kawasan bisa diredam.

    Tercatat selama periode 2021–2024, pemulihan ekosistem telah dilakukan seluas 1.286,84 hektare.

    Program ini mencakup reforestasi tanaman pakan dan rehabilitasi mangrove.

    Zaidi menekankan, realisasi proyek infrastruktur ini membutuhkan anggaran besar.

    Pihaknya membuka peluang kolaborasi pembiayaan lintas sektor, baik dari pemerintah pusat, daerah, maupun swasta.

    “Kolaborasi adalah kunci. Dengan infrastruktur yang kuat dan habitat yang pulih, kita optimis konflik gajah bisa ditekan signifikan,” pungkasnya.

    Baca juga : Diseruduk Gajah Saat akan Memancing, Warga Lampung Timur Kritis

    Tags: Berita LampungGajah SumateraKonflik Gajah ManusiaKonservasi AlamLampungLampung TimurMHD ZaidiMitigasi Konflik SatwaPagar Pembatas GajahTaman Nasional Way KambasTN Way KambasTNWKWay Kambas
    ShareTweetSendShare
    Previous Post

    Demi Koperasi Merah Putih, Dana Desa Lampung Disunat 66 Persen

    Next Post

    Strategis bagi Industri, PGN LNG Jaga Stabilitas Gas Bumi via FSRU Lampung

    Related Posts

    Saburai

    Bernard dari Nestle Ambil Berkas, Bursa Calon Ketua Apindo Lampung Makin Panas

    19/06/2026
    Saburai

    Dua Bakal Calon Ketua Apindo Lampung: Tatang Rohadi dan Junaedi Maju

    19/06/2026
    Saburai

    Modernisasi Pertanian: Jembatan Pemerataan Ekonomi dan Kesejahteraan Petani Lampung

    19/06/2026
    Load More

    Populer Minggu Ini

    • Apa Perbedaan AMOLED dan IPS LCD: Mana yang Lebih Baik?

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Apa Saja Perbedaan 4G dan 5G? Inilah Penjelasan Lengkapnya yang Wajib Anda Ketahui

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Uji Coba Strategis PTPN I di Kebun Rejosari Natar

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Mengapa Proyek Sorgum Skala Besar Kerap Mengalami Kegagalan?

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Potensi Emas Hijau: Udang Galah Rawa Jitu dan Mesuji Timur Melambung

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Panduan Lengkap Investasi Reksadana untuk Pemula: Mengenal Tentang Investasi Reksadana

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Bisnis Dan Kemitraan
    • Disclaimer
    • Term Of Service
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Lappung

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved

    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved

    Exit mobile version