Lappung
Lappung Media Network Media Network
Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    No Result
    View All Result
    Lappung
    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai

    Home » Saburai » Gerbang Sumatera Berbayar Mahal: Mengapa Biaya Logistik Lampung Tak Pernah Kompetitif

    Gerbang Sumatera Berbayar Mahal: Mengapa Biaya Logistik Lampung Tak Pernah Kompetitif

    Editor354 by Editor354
    26/07/2026
    in Saburai
    Lampung Tak Pernah Kompetitif

    Ilustrasi: OpiniMahe: Gerbang Sumatera Berbayar Mahal: Mengapa Biaya Logistik Lampung Tak Pernah Kompetitif. (Sumber Foto: Dok. Lappung.COM).

    Share on FacebookShare on Twitter

    Lappung.COM – Simak artikel OpiniMahe edisi kali ini, yang berjudul: Gerbang Sumatera Berbayar Mahal: Mengapa Biaya Logistik Lampung Tak Pernah Kompetitif.

     

    Gerbang Sumatera Berbayar Mahal: Mengapa Biaya Logistik Lampung Tak Pernah Kompetitif
    Oleh: Mahendra Utama*

     

    Lampung, Pintu Masuk yang Terjebak Biaya Tinggi

    Sebagai pintu gerbang utama pulau Sumatera, Lampung seharusnya menjadi episentrum efisiensi logistik.

    Faktanya, biaya logistik di provinsi ini justru menjadi salah satu yang paling membebani di kawasan Sumatera.

    Data Kemenko Perekonomian mencatat biaya logistik nasional masih berada di kisaran 14,29–14,5 persen terhadap PDB pada 2025 jauh di atas negara-negara ASEAN.

    Untuk wilayah Sumatera, angka ini bahkan menyentuh 20 persen, dan Lampung berada di jantung problematika tersebut.

    Tol Bakter: Tol Termahal dengan Jalan Terburuk

    Biaya tol ruas Bakauheni–Terbanggi Besar (Bakter) menjadi ilustrasi paling gamblang. Pada November 2025, tarif jarak terjauh 140 km mencapai Rp254.000 untuk golongan I.

    Rata-rata tarif per km melonjak dari Rp800 (2019) menjadi Rp1.800 per km kenaikan lebih dari 100 persen dalam enam tahun. ALFI Lampung bahkan menyebut tol ini sebagai “tol termahal di Indonesia dengan infrastruktur yang kurang baik”.

    Dampaknya? Biaya operasional truk naik 4–6 persen dan harga barang ikut terkerek.

    Infrastruktur Darat vs Kepulauan: Beban Ganda Lampung

    Berbeda dengan Kepulauan Riau (Kepri) dan Bangka Belitung (Babel) yang mengandalkan transportasi laut antar-pulau, Lampung sangat bergantung pada jalur darat yang menyumbang 73 persen biaya transportasi logistik.

    Sektor transportasi dan pergudangan Lampung memang tumbuh 16,66 persen pada 2023, namun pertumbuhan ini justru mencerminkan tingginya biaya yang harus ditanggung pelaku usaha bukan efisiensi.

    Kesenjangan Tarif yang Mencolok

    Perbandingan tarif ekspedisi dari Jakarta mengungkap fakta menarik: ke Lampung Rp10.500/kg, ke Palembang hanya Rp2.500/kg, sementara ke Padang Rp6.000/kg.

    Ironisnya, Lampung yang lebih dekat dengan Jawa justru memiliki tarif lebih tinggi daripada Sumatera Selatan. Inilah paradoks geografis yang menghantui daya saing Lampung. (*)
    —————————————————————–
    * Penulis: Mahendra Utama adalah Pemerhati Pembangunan.

    Via: M. Satria
    Tags: #EkonomiSumatera#MahendraUtama#PemerhatiPembangunanBiayaLogistikLampungDayaSaingSumateraInfrastrukturLogistikOpiniMaheTolBakter
    ShareTweetSendShare
    Previous Post

    Lampung, Lumbung Bibit Unggul Perkebunan Nasional yang Dinanti

    Related Posts

    Lumbung Bibit Unggul Perkebunan Nasional
    Saburai

    Lampung, Lumbung Bibit Unggul Perkebunan Nasional yang Dinanti

    25/07/2026
    Dosa Sosial Islam dan Peringatan Keras Rasulullah
    Saburai

    Menunda Gaji Buruh: Dosa Sosial Islam dan Peringatan Keras Rasulullah

    25/07/2026
    Simbol Rekonsiliasi Nasional PKB
    Saburai

    Konsolidasi Ideologi dan Simbol Rekonsiliasi Nasional PKB

    24/07/2026
    Load More

    Populer Minggu Ini

    • Dewan Kawasan Industri Nasional

      Dewan Kawasan Industri Nasional: Terobosan Akselerasi Hilirisasi dan Investasi Berkelanjutan

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Prabowo-Gibran Solid: Clear Facts Behind the Cabinet Seat

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Strategi Memaksimalkan Pelabuhan Panjang Sebagai Hub Ekspor-Impor Global Lampung

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Kecubung dan Ganja: Obat Penenang yang Berbeda Nasib Hukum

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Lampung, Lumbung Bibit Unggul Perkebunan Nasional yang Dinanti

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Menunda Gaji Buruh: Dosa Sosial Islam dan Peringatan Keras Rasulullah

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Bisnis Dan Kemitraan
    • Disclaimer
    • Term Of Service
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Lappung

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved

    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    Lappung Media Network Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved