Lappung – JMSI Lampung desak Pj Gubernur pilih kepala OPD kompeten.
Ketua Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Lampung, Ahmad Novriwan, mengeluarkan pernyataan tegas.
Baca juga : Samsudin Emban Amanat Pj Gubernur Lampung, Fokus Percepatan Pembangunan
Pernyataan ini agar Penjabat (Pj) Gubernur Lampung, Samsudin, lebih cermat dalam memimpin dan memilih kepala organisasi perangkat daerah (OPD) serta jajarannya.
Menurut Novriwan, pejabat yang kompeten adalah kunci untuk menjalankan tugas dengan baik dan memimpin OPD tanpa adanya tekanan.
Ia menegaskan bahwa pimpinan OPD harus mampu memberikan kontribusi yang nyata bagi masyarakat, bukan sekadar mengikuti perintah atasan.
“Pejabat yang sedang dalam jabatan harus diberikan kepercayaan penuh. Angkat SDM yang ada sesuai dengan pangkat dan jabatan yang dimiliki.
“Bagaimana mau maksimal jika seorang pejabat rangkap jabatan dan kurang berkompeten.
“Bila perlu, ganti kepala OPD yang tidak bisa bekerja dengan baik,” kata Novriwan, Senin,1 Juli 2024.
Ia juga mendesak Pemerintah Provinsi Lampung untuk segera menemukan formula penyelesaian persoalan dana bagi hasil (DBH) ke kabupaten/kota, agar polemik DBH tidak berlarut-larut.
“Terlebih waktu Pj Gubernur Lampung Samsudin menjabat hanya sebentar.
“Kegiatan Pj Gubernur jangan hanya sebatas seremonial atau kerja-kerja yang kurang bermanfaat,” tambahnya.
Baca juga : Pj Bupati di Lampung Rangkum Capaian Gemilang dalam Diskusi Publik
Novriwan menekankan bahwa salah satu tugas utama Pj Gubernur adalah memastikan pelaksanaan pilkada berjalan dengan baik.
Ia mempertanyakan apakah KPU dan Bawaslu telah berkoordinasi mengenai data kependudukan.
Dan, apakah KPU sudah melakukan model penyelenggaraan Pilkada dengan mempertimbangkan situasi data nasional yang masih bermasalah.
“Kalau data kependudukan dan segala sesuatu terkait penyelenggaraan pilkada Lampung termasuk yang dicuri? Ini harus dipikirkan oleh KPU, Bawaslu, dan Pemprov Lampung.
“Tujuannya agar Pilkada kita berjalan dengan baik. Karena ini amanah yang dipikul Pj Gubernur,” imbuhnya.





Lappung Media Network