“Tingginya alih fungsi lahan, isu perubahan iklim, dan kelangkaan sarana produksi seperti pupuk adalah beberapa tantangan yang harus dihadapi.
“Selain itu, kita juga dihadapkan pada tuntutan perdagangan bebas yang menuntut standar kualitas produksi tinggi serta SDM pertanian yang mumpuni,” tambahnya.
Kunjungan Kemenhan: Pesawaran Siap Tanam 10 Kali Setahun
Deputi Pengelolaan Pangan Kemenhan RI Mayjen TNI Yos Trioso dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa program ketahanan pangan yang diinisiasi oleh presiden terpilih akan dilaksanakan dengan serius.
Baca juga : PT Mitratani Dua Tujuh Siap Eksekusi Arahan Pemegang Saham Mayoritas
“Kami berkeliling ke seluruh wilayah yang dianggap dapat mendukung program ini. Kebutuhan pangan penduduk harus diantisipasi bersama,” tuturnya.
Trioso menjelaskan bahwa lahan pertanian yang ada saat ini baru mencapai 7,4 juta hektar dan distribusinya belum merata.
“Kami harus menambah wilayah tanam sekitar 5 juta hektar yang harus terealisasi dalam 5 tahun ke depan,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri tanpa impor.
“Kita harus merubah paradigma, yaitu semua kebutuhan harus non-impor.
“Kalau bukan kita, siapa lagi? Kalau bukan sekarang, kapan lagi?
“Semua ini agar kita bisa tercukupi dan petani kita sejahtera. Semoga ini menjadi titik awal untuk kemajuan bangsa dan negara,” pungkasnya.
Diketahui, acara tanam perdana dan penyerahan bantuan ini diharapkan dapat memperkuat sektor pertanian di Kabupaten Pesawaran.
Juga turut mendukung ketahanan pangan nasional yang mandiri dan berkelanjutan.
Baca juga : Pengelolaan SDA Buruk, Arinal Djunaidi Dinilai Gagal oleh Walhi





Lappung Media Network