Lappung – Lampung berisiko tinggi terkena gempa megathrust.
Provinsi Lampung kembali mendapat sorotan serius dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).
Baca juga : 13 Desa di Mesuji Rawan Banjir
Dalam peringatan terbarunya, BMKG menegaskan bahwa wilayah Lampung termasuk dalam zona rawan yang sangat rentan terhadap gempa megathrust.
Megathrust sendiri sebuah jenis gempa berkekuatan besar yang berpotensi memicu tsunami dahsyat.
BMKG menyebut bahwa sejumlah wilayah di Indonesia, termasuk Lampung, terletak di pertemuan beberapa lempeng tektonik aktif.
Kondisi ini menjadikan wilayah tersebut rentan terhadap guncangan gempa berkekuatan tinggi.
“Potensi gempa megathrust di Lampung tidak bisa diabaikan.
Sejarah telah menunjukkan bahwa gempa besar di wilayah ini dapat memicu tsunami dengan kerusakan yang luas,” tulis BMKG Lampung, dikutip dari akun Instagram resminya @bmkglampung, Minggu, 25 Agustus 2024.
Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lampung mengonfirmasi kekhawatiran ini.
“Beberapa zona di Lampung telah terdeteksi sebagai wilayah yang berpotensi terancam saat gempa megathrust terjadi.
Baca juga : 6 Titik Jalan Tol Trans Sumatera Rawan Karhutla
“Daerah pesisir seperti Pesisir Barat, Pesisir Tanggamus, Pesisir Pesawaran, Pesisir Lampung Selatan, dan Pesisir Bandar Lampung adalah yang paling rentan,” ujarnya.
Berdasarkan catatan sejarah, kawasan Pantai Barat Lampung, dari Krui hingga Bengkunat, pernah mengalami gempa kuat dan tsunami.
Potensi ancaman di masa depan masih tetap ada.
“Wilayah ini telah menunjukkan kerentanannya sejak lama, dan dengan adanya zona subduksi yang panjang.
“Risiko terulangnya bencana serupa sangat besar,” tambah BMKG Lampung dalam unggahan di akun Instagram resminya.
Waspada! Lampung Berisiko Tinggi Terkena Gempa Megathrust
Penting untuk diingat bahwa gempa-gempa besar di Indonesia, seperti Gempa Aceh 2004 dan Gempa Mentawai 2010, membawa dampak yang sangat dahsyat.
Baca juga : Polres Pesisir Barat Temukan 3 Lokasi Rawan Karhutla
Ribuan korban jiwa dan kerugian material yang luar biasa besar menjadi bukti betapa mengerikannya ancaman ini.
Masyarakat Lampung diimbau untuk tidak panik, namun tetap memperkuat kesiagaan dan kesiapan.
“Gempa besar mungkin terasa seperti ancaman yang tidak terlihat, tetapi sejarah mengingatkan kita bahwa bahaya itu nyata dan selalu mengintai.
“Wilayah seperti Sumatra, Jawa, dan Nusa Tenggara terus berada dalam risiko,” ungkap BMKG.
Menanggapi ancaman ini, BPBD Lampung telah mengambil langkah-langkah antisipasi.
Mitigasi bencana menjadi fokus utama dengan tujuan meminimalisasi dampak jika gempa besar benar-benar terjadi.
Masyarakat pesisir, yang memiliki risiko besar saat gempa berlangsung, harus tahu bagaimana cara menyelamatkan diri ke tempat yang aman.
Tak hanya itu, BMKG juga telah mengembangkan dan mengoperasikan teknologi peringatan dini yang dapat memantau aktivitas seismik secara real-time.
Teknologi ini diharapkan dapat memberikan peringatan yang cukup bagi masyarakat untuk menyelamatkan diri dari ancaman gempa dan tsunami.
“Masyarakat perlu saling mengedukasi dan meningkatkan kesadaran mengenai ancaman gempa dan tsunami. Ini adalah langkah penting dalam mengurangi dampak bencana,” imbau BMKG.
Semua pihak, mulai dari pemerintah hingga masyarakat, harus bergerak bersama-sama dalam menghadapi ancaman ini.
Dengan potensi ancaman yang nyata di depan mata, kesadaran dan kesiapsiagaan menjadi kunci utama untuk melindungi diri dan orang-orang tercinta dari bencana yang mungkin terjadi kapan saja.
Baca juga : Lampung Rawan Netralitas ASN





Lappung Media Network