Lappung
Lappung Media Network Media Network
Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    No Result
    View All Result
    Lappung
    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai

    Home » Saburai » Harga Tembus Rp60 Ribu, Petani Dairi Sumut Ramai-ramai Tanam Kopi Lampung

    Harga Tembus Rp60 Ribu, Petani Dairi Sumut Ramai-ramai Tanam Kopi Lampung

    Irzon Dwi Darma by Irzon Dwi Darma
    11/08/2025
    in Saburai
    Harga Tembus Rp60 Ribu, Petani Dairi Sumut Ramai-ramai Tanam Kopi Lampung

    Robusta Lampung. Foto: Dokumentasi WAG

    Share on FacebookShare on Twitter

    Lappung – Fenomena baru tengah menjalar di kalangan petani di Kabupaten Dairi, Sumatera Utara (Sumut)

    Tergiur oleh harga jual yang meroket hingga Rp60.000 per kilogram, sejumlah petani mulai meninggalkan kopi lokal dan beralih membudidayakan kopi robusta varietas Lampung.

    Baca juga : Wow! Ekspor Kopi, Teh, dan Rempah Lampung Meroket 552,21 Persen di Awal 2025

    Tren ini tidak hanya didorong oleh keuntungan ekonomi yang menjanjikan, tetapi juga didukung oleh masuknya agen pengumpul yang siap menampung hasil panen serta program bantuan bibit dari pihak swasta.

    Beberapa kecamatan di Dairi bahkan menunjukkan antusiasme tinggi terhadap varietas asal Lampung ini.

    Salah satu petani yang ikut dalam gelombang baru ini adalah Sahat Purba (37), warga Kelurahan Parongil, Kecamatan Silima Pungga-Pungga.

    Didampingi istrinya, Santi boru Siburian, Sahat mengaku telah menanami lahannya dengan bibit kopi robusta Lampung sejak beberapa bulan terakhir.

    Baca juga : Studi: Efek Kopi untuk Jantung Ternyata Tergantung Jam Minum

    Baginya, keputusan ini murni didasari oleh faktor ekonomi yang jauh lebih menguntungkan.

    “Harga jual kopi robusta Lampung saat ini mencapai Rp60 ribu per kilogram di tingkat petani.

    “Angka ini jauh sekali selisihnya dibandingkan kopi arabika maupun robusta lokal Dairi yang biasa kami tanam,” ujar dia, dilansir dari Sumut Pos, Senin, 11 Agustus 2025.

    Dukungan untuk peralihan ini pun datang dari berbagai pihak.

    Sahat mengungkapkan bahwa bibit yang ia tanam merupakan bagian dari program bantuan PT Dairi Prima Mineral (DPM).

    Tak hanya memberikan bibit gratis kepada petani di sekitar wilayah lingkar tambang, perusahaan juga menggandeng pemerintah daerah.

    “Kami tidak dilepas begitu saja. Ada pendampingan langsung dari penyuluh pertanian dari Dinas Pertanian Dairi.

    “Kami diajari mulai dari cara tanam yang benar sampai perawatannya nanti,” tambah Sahat.

    Baca juga : Robusta Lampung Rebut 41 Persen Pasar Kopi Mesir, Kalahkan Vietnam dan Brazil

    Bimbingan ini dirasa sangat penting karena kopi robusta Lampung merupakan varietas yang relatif baru bagi petani setempat.

    Sembari menanti masa panen kopi yang diperkirakan memakan waktu 1,5 hingga 2 tahun, Sahat dan petani lainnya tidak tinggal diam.

    Mereka menerapkan sistem tumpang sari dengan menanam komoditas jangka pendek seperti cabai, jahe, dan aneka sayuran untuk menjaga arus pendapatan keluarga.

    Sementara, Koordinator Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Silima Pungga-Pungga, Rospera Siburian, membenarkan adanya peningkatan minat petani. Pihaknya pun proaktif memberikan dukungan teknis.

    “Antusiasme petani untuk menanam kopi robusta Lampung memang sedang tinggi.

    “Tugas kami adalah memastikan mereka berhasil, jadi pendampingan teknis soal penanaman, pemupukan, hingga pengendalian hama terus kami lakukan,” jelas Rospera.

    Meskipun tren ini membawa angin segar bagi perekonomian petani, Pemerintah Kabupaten Dairi melihatnya sebagai peluang sekaligus tantangan.

    Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Dairi, Robot Simanullang, menyatakan dukungannya terhadap inovasi pertanian.

    Namun, ia menegaskan bahwa pemerintah tetap memiliki komitmen kuat untuk melestarikan kopi arabika Sidikalang yang telah menjadi identitas dan kebanggaan daerah selama puluhan tahun.

    “Kami menyambut baik semangat petani untuk meningkatkan kesejahteraan.

    “Namun, kami juga konsisten untuk mempertahankan dan mengembangkan kopi Sidikalang di tengah tren kopi Lampung yang dianggap lebih menguntungkan,” tegas Robot Simanullang.

    Baca juga : Kopi Robusta Lampung Laris di Mesir, Ekspor Capai Ratusan Ton

    Tags: AgribisnisBudidaya KopiHarga KopiKabupaten DairiKopi Robusta LampungKopi SidikalangLampungPertanianPetani DairiPetani KopiPT Dairi Prima MineralSumatera UtaraTren Kopi
    ShareTweetSendShare
    Previous Post

    Penyelundupan Jutaan Rokok Ilegal di Bakauheni Lampung Terbongkar, 4 Orang Diperiksa

    Next Post

    BPN Kota Palangka Raya: Reforma Agraria Mesin Penggerak Ekonomi

    Related Posts

    Pakan Mandiri Lampung
    Saburai

    Pakan Mandiri Lampung: Efisiensi 50 Persen Menuju Klaster Industri

    22/10/2026
    Strategi Rantai Dingin ID Food dan Danantara
    Saburai

    Mengapa Lampung? Strategi Rantai Dingin ID Food dan Danantara

    20/10/2026
    Dampak Ekonomi Pabrik Pakan Lampung
    Saburai

    Dampak Ekonomi Pabrik Pakan Lampung: Jagung Petani Hingga Protein Nasional

    19/10/2026
    Load More

    Populer Minggu Ini

    • Sinergi Danantara-Pemprov Lampung

      Sinergi Danantara-Pemprov Lampung Bangun Pabrik Pakan demi Stabilitas Harga

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • 7 Jenis Pamor Keris yang Paling Terkenal: Mengenal Keindahan dan Filosofi di Balik Bilah Pusaka Nusantara

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Mengapa Lampung? Strategi Rantai Dingin ID Food dan Danantara

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Dampak Ekonomi Pabrik Pakan Lampung: Jagung Petani Hingga Protein Nasional

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Superblok dan Mal Baru Pacu Ekonomi Bandar Lampung

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Sering Sebut Galer? Selamat, Istilahmu Kini Resmi Masuk KBBI

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Bisnis Dan Kemitraan
    • Disclaimer
    • Term Of Service
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Lappung

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved

    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    Lappung Media Network Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved