Lappung – Panas bumi Ulubelu jadi andalan suplai seperlima listrik Lampung terangi Bumi Ruwa Jurai.
Di tengah hiruk pikuk aktivitas masyarakat Lampung, tahukah Anda bahwa seperlima kebutuhan listrik yang menerangi rumah, jalanan, hingga industri di Bumi Ruwa Jurai ini disokong oleh kekuatan perut bumi?
Baca juga : PLN Lampung Buktikan Mobil Listrik Hemat Biaya dan Ramah Lingkungan
Ya, Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Ulubelu yang dikelola oleh PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) Tbk Area Ulubelu, telah menjadi andalan dalam memenuhi kebutuhan energi listrik di provinsi paling selatan Pulau Sumatera ini.
Kabar baik ini disampaikan langsung oleh General Manager PT PGE Ulubelu, Hadi Suranto, di Bandarlampung pada Minggu, 16 Maret 2025.
Hadi mengungkapkan bahwa PLTP Ulubelu yang mulai beroperasi sejak tahun 2012 memiliki kapasitas energi mencapai 220 Megawatt (MW).
Angka ini terbagi dalam empat unit pembangkit, masing-masing berkapasitas 55 MW.
“Kebutuhan dasar listrik di Lampung ini cukup besar, beban puncaknya bisa mencapai 1.200 MW.
“Dan selama ini, masyarakat Lampung sudah menikmati sekitar 20 persen kebutuhan listriknya dari sumber energi baru terbarukan ini,” jelas Hadi.
Baca juga : Cuaca Ekstrem, Ini Imbauan Penting PLN untuk Warga Lampung
Artinya, dari setiap lima lampu yang menyala di Lampung, salah satunya kemungkinan besar mendapatkan energinya dari uap panas bumi yang dieksplorasi di kawasan Ulubelu, Kabupaten Tanggamus.
Sebuah kontribusi yang tak hanya signifikan dalam mencukupi kebutuhan listrik, namun juga sejalan dengan upaya global untuk mengurangi emisi karbon.
Namun, kabar baiknya tak berhenti di situ. Hadi Suranto juga membeberkan potensi terpendam energi panas bumi di Lampung yang ternyata sangat besar.
Bahkan, ia meyakini bahwa potensi ini mampu menyuplai lebih dari separuh kebutuhan listrik seluruh Lampung.
“Potensi energi panas bumi di Lampung ini besar sekali untuk memenuhi kebutuhan energi di Lampung,” tegasnya.
Selain area Ulubelu yang sudah beroperasi, sejumlah wilayah lain di Lampung juga menyimpan potensi panas bumi yang menjanjikan.
Sebut saja Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Gunung Rajabasa yang ikonik, WKP Way Ratai yang menyimpan keindahan alam, WKP Suoh yang terkenal dengan danau kawahnya, serta beberapa daerah lainnya.
Keberadaan potensi ini membuka peluang besar bagi Lampung untuk semakin mandiri dalam hal energi dan mengurangi ketergantungan pada sumber energi fosil.
Lebih lanjut, Hadi menjelaskan bahwa pemanfaatan energi panas bumi merupakan salah satu pilar utama dalam upaya transisi energi yang sedang dioptimalkan oleh pemerintah, termasuk target ambisius Net Zero Emission pada tahun 2060.
Baca juga : Mahendra Utama Puji Penunjukan Andi Arief sebagai Komisaris PLN
Secara nasional, potensi panas bumi diperkirakan mencapai angka fantastis, yakni 23 Gigawatt.
Angka ini menunjukkan betapa besar peran yang dapat dimainkan energi panas bumi dalam memenuhi kebutuhan energi nasional di masa depan.
Panas Bumi Ulubelu Jadi Andalan: Suplai Seperlima Listrik Lampung Terangi Bumi Ruwa Jurai
Tak hanya soal lingkungan, ketersediaan energi yang handal juga memiliki dampak langsung pada pertumbuhan ekonomi.
Hadi menekankan bahwa tanpa ketersediaan energi yang memadai, kemajuan ekonomi akan sulit tercapai.
Dengan demikian, pengembangan potensi panas bumi di Lampung bukan hanya soal menerangi rumah-rumah.
Tetapi juga tentang membuka peluang investasi, menciptakan lapangan kerja, dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Baca juga : PLN Lampung Pastikan Nataru 2025 Tanpa Pemadaman Listrik
