Media Network
Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    No Result
    View All Result
    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai

    Home » Saburai » Kota Metro Naik Kelas, Pusat Kuliner Baru Lampung?

    Kota Metro Naik Kelas, Pusat Kuliner Baru Lampung?

    by Editor354
    07/06/2026
    in Saburai
    Kota Metro Naik Kelas Pusat Kuliner Baru Lampung

    Ilustrasi: OpiniMahe: Kota Metro Naik Kelas, Pusat Kuliner Baru Lampung? (Sumber Foto: Dok. Lappung.COM).

    Share on FacebookShare on Twitter

    Lappung.COM – Simak artikel OpiniMahe edisi kali ini, yang berjudul: Kota Metro Naik Kelas, Pusat Kuliner Baru Lampung?

     

    Kota Metro Naik Kelas, Pusat Kuliner Baru Lampung?
    Oleh: Mahendra Utama*

     

    Benarkah Kota Metro dalam setahun terakhir tiba-tiba menjelma menjadi pusat jajanan kuliner baru penyaing Bandar Lampung? Klaim ini perlu diurai secara objektif. Faktanya, Metro tidak “tiba-tiba” menjadi destinasi kuliner.

    Warisan gastronomi seperti Sate Pak Saleh dan Pindang Baung justru membuktikan bahwa fondasi kuliner kota ini sudah kuat sejak puluhan tahun lalu. Yang terjadi saat ini bukanlah kelahiran, melainkan akselerasi dan transformasi digital.

    Bukan Fenomena Satu Tahun, Melainkan Kurasi Pasar

    Fenomena menjamurnya cafe dan restoran baru di Metro bukan terjadi dalam ruang hampa. Ini adalah efek domino dari membaiknya infrastruktur dan jenuhnya pasar.

    Dari Legenda hingga Instagrammable

    Keberadaan Pindang Baung dan Sate Pak Saleh adalah bukti autentisitas. Namun, wajah kuliner Metro kini dilengkapi oleh kafe modern. Secara teori Siklus Hidup Destinasi Wisata (Butler), Metro sedang bertransisi dari tahap involvement (keterlibatan) menuju development (pembangunan).

    Ikoni legendaris adalah daya tarik awal, namun kafe baru adalah elemen amenitas yang memperpanjang masa tinggal wisatawan.

    Teori Kelas Kreatif

    Menjamurnya kafe independen di Metro menandakan bangkitnya “kelas kreatif”. Richard Florida dalam The Rise of the Creative Class menekankan bahwa kota yang ramah terhadap kreativitas akan mengalami lompatan ekonomi.

    Kafe bukan sekadar tempat minum kopi, melainkan “ruang ketiga” untuk berjejaring dan melahirkan ide.

    “Akses ke talenta dan toleransi terhadap gaya hidup baru adalah motor penggerak ekonomi modern,” ujar Richard Florida.

    Metro kini menjadi melting pot bagi anak muda Lampung yang mencari suasa urban tanpa harus terjebak kemacetan Bandar Lampung.

    Data Lapangan dan Positioning

    Meski belum menyalip Bandar Lampung secara volume ekonomi, Metro memenangkan kontestasi dari sisi experience.

    Biaya operasional yang lebih rendah memungkinkan pelaku usaha di Metro menawarkan konsep unik dengan harga lebih kompetitif.

    Lokasi geografisnya yang strategis di tengah Provinsi Lampung menjadikannya titik temu ideal dari berbagai kabupaten.

    Jadi, klaim “berkembang pesat” itu benar, namun dengan konteks bahwa Metro adalah pusat gravitasi baru, bukan sekadar fenomena sesaat satu tahun terakhir. (*)
    ————————————————————-
    * Penulis: Mahendra Utama adalah Pemerhati Pembangunan.

    Via: M. Satria
    Tags: #EkonomiKreatif#MahendraUtama#PemerhatiPembangunanKotaMetroKulinerLampungOpiniMahePusatJajananSatePakSaleh
    ShareTweetSendShare
    Previous Post

    Munas HIPMI XVIII Lampung: Sinergi Ekonomi di Gerbang Sumatera

    Next Post

    Mengenal Batik Lampung: Keindahan Motif Tradisional yang Menjadi Tren Fashion Modern

    Related Posts

    Saburai

    Lampung Bisa Contoh Sukses Jabar Ekspor Ayam Karkas Bernilai Tinggi

    12/06/2026
    Saburai

    Provinsi Lain di Sumbagsel: Ikut atau Tidak Gerakan Serentak?

    12/06/2026
    Saburai

    Andai Lampung Gelar Penetrasi Pasar Serentak, Ini Manfaatnya

    12/06/2026
    Load More

    Populer Minggu Ini

    • Kota Metro Naik Kelas, Pusat Kuliner Baru Lampung?

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Mengenal Batik Lampung: Keindahan Motif Tradisional yang Menjadi Tren Fashion Modern

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Ruang UMKM Lampung: Geliat Kolaborasi, Ekspor, dan Pemberdayaan ala Robby Herdian

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • 5 Panduan Memilih Asuransi Jiwa yang Tepat: Tips Perlindungan Optimal

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Menakar Ambisi Hilirisasi Energi di Kawasan Industri Katibung Lampung

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Munas HIPMI XVIII Lampung: Sinergi Ekonomi di Gerbang Sumatera

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Bisnis Dan Kemitraan
    • Disclaimer
    • Term Of Service
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Lappung

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved

    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved

    Exit mobile version