Media Network
Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    No Result
    View All Result
    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai

    Home » Gaya Hidup » Healing Forest di Tahura Wan Abdul Rachman

    Healing Forest di Tahura Wan Abdul Rachman

    by Editor
    01/11/2021
    in Gaya Hidup
    Lappung.com

    Plt Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Lampung Kusnardi (kiri) dan Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Lampung Yanyan Ruchyansyah (kanan), seusai peluncuran Healing Forest di UPTD KPH Tahura Wan Abdul Rachman, Sumber Agung, Kemiling, Minggu (31/10/2021). (Foto: Yopie Pangkey)

    Share on FacebookShare on Twitter

    Lappung – Dinas Kehutanan Provinsi Lampung berupaya mempopulerkan healing forest atau terapi hutan di UPTD KPH Tahura Wan Abdul Rachman.

    Karena adanya potensi wisata di era Pandemi Covid-19 untuk meningkatkan PAD.

    “Kita dapat melakukan wisata forest healing, wisata terapi di dalam hutan. Melihat keindahan dan mendengar suara-suara alam,” kata Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Lampung Yanyan Ruchyansyah, Minggu (31/10/2021).

    “Sehingga ketika pulang bisa lebih tenang, rileks, dan bersemangat lagi,” ucap dia.

    Wisatawan bisa masuk ke dalam hutan untuk menikmati keindahan alam atau forest healing dan menjadi kegiatan penyembuhan efektif.

    “Forest healing dapat dilakukan di hutan yang masih bagus kondisinya. Ada beberapa lokasi hutan lain selain di Taman Hutan Raya (Tahura) Wan Abdul Rachman.” ucap dia

    “Seperti di Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Bukit Punggur, KPH Batu Tegi, KPH Way Kalam, KPH Liwa, dan KPH Pesisir Barat.” kata dia.

    Semua KPH tersebut, sudah ada jalan-jalannya. Juga sudah ada Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang bisa dibina agar memiliki kesamaan persepsi dalam hal pengelolaan hutan.

    Wisata di hutan, kata dia, termasuk wisata minat khusus. Bukan wisata massal dan eceran. Sebuah aktivitas wisata yang tetap membatasi jumlah kunjungan.

    Healing Forest di Tahura Wan Abdul Rachman. Foto Yopie Pangkey

    Karena adanya pembatasan jumlah pengunjung sehingga bisa tetap menjaga kelestarian hutan. Wisata hutan ini bisa memiliki nilai jual yang lebih tinggi. Menjual daya tarik dan potensi intangibel hutan.

    Yaitu berupa keindahan alam yang alami, udara segar, suara-suara alam yang menenangkan. Dan berbagai daya tarik intangibel lainnya yang bisa dieksplorasi.

    “Kami juga turut mengundang ke acara ini kawan-kawan penyelenggara tur wisata. Yang bisa menjual paket wisata hutan. Sehingga bisa memberikan manfaat ekonomi untuk masyarakat di sekitar hutan.” Kata Yanyan.

    Via: Yopie Pangkey
    Tags: Gaya HidupHealing ForestTahura Wan Abdul Rachman
    ShareTweetSendShare
    Previous Post

    Polda Lampung Beberkan Kesehatan Jiwa Terduga Cabul

    Next Post

    Pemenang Lomba Bhayangkara Mural Piala Kapolri

    Related Posts

    Gaya Hidup

    9 Gejala Awal Diabetes yang Sering Diabaikan: Kenali Tanda Kadar Gula Darah Tinggi pada Tubuh

    14/07/2026
    Gaya Hidup

    6 Tanda Kolesterol Tinggi pada Usia Muda: Gejala, Penyebab, dan Cara Mencegahnya

    12/07/2026
    Gaya Hidup

    6 Superfood Lokal Indonesia yang Kaya Nutrisi: Pilihan Makanan dengan Manfaat Luar Biasa

    11/07/2026
    Load More

    Populer Minggu Ini

    • Dari Sawah Tadah Hujan ke Swasembada, Bupati Ela Sulap Lahan Kering Jadi Lumbung Pangan

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Infrastruktur Lampung 2026, Rp1,25 Triliun untuk 62 Ruas Jalan

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Kemiskinan Lampung Turun ke 9,31 Persen, IPM Naik Signifikan

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Pertumbuhan Ekonomi Lampung 5,58 Persen, Tertinggi Sepuluh Tahun

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Dari Pramuka hingga Pengacara Rakyat, Gemblengan Organisasi yang Membentuk WFS

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • BPHTB dan Pertanahan: Integrasi Pelayanan Dipercepat

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Bisnis Dan Kemitraan
    • Disclaimer
    • Term Of Service
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Lappung

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved

    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved

    Exit mobile version