Lappung – Eva Dwiana wanti-wanti warga jangan bakar sampah di tengah ancaman El Nino dan musim kemarau.
Musim kemarau telah tiba dan diiringi oleh fenomena alam El Nino yang diprediksi akan berdampak ekstrem.
Baca juga : Sepanjang 2023, 54 Kasus Kebakaran Terjadi di Lampung Selatan
Sebagai respons terhadap situasi ini, Wali Kota Bandarlampung, Eva Dwiana, telah mengeluarkan peringatan keras kepada warga kota.
Eva meminta mereka untuk tidak membakar sampah dalam upaya mengurangi risiko kebakaran yang mengintai.
El Nino, sendiri adalah sebuah fenomena alam yang terjadi secara periodik, ditandai oleh peningkatan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik tengah dan timur.
Dampaknya meluas ke seluruh dunia, termasuk Indonesia, juga Provinsi Lampung, yang sering mengalami musim kemarau yang lebih panjang dan ekstrem saat El Nino muncul.
Baca juga : 6 Titik Jalan Tol Trans Sumatera Rawan Karhutla
Hal ini meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan yang dapat menyebabkan kerugian ekonomi yang besar serta masalah kesehatan akibat asap yang meracuni udara.
Wali Kota Eva Dwiana, diwakili Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Bandarlampung, Anthoni Irawan, mengkonfirmasi langsung soal ini.
Wali kota, kata Anthoni, sangat menyoroti pentingnya tindakan pencegahan dalam menghadapi musim kemarau kali ini.
“Tidak henti-hentinya wali kota memberikan imbauan masyarakat agar tidak membakar sampah, karena ada petugas kebersihan yang akan membersihkan,” ujar dia, Sabtu, 26 Agustus 2023.
Eva Dwiana wanti-wanti warga jangan bakar sampah
Terlebih, sambung Anthoni, ada 12 kali kebakaran terjadi di Bandarlampung selama sepekan.
Meski tak ada korban jiwa, kerugian materil akibat belasan peristiwa itu capai ratusan juta rupiah.
Baca juga : 3 Ruko di Pasar Trimodadi Lampung Utara Terbakar
“Terbaru, ada 2 titik di TPA Bakung kemarin terbakar karena puntung rokok yang dibuang sembarangan. Tapi, telah berhasil dipadamkan,” ungkapnya.
Pihaknya pun bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandarlampung, mengaku sudah mengevaluasi faktor terjadinya kebakaran dan memetakan titik-titik rawan terbakar.
“Dikhawatirkan merambat ke pemukiman,” kata dia.
Selain untuk menghindari pembakaran sampah, pihaknya juga mendorong warga untuk mengurangi penggunaan air bersih yang berlebihan.
Pemerintah kota juga telah menyiapkan langkah-langkah darurat dalam menangani kebakaran hutan yang mungkin terjadi.
“Kami menyiagakan personel di 3 pos kecamatan yakni Kecamatan Telukbetung Timur, Telukbetung Selatan, dan Pos dari Kecamatan Bumi Waras,” jelasnya
Dengan imbauan ini, diharapkan warga akan mematuhi petunjuk tersebut dan berkontribusi dalam menjaga kota dari ancaman kebakaran yang serius selama musim kemarau ini.
“Melindungi lingkungan adalah tanggung jawab bersama, dan tindakan pencegahan adalah kunci untuk menghadapi ancaman El Nino,” tandasnya.
Baca juga : BMKG: Lampung Terdampak El Nino
