Lappung – Pelantikan Dony Oskaria sebagai Kepala Badan Pengatur Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) oleh Presiden Prabowo Subianto pada Rabu, 8 Oktober 2025 menjadi sinyal kuat dimulainya reformasi besar-besaran di tubuh perusahaan pelat merah.
Penunjukan seorang profesional dengan rekam jejak korporasi yang mumpuni ini dinilai sebagai langkah strategis untuk mendorong BUMN menjadi lebih efisien, kompetitif, dan berdaya saing global.
Baca juga : Puisi untuk Dony Oskaria
Menurut Eksponen 98, Mahendra Utama, pilihan Prabowo terhadap Dony adalah sebuah langkah jitu yang penuh perhitungan.
Di tengah tuntutan publik agar BUMN dikelola secara profesional, kehadiran Dony dianggap membawa angin segar.
“Presiden Prabowo tampaknya memahami betul bahwa reformasi BUMN membutuhkan sosok dengan mindset korporat yang kuat, bukan sekadar birokrat administratif,” ujar Mahendra, Kamis, 9 Oktober 2025.
Langkah iru sejalan dengan transformasi kelembagaan dari Kementerian BUMN menjadi BP BUMN.
Perubahan ini, kata Mahendra, bertujuan untuk memisahkan dengan tegas fungsi pemerintah sebagai regulator dan pengawas dengan kegiatan operasional bisnis BUMN.
Dengan demikian, tumpang tindih kebijakan yang selama ini kerap terjadi dapat dihindari.
“Dalam posisi ini, Dony akan berperan sebagai regulator yang menjaga keseimbangan antara kepentingan publik, profitabilitas, dan transparansi,” tambahnya.
Rekam Jejak
Dony Oskaria bukanlah nama baru dalam dunia bisnis dan pemerintahan.
Pria kelahiran Tanjung Alam, Sumatera Barat, 26 September 1969 ini memiliki pengalaman panjang dan reputasi cemerlang di berbagai sektor.
Lulusan Hubungan Internasional Universitas Padjadjaran dan peraih gelar MBA dari Asian Institute of Management, Filipina ini telah malang melintang di industri perbankan, pariwisata, hingga penerbangan.
Baca juga : Dony Oskaria Jadi Plt Menteri BUMN, Mahendra Utama: Sinergi Ini Bawa Manfaat Besar
Sebelum dilantik menjadi Kepala BP BUMN, Dony menjabat sebagai Wakil Menteri BUMN.
Ia juga merupakan salah satu tokoh kunci di balik transformasi holding BUMN pariwisata dan aviasi, InJourney, sebagai Direktur Utama periode 2021-2024.
Kiprahnya di sektor swasta juga tak kalah mentereng, dengan menduduki berbagai posisi strategis di CT Corp, termasuk sebagai Direktur Utama di berbagai anak perusahaannya dan sempat menjadi Komisaris di PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk.
Mahendra Utama menyoroti bahwa pengalaman Dony yang matang di dunia usaha menjadi modal krusial.
“Kiprahnya di berbagai perusahaan nasional membuktikan kemampuannya membawa entitas bisnis menuju tata kelola yang lebih sehat dan berdaya saing tinggi,” jelasnya.
Sebagai Kepala BP BUMN, Dony Oskaria mengemban tugas dan wewenang yang sangat luas.
Ia bertanggung jawab menentukan arah kebijakan strategis, menetapkan indikator kinerja utama (KPI) bagi direksi, hingga memberikan persetujuan untuk aksi korporasi besar seperti restrukturisasi dan privatisasi.
Tantangan ini menuntut integritas tinggi dan visi yang jauh ke depan.
“Gaya kepemimpinannya yang sistematis dan berbasis hasil akan menjadi modal penting dalam mengarahkan BUMN agar lebih modern, efisien, dan berorientasi nilai tambah,” kata Mahendra.
Publik kini menaruh harapan besar di pundak Dony.
Transformasi BUMN menjadi pilar ekonomi nasional yang produktif, transparan, dan bebas dari intervensi non-profesional menjadi pertaruhan utamanya.
“Di tangan pemimpin dengan reputasi kuat seperti Dony, visi Prabowo untuk menjadikan BUMN mesin pembangunan bangsa bukan sekadar retorika, melainkan arah baru yang realistis dan terukur,” tutup Mahendra.
Baca juga : Menata Ulang Masa Depan BUMN
