Lappung
Lappung Media Network Media Network
Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    No Result
    View All Result
    Lappung
    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai

    Home » Pemerintahan » Di Tengah Perlambatan Nasional, Lampung Masuk Zona Hijau Realisasi Belanja

    Di Tengah Perlambatan Nasional, Lampung Masuk Zona Hijau Realisasi Belanja

    Irzon Dwi Darma by Irzon Dwi Darma
    20/10/2025
    in Pemerintahan
    Di Tengah Perlambatan Nasional, Lampung Masuk Zona Hijau Realisasi Belanja

    Rakor Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) yang dipimpin virtual oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian. Foto: Diskominfotik Lampung

    Share on FacebookShare on Twitter

    Lappung – Kinerja Pemerintah Provinsi Lampung mendapat apresiasi dari pemerintah pusat setelah berhasil masuk dalam zona hijau realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

    Capaian ini menempatkan Lampung di peringkat ke-8 nasional.

    Baca juga : Investasi Baru di Lampung Timur, Pabrik Sawit PT PSM Siap Dongkrak Ekonomi Lokal

    Fakta tersebut terungkap dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) yang dipimpin virtual oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, Senin, 20 Oktober 2025.

    Rakor ini turut diikuti Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, dari Ruang Rapat Sakai Sambayan, Bandarlampung.

    Dalam pemaparannya, Mendagri menyoroti kinerja realisasi belanja daerah secara nasional per 30 September 2025 yang baru mencapai 56,07 persen.

    Angka ini tercatat sedikit menurun dibandingkan periode yang sama tahun lalu (57,20 persen).

    Kondisi itu diperparah dengan besarnya dana pemerintah daerah yang justru mengendap di perbankan.

    Tito mengungkapkan, data Bank Indonesia menunjukkan ada Rp233 triliun dana Pemda yang belum termanfaatkan.

    “Kalau dana itu tersimpan terlalu lama, ekonomi daerah bisa terhambat.

    “Padahal, realisasi APBD adalah salah satu mesin utama pertumbuhan ekonomi nasional,” tegas Tito Karnavian.

    Ia menegaskan, pemerintah pusat terus memantau kinerja daerah.

    Daerah dengan serapan rendah akan dievaluasi, sementara yang berkinerja baik, seperti Lampung, akan mendapat apresiasi dan insentif.

    Peringatan lebih keras disampaikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, yang juga hadir dalam rakor tersebut.

    Ia menyebut angka dana mengendap di bank bahkan mencapai Rp234 triliun.

    “Kalau uang daerah mengendap di pusat, bank daerah tidak bisa berputar, pelaku usaha kesulitan meminjam, dan ekonomi lokal terhambat.

    “Uang publik harus bekerja untuk rakyat,” ujarnya.

    Menkeu menyoroti tajam penurunan belanja modal yang anjlok lebih dari 31 persen dan belanja barang/jasa yang turun 10,5 persen secara nasional.

    Baca juga : APBD 2026 Lampung Fokus 3 Sektor: Ekonomi, Jalan, dan Pendidikan Gratis

    “Ini artinya perputaran ekonomi daerah masih lambat. Jangan tunggu akhir tahun baru belanja,” tegas Purbaya.

    Sementara, di tengah kritik tajam terhadap kinerja nasional tersebut, Provinsi Lampung justru menunjukkan performa sebaliknya.

    Berdasarkan data yang dipaparkan pemerintah pusat, Lampung masuk dalam kategori zona hijau dengan menempati peringkat ke-8 nasional.

    Kinerja ini didukung oleh keseimbangan fiskal yang baik.

    Tercatat, realisasi pendapatan Provinsi Lampung telah mencapai 62,11 persen, sementara realisasi belanja berhasil mengimbangi di angka 61,69 persen.

    Tak hanya sukses dalam akselerasi belanja, Lampung juga berhasil dalam pengendalian harga.

    Tingkat inflasi Provinsi Lampung tercatat hanya 1,2 persen, jauh lebih rendah di bawah rata-rata nasional yang berada di angka 2,65 persen.

    Mendagri Tito optimistis, jika semua daerah bergerak serempak mempercepat belanja seperti yang ditunjukkan Lampung dan menjaga inflasi, target pertumbuhan ekonomi nasional di kisaran 6 persen pada akhir tahun dapat tercapai.

    “Kalau semua daerah bergerak, target pertumbuhan ekonomi nasional akan mudah dicapai,” pungkas Tito.

    Baca juga : Lampung Jadi Juara 3 Pertumbuhan Ekonomi, Dijuluki The King of Sumatera oleh BI 

    Tags: APBD LampungDana Daerah MengendapInflasi LampungLampungMendagri Tito KarnavianMenkeu Purbaya Yudhi SadewaPemprov LampungPertumbuhan EkonomiRahmat Mirzani DjausalRakor TPIDRealisasi AnggaranZona Hijau APBD
    ShareTweetSendShare
    Previous Post

    Dari Probolinggo untuk Pangan Indonesia

    Next Post

    Derita Semen Padang Berlanjut, Takluk dari Bhayangkara Presisi Lampung FC di Kandang

    Related Posts

    BPHTB Dipangkas Layanan Pertanahan Kota Palangka Raya Makin Ngebut
    Pemerintahan

    BPHTB dan Pertanahan: Integrasi Pelayanan Dipercepat

    11/08/2026
    Ombudsman RI Uji Kualitas Pelayanan Kantor Pertanahan Kota Palangka Raya__
    Pemerintahan

    Ombudsman Uji Layanan BPN Palangka Raya

    06/08/2026
    Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Fahri Hamzah bertemu Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X membahas transformasi perkotaan nasional.
    Pemerintahan

    Fahri Hamzah: Presiden Prabowo Siapkan Revolusi Kota

    16/07/2026
    Load More

    Populer Minggu Ini

    • Bupati Ela Sulap Lahan Kering

      Dari Sawah Tadah Hujan ke Swasembada, Bupati Ela Sulap Lahan Kering Jadi Lumbung Pangan

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Dari Pramuka hingga Pengacara Rakyat, Gemblengan Organisasi yang Membentuk WFS

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Infrastruktur Lampung 2026, Rp1,25 Triliun untuk 62 Ruas Jalan

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Kemiskinan Lampung Turun ke 9,31 Persen, IPM Naik Signifikan

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Pertumbuhan Ekonomi Lampung 5,58 Persen, Tertinggi Sepuluh Tahun

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • BPHTB dan Pertanahan: Integrasi Pelayanan Dipercepat

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Bisnis Dan Kemitraan
    • Disclaimer
    • Term Of Service
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Lappung

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved

    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    Lappung Media Network Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved