Media Network
Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    No Result
    View All Result
    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai

    Home » Saburai » Lampung, Lumbung Bibit Unggul Perkebunan Nasional yang Dinanti

    Lampung, Lumbung Bibit Unggul Perkebunan Nasional yang Dinanti

    by Editor354
    25/07/2026
    in Saburai
    Lumbung Bibit Unggul Perkebunan Nasional

    Ilustrasi: OpiniMahe: Lampung, Lumbung Bibit Unggul Perkebunan Nasional yang Dinanti. (Sumber Foto: Dok. Lappung.COM).

    Share on FacebookShare on Twitter

    Lappung.COM – Simak artikel OpiniMahe edisi kali ini, yang berjudul: Lampung, Lumbung Bibit Unggul Perkebunan Nasional yang Dinanti.

     

    Lampung, Lumbung Bibit Unggul Perkebunan Nasional yang Dinanti
    Oleh: Mahendra Utama*

     

    Sejarah pembangunan pertanian mengajarkan satu hal: benih unggul adalah fondasi utama produktivitas.

    Laporan Pembangunan Dunia 2008 mencatat bahwa varietas unggul menyumbang setengah dari pertumbuhan hasil pertanian global pada 1980-1990-an, dan tanpa inovasi ini, harga pangan dunia bisa 18-21 persen lebih tinggi, serta 13-15 juta anak lebih banyak menderita kekurangan gizi.

    Penetapan PTPN I sebagai pusat riset bibit unggul perkebunan nasional di Lampung Selatan pada Juli 2026 adalah pengakuan atas fondasi itu, sekaligus langkah strategis yang tak boleh gagal.

    Kemanfaatan Langsung bagi Lampung dan Petani

    Keuntungannya nyata. Pertama, bagi petani Lampung, pusat riset ini menjamin akses terhadap bibit unggul komoditas seperti kelapa hibrida, kakao, kopi, lada, dan alpukat.

    Bibit unggul ini diklaim adaptif terhadap perubahan iklim dan diharapkan mampu meningkatkan produktivitas dan pendapatan, mengakhiri ketergantungan pada bibit varietas rendah.

    Kedua, multiplier effect ekonomi daerah melalui rencana pengembangan agrowisata terpadu. Kolaborasi dengan InJourney dan perbankan ini berpotensi menciptakan lapangan kerja baru dan menggerakkan ekonomi lokal, sejalan dengan komitmen PTPN I terhadap prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance).

    Ekosistem Inovasi dan Tantangan Implementasi

    Keberhasilan pusat riset ini sangat bergantung pada sinergi lintas sektor yang kokoh. Ini adalah “ekosistem inovasi” yang melibatkan pemerintah, BUMN, BRIN, perguruan tinggi, dan mitra bisnis.

    BRIN dan universitas menjadi ujung tombak riset, Kementerian Pertanian mengurus sertifikasi, dan PTPN I menyediakan lahan serta jaminan hasil riset tidak berhenti di laboratorium.

    Namun, sejarah juga mengingatkan bahwa bibit unggul saja tidak cukup. Laporan Bank Dunia menegaskan, revolusi hijau membutuhkan interaksi antara genotipe unggul dengan lingkungan dan pengelolaan tanaman yang memadai.

    Tanpa pendampingan budidaya, akses pupuk, dan air yang memadai, potensi bibit unggul akan sia-sia. Program ini harus dipastikan benar-benar menyentuh petani di lapangan, bukan sekadar proyek prestise.

    Pusat riset ini adalah investasi jangka panjang. Jika dikelola dengan baik, Lampung tidak hanya akan menjadi lumbung bibit unggul nasional, tetapi juga model pembangunan pertanian berbasis inovasi yang inklusif dan berkelanjutan. (*)
    ———————————————-‐——————
    * Penulis: Mahendra Utama adalah Pemerhati Pembangunan.

    Via: M. Satria
    Tags: #MahendraUtama#PemerhatiPembangunan#PTPN1BibitUnggulKesejahteraanPetaniLampungOpiniMahePerkebunanIndonesia
    ShareTweetSendShare
    Previous Post

    Menunda Gaji Buruh: Dosa Sosial Islam dan Peringatan Keras Rasulullah

    Related Posts

    Saburai

    Menunda Gaji Buruh: Dosa Sosial Islam dan Peringatan Keras Rasulullah

    25/07/2026
    Saburai

    Konsolidasi Ideologi dan Simbol Rekonsiliasi Nasional PKB

    24/07/2026
    Saburai

    Sinyal Politik Modern PKB melalui Kaos Prabowonomics

    24/07/2026
    Load More

    Populer Minggu Ini

    • Kecubung dan Ganja: Obat Penenang yang Berbeda Nasib Hukum

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Dewan Kawasan Industri Nasional: Terobosan Akselerasi Hilirisasi dan Investasi Berkelanjutan

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Menatap Masa Depan Lampung Barat: Menggali Potensi Geothermal dan Pariwisata Dunia

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Mudahnya ke Bandung! Penerbangan Langsung Lampung-Bandung Wings Air Kembali Hadir

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Strategi Memaksimalkan Pelabuhan Panjang Sebagai Hub Ekspor-Impor Global Lampung

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Mengurai Potensi Ekonomi Lampung Barat: Komoditas yang Stagnan dan Terpuruk

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Bisnis Dan Kemitraan
    • Disclaimer
    • Term Of Service
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Lappung

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved

    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved

    Exit mobile version