Lappung – Cuaca panas Lampung bikin penasaran BMKG sebut siklon tropis biang keroknya.
Suhu panas ekstrem yang melanda sejumlah wilayah di Lampung belakangan ini menimbulkan pertanyaan di kalangan masyarakat.
Baca juga : Datang Terlambat. BMKG: Awal Musim Hujan di Lampung Diprediksi November
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) akhirnya mengungkap penyebab cuaca panas tersebut.
Menurut BMKG, fenomena ini dipicu oleh keberadaan 2 siklon tropis yang aktif, yakni Siklon Trami di Laut Cina Selatan dan Siklon Kong-Rey di Pasifik Timur.
Meski saat ini Siklon Trami telah punah, Siklon Kong-Rey yang masih aktif terus memengaruhi cuaca di beberapa daerah di Indonesia, termasuk Lampung.
“Dampak tidak langsung dari Siklon Kong-Rey membuat aliran udara tertarik menuju pusat siklon, mengakibatkan minimnya pembentukan awan di sekitar Lampung.
Cuaca Panas Lampung Bikin Penasaran BMKG: Siklon Tropis Biang Keroknya
Hasilnya, sinar matahari menghantam langsung tanpa halangan awan, sehingga suhu terasa lebih panas,” jelas pihak BMKG dalam keterangan resminya, Kamis, 31 Oktober 2024.
Minimnya Awan
BMKG menjelaskan, minimnya awan yang terbentuk di langit Lampung juga menyebabkan suhu panas tidak hanya terasa di siang hari, tetapi bertahan hingga malam.
Baca juga : BMKG: Lampung Terdampak El Nino
Tanpa awan, tidak ada penutup yang menahan panas bumi yang dilepaskan saat malam, sehingga hawa panas tetap bertahan.
Selain itu, minimnya curah hujan yang biasanya membantu menyejukkan wilayah turut memperburuk situasi.
“Kelembapan udara terserap oleh pusat siklon, sehingga peluang hujan di wilayah Lampung berkurang,” ujar BMKG.
Kurangnya hujan menyebabkan permukaan tanah tetap kering dan suhu tidak berkurang, menjadikan panas semakin intens sepanjang hari.
Posisi Matahari Perparah Panas di Lampung
Menurut BMKG, suhu panas ini juga diperparah oleh posisi matahari yang tengah berada lebih dekat dengan garis ekuator.
Kondisi ini umum terjadi pada bulan Oktober di wilayah selatan garis khatulistiwa, seperti Lampung, yang menerima radiasi matahari lebih langsung.
Akibatnya, suhu permukaan naik signifikan, terutama pada siang hari, membuat cuaca terasa lebih menyengat.
Baca juga : Bandarlampung Menguap Panas, 81 Hari Terasa Seperti di Oven
Kecepatan Angin Memicu Udara Kering dan Panas
Faktor lain yang menambah suhu ekstrem di Lampung adalah angin yang bergerak dari Samudra Hindia, membawa udara panas yang terpapar sinar matahari.
“Hembusan angin yang kering dan panas ini memperparah sensasi panas di Lampung, terutama pada siang hari,” ungkap BMKG.
Udara kering ini bukan hanya membuat suhu udara tinggi, tetapi juga mengurangi kelembapan yang biasanya berfungsi sebagai penyejuk alami.
BMKG Himbau Masyarakat Waspada
BMKG mengimbau masyarakat agar mengurangi aktivitas di luar ruangan pada siang hari dan tetap menjaga kondisi tubuh tetap terhidrasi.
“Waspadai gejala dehidrasi dan hindari berada di luar ruangan pada jam-jam terik,” pesan BMKG.
Fenomena suhu ekstrem ini diperkirakan masih akan berlangsung selama beberapa hari ke depan.
BMKG akan terus memantau perkembangan kondisi cuaca dan memberikan pembaruan jika ada perubahan signifikan.
Baca juga : Waspada! Lampung Berisiko Tinggi Terkena Gempa Megathrust




Lappung Media Network