Lappung
Lappung Media Network Media Network
Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    No Result
    View All Result
    Lappung
    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai

    Home » Gaya Hidup » Pakar Ingatkan Etika Lisan Wakil Rakyat: Diam Lebih Mulia Daripada Menyulut Luka Bangsa

    Pakar Ingatkan Etika Lisan Wakil Rakyat: Diam Lebih Mulia Daripada Menyulut Luka Bangsa

    Irzon Dwi Darma by Irzon Dwi Darma
    01/09/2025
    in Gaya Hidup
    Pakar Ingatkan Etika Lisan Wakil Rakyat: Diam Lebih Mulia Daripada Menyulut Luka Bangsa

    Muhammad Syauqi Al Muhdhar Lc., MA., PhD (cand), Direktur Zakat Study Center. Foto: Arsip pribadi

    Share on FacebookShare on Twitter

    Lappung – Gelombang demonstrasi yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia belakangan ini dinilai bukan semata-mata lahir dari kebijakan yang kontroversial.

    Pakar menyebut, lisan wakil rakyat yang tidak terjaga turut menjadi pemantik ketidakpuasan publik yang meluas hingga menimbulkan korban jiwa dan kerugian materi.

    Baca juga : Pria Pembawa Bom Molotov Ditangkap TNI Jelang Demo Besar di DPRD Lampung

    Direktur Zakat Study Center, Muhammad Syauqi Al Muhdhar Lc., MA., PhD (cand), menyatakan bahwa pernyataan dari beberapa anggota DPR RI justru menjadi “api dalam sekam” yang memperburuk situasi.

    “Inilah pelajaran pahit bagi kita semua: bahwa lidah bisa lebih tajam dari pedang, dan ucapan yang sembrono dari seorang pejabat mampu menyalakan bara ketidakpuasan publik,” ujar Syauqi dalam keterangannya, Senin, 1 September 2025.

    Menurutnya, para anggota dewan yang mengemban amanah rakyat seharusnya menjadi teladan dalam bertutur kata.

    Alih-alih memberikan solusi, beberapa pernyataan mereka justru dianggap provokatif dan tidak peka terhadap kesulitan yang dialami masyarakat.

    Pelajaran Etika dari Hadis Nabi

    Syauqi mengingatkan bahwa ajaran Islam telah meletakkan fondasi yang kuat mengenai etika berbicara.

    Baca juga : Membubarkan DPR/DPRD: Gagasan Emosional, Bukan Solusi Demokrasi

    Ia mengutip sebuah hadis populer yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim sebagai panduan bagi para pejabat publik.

    “Rasulullah ﷺ bersabda: ‘Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata yang baik atau diam.’

    “Hadis ini bukan sekadar nasihat, melainkan panduan etika sosial yang sangat relevan,” jelasnya.

    Menurut Syauqi, seorang wakil rakyat seharusnya menyaring setiap kata sebelum melontarkannya ke publik.

    “Kata yang baik adalah obat, sedangkan kata yang salah dapat menjadi racun bagi stabilitas bangsa,” tegasnya.

    Lebih jauh, ia juga menyoroti pentingnya bagi para pejabat untuk fokus pada hal-hal yang esensial dan meninggalkan komentar yang tidak produktif, sebagaimana diajarkan dalam hadis riwayat At-Turmudzi.

    “Di antara tanda baiknya Islam seseorang adalah meninggalkan hal-hal yang tidak penting baginya.

    “Apa yang tidak penting bagi anggota dewan? Yaitu ucapan yang tak memberi solusi, komentar yang memicu luka, atau pernyataan yang tak peka,” kutip Syauqi.

    Baca juga : Penonaktifan Anggota DPR: Antara Respons Cepat dan Ujian Akuntabilitas

    Saatnya Mendengar, Bukan Menambah Gaduh

    Syauqi menekankan, yang terpenting bagi anggota dewan saat ini adalah mendengar aspirasi masyarakat, merasakan penderitaan rakyat kecil, dan menggunakan forum parlemen untuk mencari jalan keluar, bukan sebaliknya.

    Kondisi bangsa yang sedang berduka, menurutnya, diperparah oleh retaknya kepercayaan publik terhadap para wakilnya.

    Oleh karena itu, ia menyarankan agar para anggota dewan lebih banyak bekerja dalam diam dan mempercepat langkah perbaikan sebagai respons atas kritik.

    “Diam dan bekerja cepat untuk memperbaiki keadaan jauh lebih mulia daripada banyak bicara yang hanya melukai.

    “Saatnya belajar kembali dari hikmah Islam: menjaga lisan dan mendahulukan yang penting,” katanya.

    Ia menutup dengan pesan tegas bahwa amanah sebagai wakil rakyat bukan hanya soal kebijakan, tetapi juga soal etika.

    “Agama tidak sepatutnya hanya dijadikan hiasan pemanis saat kampanye. Nilai-nilainya harus menjadi ruh yang memandu setiap langkah dan kebijakan,” pungkasnya.

    Baca juga : Gerakan Agustus 2025: Ketika Rakyat Menjadi Guru bagi Para Wakilnya

    Tags: Berita PolitikDemonstrasiDPREtika KomunikasiEtika LisanHadis NabiKepercayaan PublikKritik DPRMuhammad SyauqiPolitik IndonesiaSuara RakyatUcapan PejabatWakil RakyatZakat Study Center
    ShareTweetSendShare
    Previous Post

    Pria Pembawa Bom Molotov Ditangkap TNI Jelang Demo Besar di DPRD Lampung

    Next Post

    Ferdinan Adinoto: Layanan Peralihan Hak Tanah Elektronik Komitmen BPN Palangka Raya

    Related Posts

    Bandar Lampung 2036: Menanam Ruko, Memanen Hulu, Karya: Mahendra Utama
    Gaya Hidup

    Bandar Lampung 2036: Menanam Ruko, Memanen Hulu, Karya: Mahendra Utama

    11/03/2026
    Lebih Efisien ke Kuala Lumpur atau Jakarta? Ini Analisis Rute Umroh dan Perjalanan dari Lampung
    Gaya Hidup

    Lebih Efisien ke Kuala Lumpur atau Jakarta? Ini Analisis Rute Umroh dan Perjalanan dari Lampung

    22/02/2026
    Satu Tahun Khidmat: Embun bagi Bumi Ruwa Jurai
    Gaya Hidup

    Satu Tahun Khidmat: Embun bagi Bumi Ruwa Jurai

    20/02/2026
    Load More

    Populer Minggu Ini

    • Kelapa Lampung: Dari Komoditas Tradisional ke Hilirisasi Bernilai Tinggi

      Kelapa Lampung: Dari Komoditas Tradisional ke Hilirisasi Bernilai Tinggi

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Sering Sebut Galer? Selamat, Istilahmu Kini Resmi Masuk KBBI

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Kakanwil BPN Sumsel Sambangi Kantah Banyuasin

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • PDRB Bandarlampung Versus PDRB Palembang: Siapa Unggul?

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Mayjen Kristomei Sianturi, Putra Kotabumi Lampung, Jabat Pangdam Radin Inten

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Kantor Pertanahan Banyuasin Kobarkan Gerakan Gemapatas 2025

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Bisnis Dan Kemitraan
    • Disclaimer
    • Term Of Service
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Lappung

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved

    No Result
    View All Result
    • APH
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Modus
    • Gaya Hidup
    • Metropolitan
    • Pemerintahan
    • Saburai
    Lappung Media Network Lappung Media Network
  • Lappung
  • Lappung Balam
  • Lappung Bandar Jaya
  • Lappung Baradatu
  • Lappung Investigasi
  • Lappung Kalianda
  • Lappung Kotabumi
  • Lappung Literasi
  • Lappung Metro
  • Lappung Mahkamah
  • Lappung Menggala
  • Lappung Pekon
  • Lappung Pesawaran
  • Lappung Pringsewu
  • Lappung Politik
  • Lappung Tanggamus
  • Lihat Semua Media Network →

    © 2023 Lappung.com All Right Reserved