Media Network
Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    No Result
    View All Result
    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai

    Home » Budaya » Mengenal 2 Pahlawan Nasional Asal Lampung. Radin Inten II dan KH Ahmad Hanafiah » Halaman 2

    Mengenal 2 Pahlawan Nasional Asal Lampung. Radin Inten II dan KH Ahmad Hanafiah

    by Irzon Dwi Darma
    10/11/2023
    in Budaya
    Mengenal 2 Pahlawan Nasional Asal Lampung. Radin Inten II dan KH Ahmad Hanafiah

    Kolase Pahlawan Nasional asal Lampung, Radin Inten II (kiri) dan KH Ahmad Hanafiah (kanan). Foto : Istimewa

    Share on FacebookShare on Twitter

    Ahmad Hanafiah, lahir di Kecamatan Sukadana, Lampung Timur, tahun 1905, adalah putra sulung KH Muhammad Nur.

    Dia pemimpin Pondok Pesantren Istishodiyah di Sukadana. 

    Baca juga : Bangga! 8 Budaya Lampung Ditetapkan Jadi Warisan Budaya Takbenda

    Keluarganya memiliki jejak panjang dalam dunia keislaman, bermula dari keturunan penyiar Islam Ki Masputra yang diutus Sultan Banten Maulana Yusuf pada abad ke-16.

    Setelah menempuh pendidikan di Batavia, Malaysia, dan Mekkah, Ahmad Hanafiah menghasilkan karya-karya penting seperti Sirr al-Dahr (1934-1936) dan Al-Hujjah (1937). 

    Kedua karya tersebut mencakup tafsir surat al-Ashr dan aspek-aspek fiqih, memperlihatkan kedalaman pemahamannya terhadap Islam.

    Hanafiah tidak hanya seorang ulama, namun juga aktif dalam pergerakan nasional. 

    Menjabat sebagai Ketua Sarekat Islam (SI) di Kewedanan Sukadana (1937-1942), ia turut berperan dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dari cengkraman kolonialisme Belanda.

    Pada awal proklamasi kemerdekaan Indonesia, Ahmad Hanafiah memimpin sebagai Ketua KNID di Kewedanan Sukadana.

    Dia juga mengepalai Masyumi serta Hisbullah Sukadana. 

    Perannya ini memperkokoh semangat kebangsaan dan nasionalisme dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan di Lampung.

    Dalam upaya menegakkan kemerdekaan, Ahmad Hanafiah memimpin laskar-laskar Lampung merebut Baturaja dari pasukan Belanda pada Agustus 1947, selama Agresi Militer Belanda Pertama. 

    Meski dikepung dalam serangan kedua, Hanafiah bersama ratusan pejuang Lampung melancarkan perlawanan sengit.

    Sebelum akhirnya ditangkap dan dieksekusi mati oleh Belanda di Baturaja.

    Hanafiah mengakhiri hidupnya dengan penuh pengorbanan demi kemerdekaan Indonesia. 

    Tanpa makam, jasadnya tidak dapat ditemukan, tetapi kenangan akan perjuangannya tetap hidup dalam sejarah Lampung dan Indonesia secara keseluruhan. 

    Peran heroiknya sebagai ulama dan pejuang yang gigih mencerminkan semangat perjuangan pada masa itu.

    Kini, Presiden Republik Indonesia akan menganugerahkan gelar pahlawan nasional kepada KH Ahmad Hanafiah.

    Penganugerahan gelar pahlawan ini akan berlangsung pada peringatan Hari Pahlawan, tanggal 10 November 2023, di Istana Negara, Jakarta Pusat.

    Keputusan itu diumumkan melalui surat resmi dari Kementerian Sekretariat Negara. 

    Surat bernomor R-12/KSN/SMGT.02.00/11/2023 tentang Pemberitahuan Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional Tahun 2023.

    Baca juga : Tapis Lampung Tampil di Kulturibrasi Annual Show

    Page 2 of 2
    Prev12
    Tags: Hari PahlawanKH Ahmad HanafiahLampungPahlawan Asal LampungPahlawan LampungPahlawan Nasional LampungRadin Inten II
    ShareTweetSendShare
    Previous Post

    Nanas dan Ikan Lampung Meroket di Pasar Global

    Next Post

    13 November Deadline Perubahan Capres-Cawapres

    Related Posts

    Budaya

    Perbedaan Lampung Saibatin dan Pepadun, Apa Saja?

    22/04/2026
    Budaya

    Aturan Baru! Saat Kamis Beradat, Dilarang Gengsi Bicara Bahasa Lampung

    15/01/2026
    Budaya

    Festival Kreasi Inklusi Indonesia 2025: Dukung Hak Disabilitas

    29/11/2025
    Load More

    Populer Minggu Ini

    • 5 Fakta Sains Jarang Diketahui: Tapi Nyata, Nomor 3 Bikin Kaget!

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • 5 Rahasia Luar Angkasa yang Diungkap Ilmuwan: Menakjubkan!

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • 5 Fakta DNA Manusia yang Jarang Diketahui: Sungguh Mengejutkan!

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Mengungkap Fakta Kalori Sepiring Nasi Putih: Dampaknya bagi Kesehatan?

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Inilah 5 Hal Menakjubkan tentang Otak Manusia: Jarang Diketahui Masyarakat Awam

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Perspektif Psikologi tentang Membaca Garis Tangan: Mengungkap Fakta Ilmiah atau Sekadar Mitos?

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Bisnis Dan Kemitraan
    • Disclaimer
    • Term Of Service
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Lappung

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved

    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved

    Exit mobile version