Boyamin juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk mendukung kejaksaan dalam mengungkap kasus-kasus korupsi besar.
“Lha apa kita sebagai rakyat harus diam? Ya nggak lah.
“Kita harus tetap mendukung Kejaksaan dalam mengungkap mega korupsi sepanjang hal itu juga bertujuan untuk kesejahteraan rakyat,” katanya.
Baca juga : Peluang Mantan Koruptor Dipersempit
Menurut Boyamin, publik harus sadar bahwa upaya melemahkan kejaksaan adalah bagian dari strategi para koruptor untuk menghindar dari jeratan hukum.
Korupsi, kata Boyamin, bukan hanya kejahatan yang merugikan keuangan negara, tetapi juga kejahatan yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
“Jangan biarkan segelintir orang berpesta pora menikmati hasil korupsi, sedangkan rakyat banyak yang keleleran hanya untuk sekedar mengisi perut,” ujarnya.
Oleh karena itu, dia menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam mendukung penegakan hukum.
MAKI: Kritik Terhadap Kejaksaan Tanda Koruptor Terpojok?
Pernyataan Boyamin ini mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk para aktivis anti korupsi dan tokoh masyarakat.
Mereka sepakat bahwa kolaborasi antar lembaga penegak hukum dan dukungan dari masyarakat adalah kunci utama untuk memberantas korupsi yang sudah mengakar di Indonesia.
Di tengah upaya keras kejaksaan dalam mengusut tuntas kasus-kasus korupsi, Boyamin berharap tidak ada lagi upaya untuk memecah belah kekuatan penegak hukum.
“Kita harus fokus pada tujuan bersama, yaitu Indonesia yang bersih dari korupsi,” tutupnya.
Dengan pernyataan ini, Boyamin Saiman sekali lagi menegaskan komitmen MAKI dalam mendukung upaya penegakan hukum.
Dan mengajak seluruh masyarakat untuk tidak terkecoh oleh provokasi yang mencoba melemahkan institusi penegak hukum.
Bersatu melawan korupsi adalah langkah yang tidak bisa ditawar lagi demi masa depan yang lebih baik bagi seluruh rakyat Indonesia
Baca juga : Keramat Soroti Dugaan Korupsi PUPR Waykanan
