Lappung.COM – Simak artikel OpiniMahe edisi kali ini, yang berjudul: Munas HIPMI XVIII Lampung: Sinergi Ekonomi di Gerbang Sumatera.
Munas HIPMI XVIII Lampung: Sinergi Ekonomi di Gerbang Sumatera
Oleh: Mahendra Utama*
Posisi Geografis Strategis dan Teori Pusat Pertumbuhan
Lampung sebagai gerbang Sumatera–Jawa dengan dukungan Tol Trans Sumatera dan Bandara Radin Inten II memudahkan mobilitas ratusan pengusaha muda peserta Munas.
Dalam teori pusat pertumbuhan (growth pole) yang digagas Francois Perroux, konsentrasi aktivitas ekonomi di simpul strategis akan memicu efek sebar (trickle-down effect) ke daerah sekitarnya.
Pemilihan Bandar Lampung menjadi lokasi Munas HIPMI XVIII dapat membentuk simpul baru jejaring bisnis nasional, memperkuat konektivitas antarpulau.
Potensi Ekonomi dan Dukungan Pemerintah Daerah
Ekosistem bisnis Lampung berbasis kuat pada pertanian, perikanan, perkebunan, dan industri pengolahan mulai dari kopi, lada, karet, hingga gula.
Gubernur Rahmat Mirzani Djausal menegaskan, “Lampung terbuka untuk kolaborasi hilirisasi komoditas lokal bersama para pengusaha muda.”
Tema Munas “Sinergi Pengusaha Muda Membangun Kekuatan Ekonomi Nasional” selaras dengan visi daerah, didukung soliditas HIPMI Lampung yang turut menginisiasi Half Marathon dan beragam kegiatan pendukung.
Momentum Pengembangan Investasi dan Pariwisata
Konvensi berskala nasional, menurut MICE theory (Meeting, Incentive, Convention, Exhibition), mampu mendongkrak kunjungan berulang dan promosi investasi jangka panjang.
Munas ini membuka peluang peserta mengenal langsung KEK Pariwisata Pesawaran, potensi bahari, hingga sentra UMKM setempat mendorong desentralisasi ekonomi yang tidak lagi terpusat di Jakarta atau kota besar Jawa.
Kontroversi Lokasi dan Komitmen Desentralisasi
Meski sejumlah calon ketua umum sempat walk out karena isu netralitas yang dinilai menguntungkan salah satu kandidat, panitia pusat melalui Steering Committee tetap memutuskan Lampung sebagai tuan rumah.
Sikap ini menunjukkan mekanisme organisasi yang demokratis serta membuktikan bahwa daerah mampu menggelar perhelatan nasional secara profesional.
Dengan demikian, Munas HIPMI XVIII di Lampung bukan sekadar agenda seremonial, melainkan langkah konkret mendorong desentralisasi dan pemberdayaan ekonomi berbasis potensi lokal. (*)
——————————————————————
* Penulis: Mahendra Utama adalah Pemerhati Pembangunan.
