Lappung – Perjalanan dari Lampung menuju Yogyakarta, 2 provinsi dengan kekhasan budayanya masing-masing, kini semakin mudah diakses berkat beragamnya pilihan moda transportasi.
Dari bus antarkota yang ekonomis hingga penerbangan transit yang lebih cepat, warga Lampung memiliki preferensi yang berbeda tergantung pada kebutuhan, anggaran, dan kenyamanan.
Baca juga : Radin Inten Bisa Jadi Hub Udara
Menurut Mahendra Utama, pemerhati pembangunan, pilihan moda transportasi ini tidak hanya soal perpindahan fisik, tetapi juga cerminan dari kemampuan adaptasi dan pertimbangan ekonomis masyarakat.
“Perjalanan Lampung-Yogyakarta bukan sekadar soal jarak.
“Ini adalah tentang bagaimana warga memilih cara bepergian yang paling pas untuk mereka: hemat, efisien, dan fleksibel,” ujarnya, Minggu, 19 Oktober 2025.
Jalur Darat
Hingga saat ini, jalur darat masih menjadi primadona bagi sebagian besar pelancong asal Lampung.
Operator bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) seperti Puspa Jaya, DAMRI, dan Sinar Jaya menjadi pemain utama di rute ini.
“Bus tetap menjadi favorit karena harganya yang terjangkau, mulai dari Rp320 ribuan.
“Meskipun perjalanannya panjang, sekitar 20 hingga 22 jam, banyak yang justru menikmatinya sebagai bagian dari petualangan,” jelas Mahendra.
Ia menambahkan, persepsi perjalanan bus yang melelahkan perlahan mulai berubah.
Fasilitas bus kelas eksekutif kini semakin memanjakan penumpang dengan kursi yang dapat direbahkan (reclining seat), penyejuk udara (AC), hingga layanan makan malam.
“Bagi banyak orang, perjalanan darat yang panjang ini menjadi waktu untuk refleksi dan bersantai, menikmati pemandangan lintas Sumatera-Jawa hingga tiba di Yogyakarta saat fajar,” tambahnya.
Transportasi Udara
Bagi mereka yang mengutamakan kecepatan dan efisiensi waktu, pesawat terbang menjadi alternatif utama, meskipun harus melalui penerbangan transit.
Maskapai seperti Lion Air, Garuda Indonesia, dan Super Air Jet melayani rute dari Lampung (TKG) ke Yogyakarta (YIA) dengan transit di Jakarta (CGK) atau kota besar lainnya.
“Pilihan terbang jelas menghemat tenaga. Total waktu perjalanan, termasuk transit, bisa berkisar antara 4 hingga 6 jam,” kata Mahendra.
Baca juga : Liburan ke Dieng Makin Mudah, DAMRI Buka Rute Langsung dari Lampung
Namun, kenyamanan ini datang dengan harga yang lebih tinggi.
Tiket pesawat untuk rute ini biasanya dibanderol mulai dari Rp800 ribu hingga di atas Rp1 juta, tergantung pada musim dan waktu pemesanan.
“Ini adalah pilihan logis bagi mereka yang tidak ingin lelah di jalan, meski harus menyiapkan anggaran lebih,” terangnya.
Selain 2 pilihan utama tersebut, Mahendra juga menyoroti adanya tren kreatif di kalangan pelancong, yaitu mengombinasikan moda transportasi.
“Ada juga yang memilih naik bus dulu ke Jakarta, lalu menyambung perjalanan dengan kereta api ke Yogyakarta.
“Cara ini menawarkan fleksibilitas dan pengalaman perjalanan yang berbeda, merasakan sensasi jalur darat sekaligus kenyamanan kereta api,” ungkapnya.
Pada akhirnya, apa pun moda transportasi yang dipilih, perjalanan dari Lampung ke Yogyakarta melambangkan lebih dari sekadar perpindahan.
“Ini adalah pertemuan dua budaya yang sama-sama hangat, dari kopi robusta Lampung hingga manisnya gudeg Yogyakarta.
“Semua terhubung oleh sebuah perjalanan panjang yang merekatkan negeri,” tutup Mahendra.
Baca juga : Membuka Pintu Dunia: Saat Pemerintah Memperbanyak Bandara Internasional
