Ahmad Hanafiah, lahir di Kecamatan Sukadana, Lampung Timur, tahun 1905, adalah putra sulung KH Muhammad Nur.
Dia pemimpin Pondok Pesantren Istishodiyah di Sukadana.
Baca juga : Bangga! 8 Budaya Lampung Ditetapkan Jadi Warisan Budaya Takbenda
Keluarganya memiliki jejak panjang dalam dunia keislaman, bermula dari keturunan penyiar Islam Ki Masputra yang diutus Sultan Banten Maulana Yusuf pada abad ke-16.
Setelah menempuh pendidikan di Batavia, Malaysia, dan Mekkah, Ahmad Hanafiah menghasilkan karya-karya penting seperti Sirr al-Dahr (1934-1936) dan Al-Hujjah (1937).
Kedua karya tersebut mencakup tafsir surat al-Ashr dan aspek-aspek fiqih, memperlihatkan kedalaman pemahamannya terhadap Islam.
Hanafiah tidak hanya seorang ulama, namun juga aktif dalam pergerakan nasional.
Menjabat sebagai Ketua Sarekat Islam (SI) di Kewedanan Sukadana (1937-1942), ia turut berperan dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dari cengkraman kolonialisme Belanda.
Pada awal proklamasi kemerdekaan Indonesia, Ahmad Hanafiah memimpin sebagai Ketua KNID di Kewedanan Sukadana.
Dia juga mengepalai Masyumi serta Hisbullah Sukadana.
Perannya ini memperkokoh semangat kebangsaan dan nasionalisme dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan di Lampung.
Dalam upaya menegakkan kemerdekaan, Ahmad Hanafiah memimpin laskar-laskar Lampung merebut Baturaja dari pasukan Belanda pada Agustus 1947, selama Agresi Militer Belanda Pertama.
Meski dikepung dalam serangan kedua, Hanafiah bersama ratusan pejuang Lampung melancarkan perlawanan sengit.
Sebelum akhirnya ditangkap dan dieksekusi mati oleh Belanda di Baturaja.
Hanafiah mengakhiri hidupnya dengan penuh pengorbanan demi kemerdekaan Indonesia.
Tanpa makam, jasadnya tidak dapat ditemukan, tetapi kenangan akan perjuangannya tetap hidup dalam sejarah Lampung dan Indonesia secara keseluruhan.
Peran heroiknya sebagai ulama dan pejuang yang gigih mencerminkan semangat perjuangan pada masa itu.
Kini, Presiden Republik Indonesia akan menganugerahkan gelar pahlawan nasional kepada KH Ahmad Hanafiah.
Penganugerahan gelar pahlawan ini akan berlangsung pada peringatan Hari Pahlawan, tanggal 10 November 2023, di Istana Negara, Jakarta Pusat.
Keputusan itu diumumkan melalui surat resmi dari Kementerian Sekretariat Negara.
Surat bernomor R-12/KSN/SMGT.02.00/11/2023 tentang Pemberitahuan Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional Tahun 2023.
Baca juga : Tapis Lampung Tampil di Kulturibrasi Annual Show





Lappung Media Network