Lappung – Kinerja ekspor Provinsi Lampung menunjukkan tren yang sangat positif sepanjang semester pertama 2025.
Sektor pertanian menjadi bintang utama dengan pertumbuhan nilai ekspor yang meroket hingga 239,40 persen pada periode Januari-Juli 2025 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Berdasarkan data terbaru yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung, pada 1 September 2025, lonjakan luar biasa di sektor pertanian ini terutama didorong oleh permintaan tinggi terhadap komoditas unggulan daerah.
Golongan barang kopi, teh, dan rempah-rempah tercatat mengalami peningkatan nilai ekspor tertinggi di antara komoditas nonmigas utama, yakni sebesar 246,44 persen.
Secara total, nilai ekspor dari sektor pertanian selama Januari-Juli 2025 berhasil menembus angka US$866,82 juta.
Angka ini menunjukkan kenaikan signifikan senilai US$611,43 juta dari capaian tahun sebelumnya yang hanya US$255,40 juta.
Peningkatan signifikan di sektor pertanian tersebut turut mendongkrak kinerja ekspor Lampung secara keseluruhan.
Baca juga : Eksportir sebagai Pilar Ekonomi Lampung dan Peran Strategis Kepemimpinan Muda
Total nilai ekspor Provinsi Lampung dari Januari hingga Juli 2025 mencapai US$3.597,53 juta.
Capaian itu meningkat sebesar 32,58 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2024 yang tercatat US$2.713,55 juta.
Adapun untuk bulan Juli 2025 saja, nilai ekspor Lampung mencapai US$550,04 juta, atau tumbuh 23,01 persen secara year-on-year (y-on-y) dibandingkan Juli 2024.
Meskipun pertanian tumbuh paling pesat, sektor industri pengolahan tetap menjadi kontributor terbesar bagi total ekspor Lampung.
Sektor ini menyumbang 64,01 persen dari total nilai ekspor, diikuti oleh sektor pertanian sebesar 24,09 persen, serta pertambangan dan lainnya sebesar 11,90 persen.
Amerika Serikat Jadi Pasar Utama
Permintaan dari pasar global menjadi kunci utama pertumbuhan ekspor Lampung.
Baca juga : Poros Lampung-Kepri-Jateng-Malut, Gempur Pasar Ekspor
Selama periode Januari-Juli 2025, Amerika Serikat menjadi negara tujuan ekspor terbesar dengan nilai mencapai US$548,76 juta atau berkontribusi sebesar 15,25 persen dari total ekspor.
2 negara lain yang menjadi tujuan utama ekspor Lampung adalah Pakistan dengan nilai US$372,82 juta dan India dengan nilai US$339,60 juta.
Kinerja positif itu juga berdampak pada neraca perdagangan Provinsi Lampung yang mencatatkan surplus besar.
Selama periode Januari-Juli 2025, Lampung mengalami surplus perdagangan sebesar US$2.313,11 juta.
Surplus ini didorong oleh surplus sektor nonmigas yang mencapai US$2.954,74 juta, meskipun sektor migas mengalami defisit.
Baca juga : Wow! Ekspor Kopi, Teh, dan Rempah Lampung Meroket 552,21 Persen di Awal 2025
