Lappung – Aroma khas kopi robusta asal Lampung dan Malang kembali menguat di pasar internasional.
PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) sukses mengekspor total 131,28 metrik ton (MT) biji kopi mentah (green bean) ke Mesir.
Baca juga : Kopi Lampung Mendunia Inspirasi Petani
Pengiriman ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan anggota holding BUMN pangan (ID Food) tersebut dalam mendorong komoditas unggulan Indonesia ke panggung dunia.
Direktur Utama PT PPI, S. Hernowo, mengungkapkan bahwa ekspor dibagi dalam beberapa tahap pengiriman yang menunjukkan kepercayaan tinggi pasar Mesir terhadap kualitas kopi Indonesia.
“PPI telah mengekspor 52,08 MT kopi robusta asal Malang.
“Ini adalah bagian dari upaya kami memperluas akses pasar internasional bagi produk kopi Indonesia yang memiliki karakter rasa kuat dan menjadi salah satu produk ekspor unggulan,” ujar Hernowo dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 7 Oktober 2025.
Sebelum pengiriman dari Malang, sebanyak 79,2 MT kopi robusta dari Lampung telah lebih dulu berlayar ke Mesir.
Pengiriman dari Bumi Ruwa Jurai ini dilakukan dalam 2 tahap, yakni 39,6 MT pada Kamis, 25 September 2025 dan 39,6 MT sisanya pada Kamis, 2 Oktober 2025.
“Ekspor yang kami lakukan secara bertahap ini menjadi sinyal positif bahwa permintaan dari pasar Mesir terhadap kopi Indonesia, khususnya jenis robusta, terus tumbuh secara konsisten,” sambung Hernowo.
Baca juga : Kopi Sangrai Lampung Tembus Hong Kong, Sejarah Baru Ekspor Produk Olahan
Sepanjang tahun 2025 saja, PPI tercatat telah mengekspor kopi sebanyak 685,68 MT ke Mesir.
Angka ini membuktikan bahwa kopi robusta Indonesia telah memiliki pasar yang solid dan loyal di kawasan Afrika Utara.
Lebih dari sekadar transaksi bisnis, Hernowo menegaskan bahwa setiap biji kopi yang diekspor membawa dampak positif langsung bagi perekonomian daerah dan kesejahteraan para petani di sentra produksi seperti Lampung dan Malang.
Menurutnya, PPI akan terus mendorong ekspor produk-produk strategis nasional untuk memperkuat ketahanan ekonomi dan membuka peluang lebih luas bagi petani kopi.
“Melalui ekspor ini, kami tidak hanya memperkuat posisi kopi Indonesia di pasar internasional, tetapi yang terpenting adalah mendukung pertumbuhan ekonomi daerah serta kesejahteraan petani kopi kita,” tegasnya.
Langkah strategis ini, lanjut dia, merupakan wujud komitmen PPI untuk terus mendukung petani lokal, memperluas jangkauan ekspor, serta meningkatkan daya saing komoditas nasional di pasar global.
Baca juga : Tembus Rp266 Miliar, Kualitas Kopi Lampung untuk Pasar Jepang Dikawal Ketat Karantina
