Lappung – Dugaan ijazah abal-abal Aries Sandi serahkan validasi ke KPU Pesawaran.
Calon Bupati Pesawaran nomor urut 1, Aries Sandi Darma Putra, menanggapi isu yang memanas terkait dugaan ketidakabsahan ijazahnya dengan menyerahkan sepenuhnya validasi KPU setempat.
Baca juga : Tim Hukum Ali Rahman-Ayu Kecam Pernyataan Resmen Kadapi Usai Debat Pilkada Waykanan
Aries Sandi menegaskan bahwa segala perihal legitimasi ijazahnya berada di ranah penyelenggara Pilkada, bukan dirinya.
“Saya tidak pernah menanggapi. Yang berhak menanggapi adalah pihak penyelenggara Pilkada di Pesawaran, bukan saya.
“Sampaikan itu ke seluruh media di Pesawaran,” ujar Aries Sandi, dilansir pada Rabu, 30 Oktober 2023.
Pencalonan Aries Sandi dalam Pilkada Pesawaran sempat menjadi sorotan publik setelah beredar kabar mengenai dugaan ketidakabsahan ijazah Paket C yang ia gunakan sebagai salah satu syarat pencalonan.
Masyarakat mempertanyakan keabsahan surat keterangan (Suket) pengganti ijazah yang diajukan oleh Aries Sandi.
Terutama karena Suket tersebut dinilai tidak mencantumkan beberapa elemen penting, seperti nama sekolah, nomor ijazah, dan nomor induk siswa.
Menanggapi isu ini, Aries Sandi mengungkapkan bahwa dirinya sudah mengikuti seluruh prosedur dan tahapan yang diperlukan dalam proses pencalonan.
Baca juga : Tiba di Lampung, Adies Kadir Langsung Panaskan Mesin Golkar untuk Pilkada
Ia menambahkan bahwa jika ijazah asli hilang, maka surat pengganti sudah dikeluarkan oleh pihak berwenang sesuai prosedur yang berlaku.
“Kalau saya sudah mengikuti jalur prosedur. Ijazah hilang, ada surat pengganti, itu juga sudah kita serahkan,” ujarnya.
Sementara itu, pihak KPU Pesawaran belum memberikan tanggapan resmi terkait status ijazah Aries Sandi.
Namun, isu ini memancing reaksi di kalangan masyarakat yang meragukan keaslian ijazah Paket C yang digunakan oleh calon bupati tersebut.
Salah satu sumber yang tidak ingin disebutkan namanya mengungkapkan bahwa Suket tersebut dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung pada tahun 2018.
Namun tidak mencantumkan nama sekolah atau nomor induk siswa.
“Masa iya, seorang calon bupati mendaftar di KPU tahun 2024 menggunakan Suket yang diterbitkan tahun 2018? Ada apa ini?
Baca juga : PWNU Lampung: Pengurus yang Jadi Timses Pilkada Harus Nonaktif
“Mengapa Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Lampung tidak mengeluarkan suket baru di tahun ini?,” ujar sumber tersebut.
Dugaan Ijazah Abal-abal Aries Sandi Serahkan Validasi ke KPU Pesawaran
Upaya media untuk menghubungi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, juga Sulpakar, belum membuahkan hasil.
Beberapa panggilan telepon dan pesan singkat yang dikirimkan tidak direspons.
Pihak Dinas Pendidikan melalui Kepala Bidang (Kabid) SMA, Diona Katharina, menyarankan agar wartawan datang langsung ke kantor untuk memeriksa data terkait ijazah tersebut.
“Datang saja ke kantor, karena kita harus cek terlebih dahulu data ijazah itu,” kata Diona, beberapa waktu lalu.
Isu keabsahan ijazah ini memicu berbagai spekulasi dan mempertaruhkan kredibilitas Aries Sandi di mata masyarakat Pesawaran.
Di tengah proses kampanye yang semakin sengit, keputusan KPU Pesawaran untuk menindaklanjuti masalah ini akan sangat dinanti, terutama dalam menjamin kelayakan para calon pemimpin daerah.
Sampai saat ini, Aries Sandi masih bersikukuh bahwa semua persyaratan administrasi telah ia penuhi, dan menyerahkan sepenuhnya urusan validasi kepada KPU sebagai penyelenggara Pilkada.
Baca juga : Politik Uang dan Netralitas ASN Warnai Pelanggaran Pilkada Serentak di Lampung





Lappung Media Network