Lappung – 2 kota metropolitan di Sumatera bagian selatan (Sumbagsel), yakni Palembang dan Bandarlampung, kerap menjadi barometer pertumbuhan ekonomi regional.
Namun, jika menilik data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) terbaru, terdapat kesenjangan output ekonomi yang cukup mencolok di antara keduanya.
Baca juga : Lampung di Simpang Jalan: Ketika Pertumbuhan Ekonomi Tak Berjalan Seiring dengan Kualitas Kerja
Pemerhati Pembangunan, Mahendra Utama, menyoroti data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024 yang memperlihatkan dominasi ekonomi Kota Palembang dibandingkan Bandarlampung.
Menurutnya, PDRB merupakan indikator vital untuk memotret total nilai barang dan jasa yang diproduksi di suatu wilayah.
“Secara angka absolut, Palembang jauh lebih unggul.
“Data terbaru menunjukkan PDRB Palembang mencapai Rp208,19 triliun, sementara Bandar/ampung tercatat di angka Rp79,853 triliun,” ujar Mahendra Utama, Minggu, 30 November 2025.
Mahendra menjelaskan, jika dikalkulasikan, output ekonomi Palembang hampir 2,6 kali lipat lebih besar dibanding Bandarlampung.
Keunggulan ini dinilai wajar mengingat status Palembang sebagai Ibu Kota Sumatera Selatan yang telah lama mapan sebagai pusat industri dan perdagangan, serta didukung infrastruktur yang lebih dahulu terkoneksi.
Kesejahteraan Per Kapita
Tidak hanya dari sisi total PDRB, Mahendra juga menggarisbawahi indikator kesejahteraan rata-rata penduduk melalui PDRB per kapita.
Berdasarkan data yang dihimpun, PDRB per kapita Palembang pada 2024 menyentuh angka Rp113,22 juta.
Sedangkan PDRB per kapita Bandarlampung (data 2023) berada di level Rp61,968 juta.
Baca juga : Ekonomi Tumbuh 5,12 Persen, Pemprov Lampung Satu Suara dengan Pusat Kendalikan Inflasi
“Lagi-lagi kita melihat Palembang unggul hampir dua kali lipat. Ini menunjukkan sektor jasa dan perdagangan di sana sangat kuat.
“Keberadaan Sungai Musi sebagai jalur perdagangan strategis juga menjadi faktor historis dan ekonomis yang tak bisa diabaikan,” tambah Mahendra.
Gerbang Sumatera
Kendati tertinggal secara statistik, Mahendra menilai Kota Bandarlampung tidak bisa dipandang sebelah mata.
Sebagai Gerbang Sumatera, posisi geografis Bandarlampung yang dekat dengan Pelabuhan Bakauheni memberikan keunggulan logistik yang strategis.
Ia optimistis, gap ekonomi tersebut bisa dipersempit di masa depan jika pemerintah daerah mampu memaksimalkan potensi yang ada.
“Bandarlampung punya potensi besar untuk tumbuh pesat.
“Kuncinya ada pada fokus pengembangan sektor industri pengolahan dan pariwisata, serta perbaikan infrastruktur yang berkelanjutan,” tegas Mahendra.
Mahendra menyimpulkan, meski Palembang saat ini lebih matang secara ekonomi dengan skala yang masif, Bandarlampung memiliki peluang akselerasi ekonomi yang terbuka lebar seiring dengan meningkatnya mobilitas Jawa-Sumatera.
Baca juga : Hilirisasi Jeruk Siam: Lampung Menuju Kedaulatan Ekonomi
