Lappung
Lappung Media Network Media Network
Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    No Result
    View All Result
    Lappung
    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai

    Home » Saburai » Jejak Hilirisasi di Tiga Desa: Mengawal Mesin Pengering, Menuai Kesejahteraan Petani Lampung » Halaman 2

    Jejak Hilirisasi di Tiga Desa: Mengawal Mesin Pengering, Menuai Kesejahteraan Petani Lampung

    Editor354 by Editor354
    31/05/2026
    in Saburai
    Menuai Kesejahteraan Petani Lampung

    Ilustrasi: Jejak Hilirisasi di Tiga Desa: Mengawal Mesin Pengering, Menuai Kesejahteraan Petani Lampung. (Sumber Foto: Dok. Lappung.COM).

    Share on FacebookShare on Twitter

    Perjalanan jauh bersama Kepala Bidang Pemberdayaan Industri, Hendra Siswanto, menemukan jedanya di Rumah Makan Omega.

    Semangkuk pindang ikan baung dengan kuah kuning pedas, ditemani lalapan segar dan sambal tempoyak khas Lampung, menjadi saksi bisu diskusi ringan di luar jam kantor.

    Hidangan ini, sejatinya, adalah produk agroindustri itu sendiri ikan baung segar yang diolah, menciptakan nilai tambah.

    Sebuah analogi sederhana dari apa yang sedang kami kawal: mengolah bahan mentah menjadi produk bernilai lebih tinggi.

    Pukul 14.16 WIB, kami tiba di Desa Wono Agung. Menyusuri Jalan Lintas Timur Sumatera yang legendaris, kami berbelok di Simpang 3 Banjar Agung.

    Di sana, Mujianto, Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), dan Mujiono, pengelola bed dryer serta Rice Milling Unit (RMU), telah menunggu. Hingga pukul 16.07 WIB, obrolan berlangsung intens.

    Integrasi Pascapanen sebagai Kunci

    Di sini, teori Nilai Tambah (Value Addition) sangat relevan. Dalam ekonomi pertanian, nilai jual gabah kering panen (GKP) anjlok jika tidak segera dikeringkan.

    Bed dryer dan RMU adalah simpul kritis. Ia bukan hanya alat, melainkan instrumen yang memutus rantai ketergantungan petani pada tengkulak saat panen raya.

    Dengan mengeringkan dan menggiling sendiri, petani di Wono Agung tidak menjual gabah, melainkan beras sebuah lompatan margin keuntungan yang signifikan.

    Menuju Ujung Timur: Mesuji dan Janji Kesejahteraan Baru

    Membelah Jalur Kanal Demi Sebuah Kesiapan

    Sore kian merayap. Pukul 16.07 WIB, kami berpamitan dan mengarahkan kendaraan ke titik terjauh: Desa Tanjung Mas Makmur, Kecamatan Mesuji Timur, Kabupaten Mesuji.

    Jalan di sebelah kanal menjadi pemandu, menempuh jarak 38 kilometer dengan waktu tempuh 1 jam 5 menit.

    Akses yang tidak mudah ini menjadi bukti betapa sektor pertanian di wilayah perbatasan timur Lampung ini butuh perhatian lebih.

    Page 2 of 3
    Prev123Next
    Via: M. Satria
    Tags: #HilirisasiPertanian#MahendraUtama#PemerhatiPembangunanBedDryerLampungJelajahLampungTimurKesejahteraanPetaniOpiniMahePemberdayaanIndustri
    ShareTweetSendShare
    Previous Post

    Mengenal Keris sebagai Warisan Budaya Nusantara: Nilai Sejarah, Seni dan Filosofi yang Sarat Makna

    Next Post

    Hilirisasi Berbasis Rawa: Strategi Mesuji Lepas dari Kutukan Komoditas

    Related Posts

    Hilirisasi Produk Agro Pesawaran
    Saburai

    Sinergi Media dan Hilirisasi Produk Agro Pesawaran

    31/10/2026
    Coklat Pesawaran
    Saburai

    Coklat Pesawaran: Hilirisasi Kakao dan Kolaborasi Petani Hutan

    31/10/2026
    Ketika Pujian Menjadi Instrumen Manajemen Krisis
    Saburai

    Karhutla, Gas, dan Kabel: Ketika Pujian Menjadi Instrumen Manajemen Krisis

    28/10/2026
    Load More

    Populer Minggu Ini

    • 7 Jenis Pamor Keris yang Paling Terkenal

      7 Jenis Pamor Keris yang Paling Terkenal: Mengenal Keindahan dan Filosofi di Balik Bilah Pusaka Nusantara

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Pupuk Murah, Truk Bertambah, Petani Lampung Menuju Sejahtera

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Pujian di Tengah Tekanan: Sinyal Diplomasi Singapura yang Terukur

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Coklat Pesawaran: Hilirisasi Kakao dan Kolaborasi Petani Hutan

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Katibung: Growth Pole atau Enklave Energi Baru Lampung?

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Sinergi Media dan Hilirisasi Produk Agro Pesawaran

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Bisnis Dan Kemitraan
    • Disclaimer
    • Term Of Service
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Lappung

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved

    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    Lappung Media Network Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved