Media Network
Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    No Result
    View All Result
    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai

    Home » Saburai » Hilirisasi Agroindustri Tanpa Kemasan, Ibarat Makanan Tanpa Bumbu

    Hilirisasi Agroindustri Tanpa Kemasan, Ibarat Makanan Tanpa Bumbu

    by Editor354
    17/08/2026
    in Saburai
    Hilirisasi Agroindustri Tanpa Kemasan

    Ilustrasi: Hilirisasi Agroindustri Tanpa Kemasan, Ibarat Makanan Tanpa Bumbu. (Sumber Foto: Dok. Lappung.COM).

    Share on FacebookShare on Twitter

    Lappung.COM – Simak artikel OpiniMahe edisi kali ini, yang berjudul: Hilirisasi Agroindustri Tanpa Kemasan, Ibarat Makanan Tanpa Bumbu.

    Hilirisasi Agroindustri Tanpa Kemasan, Ibarat Makanan Tanpa Bumbu
    Oleh: Mahendra Utama*

     

    Hilirisasi dan Kemasan Adalah Dua Sisi Mata Uang yang Sama

    Provinsi Lampung saat ini berada di garda terdepan program hilirisasi nasional. Gubernur Rahmat Mirzani Djausal menargetkan transformasi ekonomi dari penjualan bahan mentah menuju produk bernilai tambah. Bahkan, Bappenas telah berkomitmen mendukung Lampung sebagai pusat hilirisasi sektor pertanian nasional.

    Namun ada satu pertanyaan mendasar: di mana produk olahan itu akan dikemas?

    Hilirisasi tanpa kemasan yang memadai ibarat makanan tanpa bumbu, ada proses, tapi cita rasa nilai tambahnya hilang. Ini bukan sekadar kiasan, melainkan fakta ekonomi.

    Dalam teori Global Value Chain (Gereffi dkk., 2005), kemasan dan pelabelan adalah bagian dari aktivitas midstream yang menyumbang 30–40 persen nilai tambah dalam rantai pangan.

    Sementara bahan mentah hanya menyumbang 5–10 persen nilai, pengolahan 10–20 persen, dan logistik 10–15 persen. Kemasan justru berada di porsi nilai tambah terbesar. Mengabaikan kemasan berarti kehilangan sebagian besar potensi keuntungan.

    Fakta di Lampung: Kemasan Jadi Penentu Daya Saing

    Data menunjukkan baru 30 persen komoditas Lampung yang dihilirisasi, sisanya 70 persen masih dijual dalam bentuk mentah. Padahal potensi nilai komoditas Lampung mencapai lebih dari Rp100 triliun.

    Managing Director PT Buhler Indonesia, Philip de Mayer, menegaskan bahwa tantangan terbesar Lampung bukan pada kualitas bahan baku, kakao Lampung bahkan memiliki cita rasa lebih kuat dari daerah lain melainkan terbatasnya kapasitas pengolahan pascapanen.

    Keterbatasan ini mencakup kemasan. Lonjakan harga plastik akibat konflik global membuat biaya produksi UMKM melonjak, bahkan ada yang terpaksa beralih ke kemasan daun. Ini bukan solusi jangka panjang untuk produk yang ingin menembus pasar ekspor.

    Rekomendasi untuk Gubernur Mirza: Kemasan Masuk dalam Rencana Hilirisasi

    Seperti dikatakan Gubernur Mirza, “hilirisasi harus mampu memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, terutama petani, melalui peningkatan harga jual hasil panen, penciptaan lapangan kerja, hingga tumbuhnya industri pengolahan di daerah”.

    Saya menyarankan:

    1. Memasukkan industri kemasan sebagai komponen wajib dalam setiap kawasan industri yang dikembangkan, termasuk Kawasan Industri Kakao 50 hektare di Lampung Timur dan empat kawasan industri lainnya.
    2. Memberikan insentif bagi investasi pabrik kemasan plastik dan kertas di Lampung, mengingat perubahan strategi UMKM membuka peluang industri kemasan lokal yang inovatif.
    3. Membangun pusat kemasan bersama di setiap kabupaten sebagai fasilitas bagi UMKM agroindustri.

    Hilirisasi tanpa kemasan adalah setengah langkah. Jika Lampung ingin benar-benar menjadi pusat agroindustri nasional, industri kemasan harus menjadi bagian tak terpisahkan dari peta jalan pembangunan.

    Karena pada akhirnya, produk olahan yang baik pun tidak akan berarti jika tidak sampai ke tangan konsumen dalam kemasan yang layak. (*)
    ——————————————————————
    * Penulis: Mahendra Utama, Pemerhati Pembangunan.

    Via: M. Satria
    Tags: #GubernurMirza#HilirisasiLampung#MahendraUtama#PemerhatiPembangunanAgroindustriIndustriKemasanNilaiTambahOpiniMahe
    ShareTweetSendShare
    Previous Post

    Kemasan adalah Ujung Tombak Hilirisasi, Lampung Perlu Seriusi Industri Pendukung

    Next Post

    Dari Nasi Kotak sampai Kopi Kafe, Lampung Butuh Ekosistem Kemasan yang Kuat

    Related Posts

    Saburai

    KKI Melompat 69,5%, Ini Dampak Ekonomi dan Rakyat

    18/08/2026
    Saburai

    Dari Nasi Kotak sampai Kopi Kafe, Lampung Butuh Ekosistem Kemasan yang Kuat

    17/08/2026
    Saburai

    Kemasan adalah Ujung Tombak Hilirisasi, Lampung Perlu Seriusi Industri Pendukung

    17/08/2026
    Load More

    Populer Minggu Ini

    • Konflik PT BSA Memanas, DPRD Desak Evaluasi HGU dan Usut Kebakaran Mess

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Maulid Arbain Malam ke-4 di Makam Keramat Kupang, Doa untuk Kemerdekaan RI ke-81

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • PTPN Group Garap Hilirisasi Ubi Kayu, Bangun Ekosistem Terpadu Hulu-Hilir

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Lobi Gubernur Lampung di Kementan untuk Kakao 11 Ribu Hektare

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Sekolah Rakyat dan Gebrakan Pendidikan: Bukti Keberpihakan Gubernur Mirza dan Wagub Jihan pada Masa Depan Lampung

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Di Balik Penghargaan Kemendagri: Visi Besar Gubernur Mirza dan Wagub Jihan untuk Pendidikan Lampung

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Bisnis Dan Kemitraan
    • Disclaimer
    • Term Of Service
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Lappung

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved

    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved

    Exit mobile version