Media Network
Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    No Result
    View All Result
    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai

    Home » Ekonomi » Janji Pangan dan Lingkungan di Lampung: Mampukah Dinas Terkait Menjawab Tantangan Rahmat Mirzani-Jihan Nurlela?

    Janji Pangan dan Lingkungan di Lampung: Mampukah Dinas Terkait Menjawab Tantangan Rahmat Mirzani-Jihan Nurlela?

    by Irzon Dwi Darma
    06/12/2025
    in Ekonomi
    Janji Pangan dan Lingkungan di Lampung: Mampukah Dinas Terkait Menjawab Tantangan Rahmat Mirzani-Jihan Nurlela?

    Gubernur Rahmat Mirzani Djausal saat mendampingi Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, dan Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri), Komjen Pol. Dr. Dedi Prasetyo, dalam kegiatan Penanaman Jagung di Kabupaten Lampung Selatan. Foto: Adpim

    Share on FacebookShare on Twitter

    Lappung – Pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal dan Jihan Nurlela, menjadikan sektor ketahanan pangan dan lingkungan hidup sebagai salah satu prioritas utama dalam visi pembangunan mereka.

    Namun, janji politik tersebut dinilai tidak akan terwujud tanpa reformasi total di tubuh dinas-dinas terkait.

    Baca juga : Lumbung Pangan Lampung: Strategi Rahmat Mirzani Djausal Tekan Angka Kemiskinan Petani

    Pemerhati Pembangunan, Mahendra Utama, menyoroti kesiapan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis seperti Dinas Pertanian, Dinas Perkebunan, serta Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup.

    Menurutnya, program strategis kepala daerah akan mentah jika birokrasi masih bekerja dengan pola lama.

    “Visi Mirza-Jihan sangat jelas menaruh perhatian besar pada pangan dan lingkungan. Tapi muncul pertanyaan krusial, apakah mesin birokrasi di dinas terkait cukup solid mengeksekusi ini?

    “Jangan sampai program hanya bagus di atas kertas tapi gagap di lapangan,” ujar Mahendra Utama dalam keterangannya, Sabtu, 6 Desember 2025.

    Seremoni Panen

    Mahendra menegaskan, definisi ketahanan pangan saat ini tidak bisa lagi disederhanakan hanya pada angka tonase gabah saat panen raya.

    Ia menilai Dinas Pertanian dan Perkebunan harus berani keluar dari rutinitas administratif tahunan.

    “Kalau kerjanya cuma rutinitas tanam-panen yang itu-itu saja, kita akan jalan di tempat.

    “Masalah klasik seperti harga anjlok, alih fungsi lahan, dan kesejahteraan petani akan terus jadi batu sandungan,” tegasnya.

    Eksponen 98 ini mengingatkan bahwa Lampung menyandang status sebagai penyangga pangan strategis nasional versi Kementerian Pertanian.

    Status ini menuntut adanya terobosan nyata, mulai dari inovasi teknologi, perbaikan irigasi, hingga jaminan pasar.

    “Modernisasi pertanian bukan lagi pilihan, tapi keharusan.

    Baca juga : Pertarungan Ekonomi 3 Raja Lumbung Pangan Lampung: Siapa Paling Unggul dalam PDRB Per Kapita 2024?

    “Dinas harus memikirkan keberlanjutan produksi dan rantai distribusi. Petani jangan dibiarkan bertarung sendirian,” tambah Mahendra.

    Darurat Lingkungan Hidup

    Selain pangan, sektor lingkungan hidup juga menjadi sorotan tajam Mahendra.

    Ia menyebut ancaman perubahan iklim dan kerusakan ekologis di Lampung sudah di depan mata dan memerlukan penanganan serius dari Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup.

    “Lingkungan itu bukan cuma soal seremoni menanam pohon.

    “PR Dinas Kehutanan sangat berat, mulai dari menjaga hutan dari perambahan liar, masalah sampah yang menumpuk, hingga pencemaran sumber air. Penegakan aturan harus tajam dan tanpa pandang bulu,” ucapnya.

    Sosok Troubleshooter

    Guna menjawab tantangan tersebut, Mahendra Utama menyarankan agar posisi strategis kepala dinas diisi oleh figur yang kompeten dan memiliki visi jauh ke depan.

    Ia menyebut Lampung membutuhkan sosok troubleshooter, bukan sekadar birokrat yang duduk nyaman di belakang meja.

    Untuk Dinas Pertanian dan Perkebunan, Mahendra menyarankan sosok yang akrab dengan smart farming dan teknologi pascapanen.

    “Bukan zamannya lagi petani hanya menanam untuk makan sendiri.

    “Kepala dinas harus mampu mendorong petani masuk ke ranah agribisnis berorientasi ekspor dan punya jejaring kuat dengan sektor swasta maupun BUMN,” jelasnya.

    Sementara untuk sektor lingkungan, dibutuhkan sosok dengan rekam jejak konservasi yang teruji dan kemampuan mitigasi bencana ekologis.

    “Intinya, kita butuh eksekutor yang berintegritas dan mampu memecah kebuntuan.

    “Tanpa orang yang tepat (the right man in the right place), janji ketahanan pangan dan kelestarian lingkungan hanya akan menjadi retorika kampanye semata,” pungkas Mahendra.

    Baca juga : Lampung Menuju Swasembada Pangan 2025: Tantangan dan Harapan di Musim Tanam

    Tags: #KetahananPangan#LampungMaju#RahmatJihan
    ShareTweetSendShare
    Previous Post

    ASDP Kerahkan KMP Jatra II, Angkut 7 Excavator dan 50 Ton Logistik ke Sibolga

    Next Post

    Mobil Logistik Bantuan Polda Lampung Terbalik di Solok, Misi Kemanusiaan Jalan Terus

    Related Posts

    Ekonomi

    Apa Saja Tipe SPBU Pertamina (Lembaga Penyalur BBM)?

    29/04/2026
    Ekonomi

    Siapa Saja 17 Bos BPI Danantara, Inilah Daftar Lengkapnya

    28/04/2026
    Ekonomi

    Siapa Saja 16 Bos Subholding Downstream Pertamina?

    27/04/2026
    Load More

    Populer Minggu Ini

    • Mengenal PT Lampung Energi Berjaya: Profil, Misi, dan Pemimpin Visioner

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Menurut Ahli: Apa Saja Perbedaan Kabupaten dan Kotamadya (Kota)?

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Danantara Indonesia Gelar Pelatihan Semikonduktor: Bangun Masa Depanmu di Industri Chip Tingkat Dunia

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Dua Dirjen PKP Pamitan, Tak Sejalan dengan Maruarar Sirait?

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Subholding Downstream Pertamina Resmi Berdiri: Hasil Merger 3 Bisnis Sektor Hilir

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Siapa Saja 17 Bos BPI Danantara, Inilah Daftar Lengkapnya

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Bisnis Dan Kemitraan
    • Disclaimer
    • Term Of Service
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Lappung

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved

    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved

    Exit mobile version