Lappung
Lappung Media Network Media Network
Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    No Result
    View All Result
    Lappung
    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai

    Home » Ekonomi » Jejak Manis Tanggamus, Saat Cokelat Berpadu dengan Kopi dan Jahe Lampung

    Jejak Manis Tanggamus, Saat Cokelat Berpadu dengan Kopi dan Jahe Lampung

    Irjen by Irjen
    25/08/2025
    in Ekonomi
    Jejak Manis Tanggamus, Saat Cokelat Berpadu dengan Kopi dan Jahe Lampung

    Program hilirisasi yang didampingi oleh akademisi dari Polinela, para petani berhasil menciptakan produk olahan bernilai tinggi, salah satunya cokelat pralin. Foto: Arsip Polinela

    Share on FacebookShare on Twitter

    Lappung – Aroma manis cokelat kini menguar dari Kecamatan Bulok, Tanggamus, yang selama ini dikenal sebagai salah satu lumbung utama kakao di Provinsi Lampung.

    Para petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Suka Agung 5 kini tidak lagi hanya menjadi pemasok biji mentah, melainkan telah bertransformasi menjadi produsen cokelat premium dengan cita rasa khas yang menggali potensi lokal.

    Baca juga : Permintaan Tapioka Dunia Anjlok, Petani Singkong Lampung Terjepit Harga Murah

    Melalui program hilirisasi yang didampingi oleh akademisi dari Politeknik Negeri Lampung (Polinela), para petani berhasil menciptakan produk olahan bernilai tinggi, salah satunya cokelat pralin.

    Uniknya, pralin ini tidak hanya menawarkan rasa manis, tetapi juga jejak rasa khas Bumi Ruwa Jurai, seperti kopi robusta Lampung, jahe, hingga sale pisang.

    Langkah ini menjadi jawaban atas tantangan klasik di dunia agrikultur: rendahnya harga jual komoditas mentah.

    Dengan mengolah biji kakao menjadi produk siap konsumsi, para petani mampu melipatgandakan nilai ekonomi hasil panen mereka secara signifikan.

    Kunci Branding

    Program “Pemberdayaan Masyarakat melalui Diversifikasi Pengolahan dan Penguatan Branding Produk Hilir Kakao” yang dipimpin oleh Dayang Berliana, Sp., M.Si dari Polinela, menjadi momentum kebangkitan bagi para petani di Pekon Suka Agung.

    Baca juga : Harga Tembus Rp60 Ribu, Petani Dairi Sumut Ramai-ramai Tanam Kopi Lampung

    Mereka yang sebelumnya hanya terbatas memproduksi bubuk cokelat dan lemak kakao dengan merek KiHaKo Cokelat, kini didorong untuk berinovasi.

    Fokus utama pendampingan adalah pada pembuatan cokelat pralin, sebuah produk yang dinilai memiliki prospek pasar cerah di segmen menengah ke atas.

    “Keunggulan utama pralin terletak pada variasi rasa, tampilan menarik, dan kesan mewah,” jelas Dr. Analianasari, S.T.P., M.T.A, salah satu akademisi yang terlibat langsung dalam pelatihan produksi, pada Senin, 25 Agustus 2025.

    Menurutnya, pralin membuka ruang kreativitas tanpa batas.

    Di tangan petani Tanggamus, cokelat berpadu dengan isian lokal seperti pasta kopi Lampung, jahe, pala, bahkan renyahnya keripik dan sale pisang.

    Kombinasi ini menciptakan identitas unik yang membedakannya dari produk cokelat pabrikan.

    “Ini bukan sekadar kudapan, tetapi juga pengalaman rasa. Inovasi ini menjadi kekuatan branding utama untuk menembus pasar yang lebih luas,” tambah Analianasari.

    Di lain sisi, Kelompok Tani Suka Agung 5 yang diketuai Nasrudin sebenarnya telah memiliki modal awal berupa sejumlah mesin pengolahan kakao.

    Baca juga : Daya Beli Petani Lampung Melemah, NTP Juli 2025 Turun 2,46 Persen

    Peralatan seperti mesin roasting, desheller, hingga mesin pasta kakao merupakan hasil hibah Dana Aspirasi pada tahun 2020.

    Namun, selama beberapa tahun, pemanfaatan alat tersebut belum optimal.

    Program dari Polinela inilah yang memaksimalkan potensi tersebut dan membuka jalan bagi diversifikasi produk yang lebih serius.

    Kini, tantangan berikutnya sudah di depan mata. Untuk naik ke level produksi cokelat batangan (single origin) berkualitas tinggi khas Lampung, mereka membutuhkan satu alat krusial: mesin ball mill 3 in 1 yang berfungsi untuk proses mixing, grinding, dan conching.

    “Kami sangat berharap ada dukungan dari pemerintah, terutama pemerintah provinsi. Dengan mesin ball mill, kami bisa mengangkat cokelat Bulok sebagai produk single origin cokelat Lampung yang bisa bersaing,” ungkap Nasrudin.

    Dengan total produksi kakao rakyat Lampung yang mencapai 45.638 ton pada 2023 di atas lahan seluas 76.600 hektare, hilirisasi menjadi langkah strategis yang tidak bisa ditawar.

    Upaya yang dilakukan di Tanggamus adalah bukti nyata bahwa petani bisa menjadi pemain utama dalam rantai nilai industri.

    Lahirnya produk pralin dan bubuk cokelat premium dari tangan petani tidak hanya menambah nilai ekonomi, tetapi juga membuka jalan bagi kebangkitan cokelat lokal di pasar nasional, bahkan internasional.

    Baca juga : Dongkrak Produktivitas, Petani Sawit Mesuji Diguyur Bantuan Rp60 Juta per Hektare

    Tags: cokelat PralinCokelat TanggamusEkonomi KreatifHilirisasi KakaoKakao LampungKopi LampungKuliner LampungLampungPemberdayaan PetaniPetani KakaoPolinelaTanggamusUMKM Lampung
    ShareTweetSendShare
    Previous Post

    Perhutanan Sosial Lampung Jadi Barometer Nasional

    Next Post

    Mengurai Dinamika Ekonomi Jember: Antara Krisis dan Peluang

    Related Posts

    Pupuk Organik Cair Lampung: Inovasi Gubernur Mirza Dorong Petani Makmur
    Ekonomi

    Pupuk Organik Cair Lampung: Inovasi Gubernur Mirza Dorong Petani Makmur

    30/03/2026
    ACC Perkuat Komitmen Dukung Pengusaha Ekspedisi di Lampung Lewat ACC Danaku
    Ekonomi

    ACC Perkuat Komitmen Dukung Pengusaha Ekspedisi di Lampung Lewat ACC Danaku

    27/03/2026
    Jaga Daya Beli di Bulan Suci, KORPRI Lampung Hadirkan Pasar Murah dan Rangkul 62 UMKM
    Ekonomi

    Jaga Daya Beli di Bulan Suci, KORPRI Lampung Hadirkan Pasar Murah dan Rangkul 62 UMKM

    11/03/2026
    Load More

    Populer Minggu Ini

    • Kelapa Lampung: Dari Komoditas Tradisional ke Hilirisasi Bernilai Tinggi

      Kelapa Lampung: Dari Komoditas Tradisional ke Hilirisasi Bernilai Tinggi

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Kakanwil BPN Sumsel Sambangi Kantah Banyuasin

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Selamat Tinggal Tiket Manual, ASDP Targetkan 100 Persen Digital Oktober Ini

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Sering Sebut Galer? Selamat, Istilahmu Kini Resmi Masuk KBBI

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Kantor Pertanahan Banyuasin Kobarkan Gerakan Gemapatas 2025

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Mayjen Kristomei Sianturi, Putra Kotabumi Lampung, Jabat Pangdam Radin Inten

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Bisnis Dan Kemitraan
    • Disclaimer
    • Term Of Service
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Lappung

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved

    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    Lappung Media Network Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved