Lappung – Haji 2025 tuntas sebanyak 7050 jemaah tiba di Lampung dan 19 wafat.
Proses pemulangan jemaah haji asal Provinsi Lampung tahun 1446 H/2025 M mendekati tahap akhir.
Baca juga : Fase I Usai: 3530 Jemaah Haji Lampung Tiba di Tanah Air
Namun, di balik kelancaran proses kepulangan ribuan jemaah, terselip kabar duka dengan total 19 orang jemaah yang dilaporkan meninggal dunia.
Hingga Senin, 7 Juli 2025, sebanyak 7050 jemaah haji telah tiba dengan selamat di Tanah Air melalui Debarkasi Antara Lampung.
Kloter terakhir yang menjadi penutup rangkaian kepulangan dijadwalkan akan mendarat pada Selasa, 9 Juli 2025 mendatang.
Plt Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Provinsi Lampung, Erwinto, menyatakan apresiasinya atas kelancaran penyelenggaraan haji tahun ini.
Menurutnya, kesuksesan ini adalah buah dari kolaborasi dan sinergi semua pihak yang terlibat.
Baca juga : Kloter Perdana Haji Lampung Tiba, 1 Jemaah Langsung Dirujuk ke RS
“Pelayanan haji adalah kerja besar yang membutuhkan sinergi. Kami bangga karena petugas kita mampu menjaga kualitas layanan dari awal hingga akhir.
“Ini adalah wujud komitmen pemerintah dalam memastikan jemaah menjalani ibadah dengan aman, tenang, dan layak,” kata Erwinto, Senin, 7 Juli 2025.
Ia menambahkan, evaluasi menyeluruh akan tetap dilakukan sebagai dasar untuk perbaikan dan inovasi pada musim haji berikutnya.
Haji 2025 Tuntas 7050 Jemaah Tiba di Lampung, 19 Wafat
Di sisi lain, Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kanwil Kemenag Lampung, Ansori, menyampaikan data jemaah yang wafat.
Hingga saat ini, total jemaah asal Lampung yang wafat berjumlah 19 orang.
Rinciannya, 16 orang wafat di Tanah Suci, 2 orang wafat di RS Citanala Banten setelah tiba di Indonesia, dan 1 orang wafat di RSUD Abdul Moeloek Bandarlampung sebelum sempat berangkat.
Ansori menegaskan bahwa seluruh hak jemaah yang wafat akan dipenuhi sesuai regulasi yang berlaku.
“Setiap jemaah haji yang wafat, baik di Tanah Suci maupun setelah kembali, hak-haknya tetap didapatkan secara penuh.
“Prosedurnya sudah jelas, mulai dari pengurusan jenazah, pelaporan ke Siskohat, hingga pemrosesan asuransi haji,” jelas Ansori.
Baca juga : Jemaah Haji Lampung Mulai Pulang 13 Juni, Ini Jadwal dan Skema Lengkapnya
Ia memastikan bahwa bagi jemaah yang wafat di Arab Saudi, proses pemulasaraan hingga pemakaman dilakukan oleh tim PPIH Arab Saudi.
Data kematian kemudian menjadi dasar klaim asuransi yang akan dikirimkan langsung ke rekening ahli waris.
“Kami pastikan tidak ada hak yang terabaikan,” tegasnya.
Sementara, salah satu potret perjuangan petugas haji tergambar dari kedatangan Kloter 56 JKG pada Minggu, 6 Juli 2025 malam.
Kloter ini membawa 389 jemaah, dengan mayoritas merupakan jemaah lanjut usia (lansia).
Ketua Kloter 56, Rizky Anang Saleh, menjelaskan bahwa 2 jemaah dari kloternya wafat di Tanah Suci, yakni Sufiun Salim Adam (84) dari Lampung Selatan dan Andi Alwi (75) dari Tanggamus.
Rombongan yang ia pimpin memiliki tantangan tersendiri karena dari total 389 jemaah, sebanyak 225 orang berusia di atas 60 tahun.
Bahkan, 24 jemaah di antaranya membutuhkan bantuan kursi roda secara permanen.
“Ini menjadi tantangan tersendiri dalam pengawalan, karena kondisi fisik mereka tentu lebih rentan.
“Namun alhamdulillah, dengan kerja sama tim yang solid, semua proses berjalan lancar tanpa kendala berarti,” ujar Rizky.
Ia pun mengapresiasi kesigapan tim kesehatan dan pembimbing ibadah kloter yang responsif dalam melayani kebutuhan para jemaah, terutama mereka yang berkebutuhan khusus.
Kedatangan kloter terakhir pada Selasa esok akan menjadi penanda berakhirnya seluruh fase operasional haji untuk Provinsi Lampung tahun ini.
Baca juga : Kuota Penuh, 7072 Calon Haji Lampung Telah Lunasi Biaya
