Media Network
Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    No Result
    View All Result
    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai

    Home » Gaya Hidup » Garis Kemiskinan Naik, Namun Jumlah Penduduk Miskin di Lampung Justru Berkurang

    Garis Kemiskinan Naik, Namun Jumlah Penduduk Miskin di Lampung Justru Berkurang

    by Irjen
    26/07/2025
    in Gaya Hidup
    Garis Kemiskinan Naik, Namun Jumlah Penduduk Miskin di Lampung Justru Berkurang

    Per Maret 2025, angka kemiskinan di Bumi Ruwa Jurai berhasil ditekan hingga menyentuh level 10,00 persen. Foto: Dokumentasi BPS

    Share on FacebookShare on Twitter

    Lappung – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung merilis data terbaru yang menunjukkan fenomena kontradiktif namun positif terkait tingkat kesejahteraan masyarakat.

    Per Maret 2025, angka kemiskinan di Bumi Ruwa Jurai berhasil ditekan hingga menyentuh level 10,00 persen.

    Baca juga : Beda Data BPN, BPS, Hingga DPR, Ukur ulang HGU SGC Jadi Kunci Bongkar Pajak

    Capaian ini terjadi di tengah kenaikan Garis Kemiskinan (GK) atau batas pengeluaran minimum untuk hidup layak.

    Data resmi yang dirilis pada Jumat, 25 Juli 2025 ini menunjukkan persentase penduduk miskin turun 0,69 poin persen dibandingkan kondisi Maret 2024 yang tercatat sebesar 10,69 persen.

    Secara jumlah absolut, penduduk miskin di Lampung pada Maret 2025 tercatat sebanyak 887,02 ribu orang.

    Angka ini menunjukkan penurunan signifikan sebanyak 54,21 ribu orang jika dibandingkan dengan Maret 2024 yang berjumlah 941,23 ribu orang.

    Penurunan juga terjadi jika dibandingkan dengan September 2024, di mana jumlah penduduk miskin berkurang 52,28 ribu orang.

    Fenomena menariknya adalah, penurunan angka kemiskinan ini terjadi saat Garis Kemiskinan mengalami kenaikan.

    Baca juga : Data BPS: Pengangguran Lampung Melandai Jadi 4,07 Persen, Perempuan Masih Tertinggal

    Pada Maret 2025, Garis Kemiskinan ditetapkan sebesar Rp612.451 per kapita per bulan.

    Angka iru naik 4,42 persen dibandingkan Maret 2024 yang sebesar Rp586.551.

    Kenaikan Garis Kemiskinan tersebut mengindikasikan adanya peningkatan biaya untuk memenuhi kebutuhan pokok, baik makanan maupun non-makanan.

    Komponen Garis Kemiskinan Makanan tercatat sebesar Rp457.878 (74,76 persen), sementara Garis Kemiskinan Bukan Makanan sebesar Rp154.573 (25,24 persen)

    Disparitas Kemiskinan 

    Meskipun secara agregat menurun, data BPS masih menunjukkan adanya ketimpangan tingkat kemiskinan antara wilayah perkotaan dan perdesaan.

    Persentase kemiskinan di perkotaan pada Maret 2025 berada di angka 7,49 persen, atau setara dengan 229,16 ribu orang.

    Sementara itu, persentase kemiskinan di perdesaan masih jauh lebih tinggi, yakni mencapai 11,32 persen atau setara dengan 657,85 ribu orang.

    Kendati demikian, kedua wilayah ini sama-sama menunjukkan tren perbaikan.

    Jumlah penduduk miskin di perkotaan berkurang 10,35 ribu orang dan di perdesaan berkurang 41,95 ribu orang dibandingkan September 2024.

    Baca juga : BPS: Suku Batak dan Minangkabau Ungguli Pendidikan Sarjana di Indonesia

    Menurut BPS, perbaikan tingkat kesejahteraan ini didorong oleh beberapa kondisi sosial ekonomi yang kondusif selama periode September 2024 hingga Maret 2025.

    Beberapa faktor kunci tersebut antara lain:

    • Pertumbuhan Ekonomi: Ekonomi Lampung pada Triwulan I-2025 tumbuh impresif sebesar 5,47 persen secara tahunan (y-on-y).
    • Peningkatan Konsumsi: Pengeluaran konsumsi rumah tangga juga meningkat 5,06 persen secara tahunan (y-on-y), menandakan daya beli masyarakat yang menguat.
    • Penurunan Pengangguran: Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada Februari 2025 turun menjadi 4,07 persen, dari 4,19 persen pada Agustus 2024.
    • Sektor Pertanian: Harga Gabah Kering Panen (GKP) di tingkat petani pada Maret 2025 tercatat sebesar Rp 4.853,00, sedikit lebih tinggi dari September 2024.

    Data yang bersumber dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) ini menjadi tolok ukur penting bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan pengentasan kemiskinan yang lebih tepat sasaran, terutama untuk memperkecil kesenjangan antara kota dan desa.

    Baca juga : BPS: Anak Lampung Cuma Lulus SMA

    Tags: Angka KemiskinanBadan Pusat StatistikBerita LampungBPS LampungData Kemiskinan 2025Ekonomi LampungGaris KemiskinanKemiskinan LampungPenduduk MiskinSusenas
    ShareTweetSendShare
    Previous Post

    Bhayangkara Presisi Lampung FC, Ekonomi, dan Identitas Daerah

    Next Post

    Babak Kedua: 3 Hektare Lahan di Sabah Balau Akan Ditertibkan

    Related Posts

    Gaya Hidup

    9 Gejala Awal Diabetes yang Sering Diabaikan: Kenali Tanda Kadar Gula Darah Tinggi pada Tubuh

    14/07/2026
    Gaya Hidup

    6 Tanda Kolesterol Tinggi pada Usia Muda: Gejala, Penyebab, dan Cara Mencegahnya

    12/07/2026
    Gaya Hidup

    6 Superfood Lokal Indonesia yang Kaya Nutrisi: Pilihan Makanan dengan Manfaat Luar Biasa

    11/07/2026
    Load More

    Populer Minggu Ini

    • Tiga Jurus Jitu Dorong Sukun Lampung Jadi Primadona Industri

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Lampung Lumbung Sukun Terbesar di Luar Jawa yang Terabaikan

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Menakar Dampak Sosial PSEL Lampung: Solusi TPA dan Kesehatan Publik

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Lampung Mendunia, Dua Rute Baru TransNusa dan Harapan Baru Warga

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Proyek PSEL Lampung: Mengubah Beban Sampah Menjadi Peluang Ekonomi Daerah

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Surplus Unggas Lampung Tembus Pasar Global, Danantara Gelontorkan Rp20 Triliun

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Bisnis Dan Kemitraan
    • Disclaimer
    • Term Of Service
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Lappung

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved

    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved

    Exit mobile version