Lappung
Lappung Media Network Media Network
Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    No Result
    View All Result
    Lappung
    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai

    Home » Pemerintahan » Diguyur Bansos Rp22,96 Triliun, Angka Kemiskinan Lampung Diklaim Turun Jadi 10 Persen

    Diguyur Bansos Rp22,96 Triliun, Angka Kemiskinan Lampung Diklaim Turun Jadi 10 Persen

    Irjen by Irjen
    20/11/2025
    in Pemerintahan
    Diguyur Bansos Rp22,96 Triliun, Angka Kemiskinan Lampung Diklaim Turun Jadi 10 Persen

    Ilustrasi dana bantuan sosial. Foto: Istimewa

    Share on FacebookShare on Twitter

    Lappung – Intervensi pemerintah pusat melalui berbagai skema bantuan sosial (bansos) di Provinsi Lampung menelan anggaran hingga Rp22,96 triliun.

    Angka akumulatif itu tercatat dalam pembukuan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kementerian Keuangan Lampung selama periode Januari 2020 hingga Oktober 2025.

    Baca juga : Lampung Rilis Angka Kemiskinan Terbaru, Standar Hidup Naik Lagi?

    Besarnya gelontoran dana APBN tersebut diklaim menjadi faktor kunci melandainya persentase penduduk miskin di Bumi Ruwa Jurai.

    Kepala Kantor Wilayah DJPb Kemenkeu Lampung, Purwadhi Adhiputranto merinci, tren penyaluran bansos mengalami fluktuasi seiring kondisi perekonomian nasional.

    Pucuk penyaluran tertinggi terjadi saat pandemi menghantam pada 2020 dan 2021.

    “Perkembangan belanja sosial APBN regional Lampung selama Januari 2020 sampai Oktober 2025 mencapai Rp22,96 triliun,” kata Purwadhi, dilansir pada Kamis, 20 November 2025.

    Secara spesifik, realisasi pada tahun 2020 menyentuh Rp4,59 triliun, kemudian naik tipis menjadi Rp4,66 triliun di tahun 2021.

    Memasuki fase pemulihan, angka penyaluran mulai terkoreksi menjadi Rp4,51 triliun (2022), Rp3,37 triliun (2023), dan Rp3,08 triliun (2024).

    “Sedangkan untuk tahun 2025 ini, realisasi hingga Oktober tercatat sebesar Rp2,72 triliun,” paparnya.

    Dana triliunan rupiah tersebut tidak hanya menyasar satu jenis bantuan.

    Purwadhi menjelaskan, pemerintah menyebar anggaran lewat berbagai program strategis.

    Mulai dari Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM), Bantuan Sosial Tunai (BST), hingga bantuan sembako.

    Selain itu, jaring pengaman sosial juga diberikan lewat subsidi upah guru honorer, kuota internet pendidikan, Program Keluarga Harapan (PKH), Kartu Prakerja, hingga bantuan biaya pendidikan (UKT) dan atensi anak yatim piatu.

    Baca juga : Garis Kemiskinan Naik, Namun Jumlah Penduduk Miskin di Lampung Justru Berkurang

    Menurut Purwadhi, derasnya aliran dana pusat ke daerah memberikan dampak nyata pada statistik kesejahteraan masyarakat.

    Data menunjukkan adanya penurunan konsisten pada angka kemiskinan umum maupun ekstrem.

    Ia membandingkan kondisi September 2020 di mana tingkat kemiskinan Lampung masih berada di level 12,76 persen.

    Namun, per Maret 2025, angka tersebut berhasil ditekan hingga ke level 10 persen.

    “Tingkat kemiskinan ekstrem juga turun, di 2023 sebesar 1,32 persen dan pada 2024 hanya tinggal 0,90 persen,” tegasnya.

    Sekadar diketahui, berdasarkan sebaran wilayah, Kabupaten Lampung Timur menjadi daerah dengan persentase penyerapan bansos tertinggi yakni 11,57 persen.

    Posisi ini diikuti oleh Lampung Utara sebesar 10,76 persen dan Lampung Selatan 10,20 persen.

    Sementara itu, daerah dengan serapan bansos terendah didominasi wilayah dengan jumlah penduduk relatif lebih sedikit atau perkotaan, seperti Kota Metro yang hanya 1,28 persen, Mesuji 2,24 persen, dan Pesisir Barat 2,32 persen.

    Baca juga : Infrastruktur Jadi Kendala Utama Pengentasan Kemiskinan di Lampung

    Tags: Angka Kemiskinan LampungBansos Kemiskinan EkstremBansos LampungBantuan Sosial 2025Berita LampungDJPb Kanwil LampungEkonomi LampungInfo Bansos TerkiniPurwadhi AdhiputrantoRealisasi APBN Lampung
    ShareTweetSendShare
    Previous Post

    Jember: Dari Aroma Tembakau Dunia, Menuju Gurihnya Edamame Global

    Next Post

    Tarif Tol Bakauheni-Terbanggi Besar Naik, Jarak Terjauh Tembus Rp500 Ribu

    Related Posts

    Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Fahri Hamzah bertemu Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X membahas transformasi perkotaan nasional.
    Pemerintahan

    Fahri Hamzah: Presiden Prabowo Siapkan Revolusi Kota

    16/07/2026
    Kantah Banyuasin Matangkan Persiapan Raih Predikat WBK Perkuat Zona Integritas3
    Pemerintahan

    Matangkan Predikat WBK Pembangunan Zona Integritas

    16/07/2026
    Kantor Pertanahan Kota Palangka Raya Gelar Supervisi Redistribusi Tanah
    Pemerintahan

    BPN Kalteng Genjot Kualitas Redistribusi Tanah

    15/07/2026
    Load More

    Populer Minggu Ini

    • 6 Superfood Lokal Indonesia yang Kaya Nutrisi

      6 Superfood Lokal Indonesia yang Kaya Nutrisi: Pilihan Makanan dengan Manfaat Luar Biasa

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • 6 Tanda Kolesterol Tinggi pada Usia Muda: Gejala, Penyebab, dan Cara Mencegahnya

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • 9 Gejala Awal Diabetes yang Sering Diabaikan: Kenali Tanda Kadar Gula Darah Tinggi pada Tubuh

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Mengapa Ekspor Kakap Putih Malaysia ke Thailand Macet Total?

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Membidik Pasar Thailand dari Pesisir Mesuji dan Tulang Bawang

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Strategi Hilirisasi Industri dan Penetrasi Pasar: Kunci Ketahanan Ekonomi Lampung

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Bisnis Dan Kemitraan
    • Disclaimer
    • Term Of Service
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Lappung

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved

    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    Lappung Media Network Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved