Media Network
Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    No Result
    View All Result
    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai

    Home » Ekonomi » Lampung Menuju Swasembada Pangan 2025: Tantangan dan Harapan di Musim Tanam

    Lampung Menuju Swasembada Pangan 2025: Tantangan dan Harapan di Musim Tanam

    by Irzon Dwi Darma
    21/11/2025
    in Ekonomi
    Lampung Menuju Swasembada Pangan 2025: Tantangan dan Harapan di Musim Tanam

    Pemerhati Pembangunan, Mahendra Utama. Foto: Arsip pribadi

    Share on FacebookShare on Twitter

    Lappung – Provinsi Lampung kini tengah memacu target menuju swasembada pangan pada 2025.

    Namun, di balik optimisme angka produksi, Pemerhati Pembangunan, Mahendra Utama, mengingatkan bahwa sektor pertanian di Bumi Ruwa Jurai sedang berada di persimpangan jalan yang krusial.

    Baca juga : Ancaman Krisis Pangan di Depan Mata, Pemprov Lampung Serukan Jaga Air

    Mahendra menilai, periode tanam Oktober–November 2025 menjadi momen penentuan.

    Menurutnya, pemerintah daerah tidak bisa hanya terpaku pada target angka, melainkan harus segera membereskan masalah struktural yang terus menggerogoti kesejahteraan petani.

    “Sektor pertanian kita dihadapkan pada dua sisi mata uang. Satu sisi ada target ambisius swasembada, tapi di sisi lain ada masalah klasik yang tak kunjung tuntas.

    “Ini momen krusial, jangan sampai kita lengah,” ujar Mahendra Utama dalam keterangannya, Jumat, 21 November 2025.

    Target Tinggi vs Realita Lapangan

    Pemerintah Provinsi Lampung diketahui menargetkan produksi gabah kering giling (GKG) hingga 3,5 juta ton tahun ini.

    Meski rapat koordinasi rutin digelar untuk memastikan kesiapan benih dan lahan, Mahendra mempertanyakan kesiapan infrastruktur pendukung di tingkat tapak.

    Ia juga menyoroti tren peralihan komoditas yang dilakukan petani, dari singkong ke jagung.

    Fenomena tersebut didorong oleh permintaan industri pakan ternak yang tinggi, dengan proyeksi suplai jagung Lampung bisa menembus 3 juta ton per tahun.

    “Angka 3 juta ton jagung itu fantastis kalau terealisasi. Alasannya rasional, petani mengejar keuntungan.

    “Tapi pertanyaannya, apakah dukungan di lapangan sudah memadai untuk menopang ambisi besar ini,” tanyanya.

    Ancaman Alih Fungsi Lahan

    Sorotan tajam diarahkan Mahendra pada penyusutan lahan pertanian.

    Berdasarkan data yang ia himpun, dalam 5 tahun terakhir, sekitar 24 ribu hektare lahan sawah di Lampung telah beralih fungsi.

    “Ini ancaman nyata. Bagaimana kita mau bicara swasembada kalau pabriknya alias lahan produktifnya terus berkurang?

    “Perda Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) harus ditegakkan, jangan sampai hanya jadi wacana di atas kertas,” tegas Mahendra.

    Selain lahan, stabilitas harga juga menjadi pekerjaan rumah besar.

    Baca juga : Harga Pangan Meroket, Inflasi Lampung Naik Jadi 1,17 Persen

    Mahendra mencontohkan nasib petani hortikultura yang kerap merugi akibat harga tomat dan terong anjlok saat panen raya.

    Masalah diperparah dengan distribusi pupuk subsidi yang dinilainya masih abu-abu dan minim pengawasan.

    Statistik vs Kesejahteraan Riil

    Terkait Nilai Tukar Petani (NTP) Lampung yang tercatat naik menjadi 127,72 per Oktober 2025, Mahendra meminta pemerintah tidak cepat puas.

    Menurutnya, angka statistik makro tersebut belum tentu mencerminkan kondisi riil di pedesaan.

    “Di atas kertas angkanya bagus. Tapi coba cek langsung ke desa, apakah petani merasakan peningkatan kesejahteraan itu?

    “Jangan sampai angka ini bias dan menutupi jeritan petani soal biaya produksi yang tinggi,” cetusnya.

    Menutup keterangannya, Mahendra menyinggung soal wacana hilirisasi komoditas, seperti kakao, yang gencar didengungkan.

    Ia mendukung penuh ide pengolahan produk untuk nilai tambah, asalkan dibarengi dengan dukungan teknologi, pelatihan, dan jaminan pasar.

    “Lampung punya potensi luar biasa. Tapi potensi tanpa perlindungan kebijakan yang kuat hanya akan jadi mimpi.

    “Kita butuh komitmen serius melindungi lahan dan menstabilkan harga, bukan sekadar jargon kampanye,” pungkas Mahendra.

    Baca juga : Kementan Kucurkan Rp180 Miliar, Lampung Jadi Target Utama Hilirisasi Pangan

    Tags: #LampungLumbungPangan#NTPLampung#PetaniMaju#Swasembada2025Hilirisasi
    ShareTweetSendShare
    Previous Post

    Wajib Mampir, Stand RSUDAM Jadi Spot Healing Favorit di Lampung Fest 2025

    Next Post

    Merakyat, Cara Kejari Bandarlampung Hadirkan Keadilan Lewat Kepedulian

    Related Posts

    Ekonomi

    Pupuk Organik Cair Lampung: Inovasi Gubernur Mirza Dorong Petani Makmur

    30/03/2026
    Ekonomi

    ACC Perkuat Komitmen Dukung Pengusaha Ekspedisi di Lampung Lewat ACC Danaku

    27/03/2026
    Ekonomi

    Jaga Daya Beli di Bulan Suci, KORPRI Lampung Hadirkan Pasar Murah dan Rangkul 62 UMKM

    11/03/2026
    Load More

    Populer Minggu Ini

    • Kelapa Lampung: Dari Komoditas Tradisional ke Hilirisasi Bernilai Tinggi

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Sering Sebut Galer? Selamat, Istilahmu Kini Resmi Masuk KBBI

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Kakanwil BPN Sumsel Sambangi Kantah Banyuasin

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • PDRB Bandarlampung Versus PDRB Palembang: Siapa Unggul?

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Mayjen Kristomei Sianturi, Putra Kotabumi Lampung, Jabat Pangdam Radin Inten

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Kantor Pertanahan Banyuasin Kobarkan Gerakan Gemapatas 2025

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Bisnis Dan Kemitraan
    • Disclaimer
    • Term Of Service
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Lappung

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved

    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved

    Exit mobile version