Lappung.COM – Simak artikel OpiniMahe edisi kali ini, yang berjudul: Kenaikan Harga Komoditas Lampung: Waspada Ninja & Bajing di Balik Kesejahteraan.
Kenaikan Harga Komoditas Lampung: Waspada Ninja & Bajing di Balik Kesejahteraan
Oleh: Mahendra Utama*
Kondisi kekinian harga jagung, singkong, getah karet, dan TBS sawit di Lampung memang berdampak positif bagi kesejahteraan petani.
Namun di balik berkah ekonomi itu, ancaman kerawanan sosial berupa aksi “Ninja” dan “Bajing” pencuri komoditas justru mengintai.
Harga Komoditas Naik, Kantong Petani Tersenyum
Kenaikan harga komoditas pertanian di Lampung menjadi kabar baik bagi para petani. Berdasarkan data Pemkab Mesuji, harga getah karet di PT Silva Inhutani mencapai Rp21.175 per kilogram.
Harga TBS sawit di Lampung juga terus menguat, mencapai Rp3.242 per kilogram untuk periode I Juni 2026.
Sementara itu, harga singkong di Lampung Tengah menembus Rp2.400 per kilogram, dan jagung pipilan kering stabil di kisaran Rp5.500-Rp5.600 per kilogram.
Nilai Tukar Petani Meningkat Signifikan
Badan Pusat Statistik mencatat Nilai Tukar Petani Provinsi Lampung pada Mei 2026 mencapai 128,01, naik 3,29 persen dibanding bulan sebelumnya.
Kenaikan ini didorong oleh peningkatan indeks harga yang diterima petani yang tumbuh lebih tinggi dibanding indeks harga yang dibayar petani.
“Ninja & Bajing” Momok di Balik Kemakmuran
Namun, kenaikan harga komoditas ini memicu sisi gelap. Para pelaku pencurian yang dijuluki “Ninja Sawit” merajalela di Lampung, bahkan membawa senjata tajam dan senjata api.
Pada Januari 2025, seorang petani tewas dikejar dan ditembaki kawanan “Ninja Sawit”.
Di Mesuji, dua pelaku pencurian 800 kilogram getah karet yang juga terlibat begal dan perampokan berhasil ditangkap.
Modus Operandi: Panen Malam Hari Sebelum Petani
Para “Ninja dan Bajing” memanen lebih dulu pada malam hari, H-7 sebelum masa panen tiba. Mereka tidak hanya mencuri dari kebun warga, tetapi juga merampok perahu klotok yang telah dimuat buah sawit hasil panen. Di Tulang Bawang, komplotan “ninja sawit” mencuri 291 tandan buah sawit dalam sekali aksi.
Kekompakan Petani dan Sinergi Aparat
Menghadapi ancaman ini, kekompakan masyarakat petani menjadi benteng utama. Masyarakat kembali mengaktifkan ronda dan siskamling untuk menjaga keamanan kebun.
Tanpa CCTV di kebun sawit, pemilik kebun menggunakan cat pilox pada TBS agar mudah diidentifikasi bila ditampung di lapak sawit.
Teori Pencegahan Kejahatan Situasional dalam Praktik
Langkah-langkah seperti siskamling, pemberian tanda pada TBS, dan pembatasan akses ke perkebunan sejalan dengan Teori Pencegahan Kejahatan Situasional yang difokuskan pada kesempatan, tempat, dan sasaran kejahatan. Dengan memperkuat pengawasan dan mempersulit akses pelaku, potensi kejahatan dapat ditekan.
Kesimpulan
Kenaikan harga jagung, singkong, getah karet, dan TBS sawit membawa kesejahteraan bagi petani Lampung. Namun ancama “Ninja & Bajing” harus diwaspadai.
Kerjasama erat antara aparat kepolisian, pamong, dan kekompakan masyarakat melalui siskamling diharapkan mampu meminimalisir aksi pencurian di kawasan perkebunan komoditas andalan Lampung. (*)
—————————————————————–
* Penulis: Mahendra Utama adalah Pemerhati Pembangunan.
